
"Sekte Bangau Putih adalah sekte yang terkenal di dunia jianghu. Tidak mungkin kami memperlakukan tamu dengan buruk!"
Orang tua itu berkata dengan acuh tak acuh, "Apa yang sedang terjadi? Katakan yang sebenarnya!"
"Guru Odin, jangan dengarkan omong kosongnya. Begitu dia datang, malah langsung memukul orang, dan menghina Sekte Bangau Putih sebagai sekte yang tidak ada apa-apanya. Bahkan Jansen, ingin mengambil alih seluruh Aliansi Seni Bela Diri. Kami sangat marah sehingga kami memarahinya, kemudian dia mulai menyerang!"
Aidan tiba-tiba berteriak di samping gurunya.
Setiap kata yang dia ucapkan membuat wajah lelaki tua itu makin suram.
Ia juga tahu bahwa Jansen adalah karakter yang sangat aneh, dan Sekte Bangau Putih sepertinya tidak berani sembarang menggertaknya.
Tapi dia tidak menyangka sekte yang memperlakukan Jansen layaknya seorang tamu, malah dibalas dengan sangat kejam.
Veronica mulai panik dan berteriak, "Kakakku meminta Jansen untuk berlutut dan memberi hormat sebanyak tiga kali, jika tidak dia tidak akan diperbolehkan memasuki vila. Olah karena itu Jansen menyerangnya, itu pun karena kakakku yang menyerang duluan. Jansen hanya membela diri!"
"Veronica, bisa-bisanya membantu orang luar, bahkan sampai sembarang menuduh orang!"
Aidan makin marah dan membalas, "Gigi depanku telah tanggal. Apa kamu masih mau menyangkalnya? Semua orang di sini telah melihatnya, Guru Odin tanya saja ke mereka!"
"Benar, Jansen yang menyerang kita dan dia terus menghina sekte kami!"
"Dia juga mengatakan bahwa dia akan menginjak Bangau Putih dan meninju para tetua!"
"Martabat Aliansi Seni Bela Diri tidak bisa dipermalukan begitu saja. Guru Odin, ayo beri dia pelajaran!"
Orang-orang di sekitar berteriak satu demi satu.
Mereka tidak akrab dengan Jansen, dan Jansen juga tidak menghormati mereka. Tentu saja, mereka semua membantu Aidan untuk berbicara.
Veronica langsung kesal karena melihat orang jahatnya yang menuduh orang tidak bersalah!
"Master, jangan dengarkan omong kosong mereka. Lihatlah, selain kakakku, hanya beberapa pengawal yang terluka. Jansen tidak menyerang sama sekali!"
Veronica berusaha membantu dan membela diri. Bagaimanapun juga, ini adalah wilayah Aliansi Seni Bela Diri. Begitu konflik menjadi lebih besar, masalahnya akan menjadi rumit.
"Veronica, kamu jangan cari gara-gara ya!"
Aidan dengan marah menunjuk ke arah Veronica. Melihat adiknya yang hanya suka membantu orang luar, setelah pulang ke rumah, dia akan menghabisinya.
"Nona Veronica, ini hanya kata-kata sepihak darimu!"
Pria tua itu berkata acuh tak acuh, kemudian menatap pria di hadapannya, "Jansen, apa lagi yang mau kamu katakan?"
"Bagaimana kalau aku bilang bahwa aku tidak menyerang lebih dulu?"
Ekspresi Jansen tidak banyak berubah dari awal hingga saat itu.
Ketenangan seperti ini membuat pria tua itu sedikit kesal. Padahal mereka adalah Sekte Bangau Putih, tapi Jansen malah tampaknya tidak memiliki rasa kagum sama sekali.
"Kalau begitu buktikan!"
Suara pria tua itu berubah dingin.
"Kurasa tidak ada yang perlu dibuktikan." Jansen menggelengkan kepalanya.
"Jansen, kamu masih berani berdalih. Bukankah kamu sangat suka memerintah sebelumnya? Kenapa kamu tidak berani sombong sekarang!"
Orang-orang di sekitarnya kembali mengumpat dan mencibir.
Aidan juga tampak tersenyum saat dia berhasil dalam plotnya. Akan sangat baik untuknya bila hubungan Jansen dan Sekte Bangau Putih menjadi makin bermasalah!
"Jansen, jika kamu tidak dapat memberikan buktinya, kami hanya bisa menyeretmu ke dalam vila!"
Guru Odin berkata lagi. Dalam hati dia berpikir, ternyata rumor tentang Jansen hanya omong kosong saja, dia kira pria itu sangatlah kuat, tapi tetap saja akan diterkam oleh Sekte Bangau Putih!
"Aku rasa kamu tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu!"
Jansen tetap acuh.
"Kalau begitu coba saja!"
Guru Odin mencibir dan melambai, "Tangkap dia!"
"Guru Odin, kalau Jansen berani melawan, kita akan membunuhnya di tempat. Keagungan Sekte Bangau Putih tidak bisa dilanggar seperti itu!"
Seorang ahli bela diri berteriak, kemudian menatap Jansen sambal mencibir, "Jansen, beginilah dunia jianghu. Hanya yang kuat yang akan bertahan!"
"Tidak! Tidak! Kenapa kalian bersikap tidak masuk akal?"
Veronica dengan cepat berlari keluar, ingin menghentikan semua orang.
Dia juga tidak menyangka bahwa kedatangan mereka malah menyebabkan konflik besar.
"Dasar perempuan ******!"
Aidan yang sudah naik kembali ke kursi roda, langsung menghampiri Veronica untuk menamparnya.
Prak!
Namun, tangan Aidan dicengkeram oleh Jansen yang tiba-tiba saja ada di depannya, mencengkeram pergelangan tangannya sambil menggunakan Profound Qi-nya.
"Ah!"
Aidan berteriak seperti binatang kesakitan, dengan satu tekukan, tulang pergelangan tangannya pun hancur. Akibat penggunaan Profound Qi, seluruh lengannya pun langsung rusak.
Guru Odin berteriak dengan marah, "Sebelumnya, mereka mengatakan bahwa kamu semena-mena, tetapi aku masih tidak memercayainya. Sekarang saksi dan bukti semua ada, bagaimana kamu masih bisa berdalih? Sayang sekali, padahal aku selalu memberi kamu kesempatan untuk membuktikan diri, tetapi kamu tidak menghargainya!"
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak menyerang duluan!"
Ekspresi Jansen masih begitu tenang.
"Tangkap dia!"
Guru Odin itu malas berbicara omong kosong dengan Jansen dan langsung memberikan perintah.
Para ahli seni bela diri di sekitarnya langsung menerkam. Mereka menatap Jansen dengan tajam, diam-diam mereka sudah berencana untuk memberikan serangan yang fatal.
Mereka adalah anggota Aliansi Seni Bela Diri, jelas saja kekuatan mereka jauh lebih besar daripada ahli bela diri dari Lima Sekte Menengah dan Akademi Tiga Belas.
Semua ahli Peringkat Surgawi!
Swush!
Namun, sebelum mereka sampai mendekati Jansen, angin kencang tiba-tiba berhembus dari sekeliling Jansen. Orang-orang yang berada paling dekat dengan Jansen langsung tidak berkutik!
Lima orang sudah diam tak berkutik!
Saat Jansen melambaikan tangannya lagi, lima orang lainnya berhenti juga.
Kemudian, belasan orang di sisi lain juga berhenti bergerak!
Pemandangan tersebut terlihat sangat aneh.
"Kalau aku benar-benar berinisiatif untuk menyerang duluan, maka akibatnya bukan hanya sekedar cedera!"
ucap Jansen dengan santai.
Guru Odin masih belum memahami situasinya, iapun ingin menegur Jansen lagi.
Bruk, bruk, bruk!
Di saat itu juga, orang-orang yang tadinya tidak bergerak sama sekali langsung terjatuh satu demi satu. Setelah tubuh mereka terhempas ke tanah, kepala mereka langsung terpisah dari lehernya, seperti dipotong oleh pisau tajam.
Kemudian darah mengalir keluar!
Sebelumnya ada lebih dari dua puluh orang di depan gerbang, namun sekarang mereka semua sudah mati, dan kepala mereka semua terpenggal.
Sungguh pemandangan yang mengejutkan!
Meskipun Aidan sudah pernah ke medan perang dan melihat banyak korban jiwa, dia tetap saja takut melihat adegan di hadapannya!
Bagaimana orang-orang ini mati?
Mereka semua adalah ahli seni bela diri, bahkan sangat sulit untuk melukai mereka dengan peluru!
"Ah!"
Tak lama kemudian, terdengar jeritan dari Veronica.
Setelah tertegun beberapa saat, dia pun akhirnya mulai bereaksi.
Jansen telah membunuh orang-orang ini dalam hitungan detik, sungguh brutal sekali!
Ia tiba-tiba menatap Jansen, seakan ingin melihat wujud asli pria itu.
Meskipun Jansen dulunya pernah membunuh orang, dia tidak pernah acuh seperti sebelumnya. Seolah-olah dia bukan baru saja membunuh manusia!
Apa yang telah dialami Jansen selama periode waktu ini?
Mengapa dia terlihat seperti pembunuh berdarah dingin? Seolah-olah dia telah melalui pembaptisan medan perang.
"Kalau aku yang menyerang lebih dulu, akhirnya akan seperti ini. Apa kamu mengerti?"
ujar Jansen sambil tersenyum.
Dia telah melalui beberapa misi medan perang dan telah lama mati rasa dalam hal membunuh orang. Kalau dia berbelas kasihan kepada orang yang tidak tahu diri, jadinya yang mati adalah dirinya sendiri dan rekan-rekannya.
Namun, orang-orang dunia jianghu ini ingin membunuhnya hanya karena mereka tidak suka satu sama lain. Mengapa dia harus menunjukkan belas kasihan pada mereka?
Guru Odin menelan ludah.
Dia juga merupakan eksistensi yang terkenal di dunia jianghu. Dia ahli dalam jurus tinju khusus dan memiliki keterampilan internal yang tinggi, terutama di elemen air, bagaikan peselancar yang menaiki ombak laut.
Tapi dengan berbagai kemampuan bela dirinya itu, dia tetap tidak bisa melihat jurus Jansen yang sebelumnya.
"Hei, aku lagi bertanya padamu!"
Jansen kembali berucap.
Tubuh Guru Odin itu gemetaran dan dia mengangguk. Jika Jansen benar menyerang terlebih dahulu, para pengawal itu tidak akan terluka melainkan langsung mati.
Apa yang dilakukan Jansen adalah akibat bila dia yang menyerang duluan!
Berarti Guru Odin itu telah menuduh orang yang salah!
Namun, Jansen telah membunuh begitu banyak orang dari Sekte Bangau Putih, walaupun tadinya memang salah paham, bagaimana kalau sekarang?