
"Nona Kimberly sudah kembali!"
Pada saat ini, seorang wanita masuk, Irene seketika berdiri dengan gembira.
Kimberly, Presdir Senior dari Pertambangan Barat Laut. Keahlian bisnis dan sumber daya keuangan yang kuat. Jika dapat bekerja sama dengannya, apakah masih takut Keluarga Miller tidak bangkit lagi?
Jangankan hal lainnya. Hari ini, begitu mengetahui bahwa Keluarga Miller berada dalam masalah, Kimberly segera menelepon begitu banyak bos besar, koneksinya sangat luas.
"Nona Irene, bagaimana diskusinya?"
Wanita yang bernama Kimberly itu duduk dan bersikap sopan kepada Irene.
"Hehe, menurut kami proyek yang disebutkan nona Irene itu cukup bagus, tapi masih ada detail yang kurang, bagaimana pendapat nona Kimberly?" seorang bos berkepala botak berkata dengan penuh arti, menanyakan pendapat Kimberly.
Kimberly tersenyum dan berkata, "Saya dan nona Irene sudah saling mengenal selama beberapa tahun. Dia bisa dipercaya. Selain itu, proyek ini murni menguntungkan. Saya pikir kita harus bekerja sama!"
Setelah Kimberly mengatakan itu, semua orang juga memberinya muka, satu per satu menganggukan kepala. Tidak sedikit orang yang menatap kaki jenjang Elena dan Irene, diam-diam mengingini mereka, putri keluarga elit
rasanya pasti berbeda.
Elena tidak mengerti bisnis, tetapi dia mengetahui dari Irene bahwa Kimberly memiliki pengaruh yang besar, dan benar saja, itu dapat terlihat dari pertemuan hari ini. Elena diam-diam tak bisa menahan rasa senangnya bagi Irene.
"Nona Irene, ini adikmu, 'kan? Dia tidak banyak bicara ya!" ujar Kimberly yang tiba-tiba menatap Elena.
"Adikku tidak berada di lingkaran bisnis, jarang melakukan pertemuan seperti ini, dia tidak terlalu mengerti!"
Irene menjelaskan sambil tersenyum, lalu menatap Elena dan berkata, "Elena, Kak Kimberly memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan bisnis di Ibu kota, bagus jika kamu berkenalan dengannya!"
Elena mengangguk dan menyapa, "Halo, Kak Kimberly!"
"Hehe, kita disini untuk bersenang-senang, tidak usah terlalu formal!"
Kimberly secara pribadi menuangkan segelas anggur untuk Elena, "Ayo, minum. Mulai sekarang, kamu adalah adikku!"
"Elena, Kak Kimberly orangnya sangat baik, dia juga mengenal banyak pria kaya. Bukankah kamu baru bercerai? Nanti minta saja Kak Kimberly mengenalkan seseorang padamu!" Irene menambahkan dari samping.
Elena mengerutkan keningnya. Meskipun dia juga minum alkohol, dia tidak suka minum dengan orang asing.
Melihat Elena yang ragu-ragu, Kimberly berpura-pura marah dan tersenyum, "Elena, kalau kamu tidak minum anggur ini, artinya kamu tidak menghargai aku."
"Bukan begitu!"
Elena tidak ingin mengacaukan urusan Irene, jadi dia menerima anggur dari Kimberly, sedikit menciumnya dan barulah merasa tenang.
Elena adalah calon Raja prajurit. Setelah melalui berbagai pelatihan khusus, jika ada sesuatu di dalam anggur, dia bisa menemukannya dengan berbagai cara.
Tampaknya dia yang berpikir berlebihan!
Elena baru saja akan meminum anggur di tangannya!
Bang!
Saat itu, pintu didobrak, seorang pemuda dengan santai melenggang masuk dengan kedua tangan di dalam sakunya.
Semua orang terkejut. Orang macam apa anak ini? Nyalinya besar sekali.
"Jansen!"
Ekspresi Irene dan Elena berubah drastis.
Awalnya Elena merasa senang, tetapi kemudian rasa itu berubah menjadi kemarahan dan keinginan untuk membunuh.
"Apa yang kamu lakukan di sini, pergi!"
Irene berdiri dan berkata dengan marah. Setelah mengatakan itu, dia menjelaskan kepada Kimberly, "Kak Kimberly, tidak usah dipedulikan, dia adalah mantan suami Elena. Tetapi dia dan Elena sudah tidak memiliki hubungan apa-apa, dan lagi Elena sangat membencinya!"
"Oh, dia Jansen 'kan? Aku pernah dengar tentang dia, katanya dia adalah tersangka utama, dia juga seorang dokter ternama!"
Kimberly juga memicingkan mata ke arah Jansen "Aku dengar, saat pertama kali datang ke Ibu kota dia adalah seorang pecundang. Memanfaatkan Keluarga Miller untuk sukses,
setelah sukses dia langsung menendang Keluarga Miller!"
"Benar, dia-lah orang brengsek itu!"
Irene terus mengangguk.
Dia melihat orang-orang yang ada di sana, "Tapi seleramu kurang bagus, disini hanya ada sekelompok om-om botak. Tidak kusangka, mantan istriku ini jatuh ke tahap menjilat
para pria paruh baya!"
"Jansen, omong kosong apa yang kamu bicarakan!"
Elena semakin membenci Jansen, merasa bahwa Jansen datang hanya untuk mengejek mereka.
"Omong kosong atau bukan, kamu sendiri yang tahu. Dulu kamu begitu polos, sekarang bahkan menemani orang minum anggur!" Jansen menggelengkan kepalanya dengan meremehkan.
Tatapan Elena menjadi sedingin es. Tak diragukan lagi, kata-kata Jansen ini telah menginjak-injak harga dirinya.
"Jansen, pergi kamu! Orang-orang yang ada di sini bukanlah orang yang dapat kamu singgung!"
Melihat Elena yang begitu kesal hingga tidak lagi berbicara, Irene berkata dengan marah, "Kejam sekali kamu. Sudah membuat Keluarga Miller sampai seperti ini pun masih belum puas. Ketika melihat Keluarga Miller akan bangkit, kamu malah datang dan membuat onar. Dulu Elena buta, bisa-bisanya dia bertemu dengan pria sepertimu!"
Kata orang, dari sepuluh orang yang bercerai, delapan di antaranya pasti bermusuhan!
Dia telah melihat contoh nyatanya sekarang. Jansen datang dan membuat onar seperti ini, apa namanya kalau bukan musuh?
"Brengsek!"
Orang-orang kaya yang hadir juga memaki, "Apakah dia laki-laki? Kalau sudah cerai, ikhlaskan saja, untuk apa mempersulit mantan istri?"
"Menurutku, pria ini hanya tidak ingin mantan istrinya hidup dengan baik!"
"Perceraian memang seperti itu, berharap pihak lain menderita, lalu ingin mereka menyesal karena bercerai. Dia pasti punya pemikiran semacam ini!"
Seluruh tatapan penuh penghinaan tertuju pada Jansen.
"Sekelompok om-om botak, untuk apa berpura-pura polos!"
Jansen mencibir, "Bukankah kalian datang dan minum di sini karena menginginkan sisa-sisa dari Keluarga Miller? Ingin memakannya hingga bersih tak bersisa. Oh iya, om-om seperti kalian paling menginginkan wanita, kuperkirakan kalian juga tertarik pada mantan istriku dan Irene 'kan? Selera kalian tinggi juga!"
"Kamu!"
Wajah semua orang-orang kaya itu memerah.
"Nona Irene, selesaikanlah urusan keluarga kalian sendiri, jangan berkata bahwa kami datang karena memiliki tujuan tersendiri!" Kimberly tak bisa menahan amarahnya dan berkata, "Semua orang yang ada di sini adalah orang yang terhormat, dia berkata seperti itu tentang kami, bagaimana kita bisa bekerja sama?"
Irene segera meminta maaf, "Nona Kimberly, aku minta maaf, ini salahku!"
Ekspresi Elena bahkan lebih suram. Dengan keonaran yang dibuat Jansen ini, kerja sama yang baru saja dibahas tadi mungkin akan gagal. Elena menatap Jansen dan berkata dengan marah, "Jansen, aku benar-benar buta. Bisa-bisanya aku membuat kamu masuk ke dalam Keluarga Lawrence. Aku benar-benar menyesal, menyesal karena tidak bisa melihat pria picik sepertimu dengan jelas!"
"Aku minta maaf, ini salahku!"
Jansen menunjukkan ekspresi bersalah, "Telah mengganggu perkenalanmu dengan orang-orang kaya, mengganggu hubungan kalian. Benar kata kalian, sebagai seorang mantan suami, aku tidak punya hak untuk memedulikan urusanmu yang seperti ini, kamu urus saja sendiri!"
"Kamu masih berani bicara omong kosong!"
Elena hampir mengeluarkan senjatanya.
"Dokter Jansen, kamu juga merupakan orang ternama, dengan kamu memfitnah kami seperti ini, kami dapat menuntutmu atas pencemaran nama baik!"
Kimberly juga berpikir mantan suami Elena ini memang sudah keterlaluan. Dia berdiri dan berkata, "Aku dan Irene sudah kenal selama beberapa tahun, aku mencelakai dia? Keluarkan buktinya atau minta maaf, kalau tidak, masalah ini tak akan selesai!"
"Bukti apa yang dia punya? Suruh dia minta maaf!"
Irene menunjuk Jansen dan memarahinya, lalu berbalik untuk menatap Elena, "Elena, kamu adalah polisi, dia memfitnah kita, kamu punya hak untuk menangkapnya!"
Elena segera mengangguk dan akan bertindak.
Namun, saat ini Jansen mengeluarkan ponsel dan memutar sebuah video, suara rekamannya pun terdengar.
"Tenang saja, Keluarga Miller sekarang memohon padaku. Aku harusnya bisa segera mencari tahu tentang hal yang kamu inginkan. Selain itu, bukannya kamu sangat menyukai
Elena? Dia sedang menemani Irene dalam pertemuan bisnis ini, aku sudah menaruh obat di dalam anggur, tidak berwarna dan tidak berbau, hanya dapat ditemukan di dunia Jianghu. Setelah meminumnya, dijamin kamu bisa menikmati sepuasnya!"
"Bagus, setelah beres, langsung kirim dia ke tempatku!"
Orang yang menelepon di dalam video itu adalah Kimberly!