
"Saudara Jansen, izinkan aku memperkenalkanmu dengan seseorang, ini adalah Tuan Hilton!"
Kata Kenzo sambil menarik Jansen.
Jansen mengangguk dan menyapa, tapi dia bisa melihat bahwa keahlian Tuan Hilton ini lumayan, bahkan dia lebih baik daripada Kenzo!
"Kenzo, apa kamu yakin dia bisa membantumu?"
Tuan Hilton tidak menyapa Jansen, tapi menatap Kenzo dan berkata.
Sebelumnya Kenzo juga sudah memberitahunya mengenai Jansen, bahkan dia mengatakan Jansen tidak hanya pandai bela diri, tetapi juga pandai fisiognomi!
Dalam hal ini, Tuan Hilton sangat takut Kenzo ditipu, sekarang melihat Jansen yang masih begitu muda, dia makin yakin dengan pandangannya!
Tentu saja, karena dia menghargai Kenzo, sehingga dia tidak secara langsung mengekspos Jansen!
Dia dan Kenzo adalah sahabat karib. Dulu saat dia berbisnis di Talycon, dia bertemu musuh yang kuat dan hampir mati. Kenzo lah yang menyelamatkannya dan setelah kejadian itu mereka saling menganggap saudara satu dengan lainnya!
"Tenang saja!"
Kenzo menatap Tuan Hilton dengan sorotan mata yang meyakinkannya dan mengundang Jansen untuk memasuki vila itu.
Jansen mengamati vila itu, lalu mengeluarkan kompas fengshui leluhur dan mengamatinya. Sambil berjalan dia berkata, "Vila ini sangat bersih, meskipun tata letak dalam feng shui biasa saja, tetapi tidak ada masalah besar!"
"Baguslah kalau begitu!"
Kenzo sangat gembira, dia paling takut jika ada hal-hal kotor di vila.
Tuan Hilton tertawa dan dia merasa bahwa Jansen sedang berpura-pura!
Sebenarnya, dia juga percaya pada hal-hal seperti ini. Tapi dia tahu bahwa ada banyak orang di Huaxia yang hanya memancing ketenaran, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar ahli dalam fengshui.
"Ayo kita lihat putrimu!" kata Jansen.
Kenzo dengan segera membawa Jansen masuk ke sebuah kamar dan dia melihat seorang gadis berusia tujuh atau delapan tahun duduk di tempat tidur, sedang memeluk seekor kucing dan menatap jendela dengan linglung.
"Mia, Ayah datang untuk bertemu denganmu!"
Kenzo dengan wajah penuh kasih sayang, memeluk putrinya.
Tapi gadis itu masih terlihat linglung, terlihat ada yang tidak benar dari sorotan matanya!
Jansen memandang kucing itu, lalu memeriksa denyut nadi gadis itu dan melihatnya dengan Qi melihat!
Tuan Hilton melihat Jansen seperti seseorang yang sedang berpura-pura, dia merasa semakin kecewa dan menggelengkan kepalanya. Dia berencana mencari kesempatan untuk mengekspos Jansen!
Dia adalah seorang veteran di dunia seni beladiri, bagaimana mungkin Jansen bisa menipunya dengan trik semacam ini!
"Putrimu kehilangan satu roh dari tiga roh!"
Jansen tiba-tiba berkata.
"Hah, kehilangan roh, ini, bagaimana bisa!"
Meskipun Kenzo juga percaya pada hal-hal semacam ini, tapi dia merasa masalah kehilangan roh terlalu tidak mungkin terjadi!
"Haha!"
Tuan Hilton tertawa, lalu dia menyalakan rokok dan mulai merokok, "Entah roh apa yang hilang dari keponakan kecilku?"
"Filosofi Tao mengatakan bahwa orang memiliki tiga roh: satu adalah roh cahaya janin, yang lainnya adalah roh yang menyegarkan, dan yang ketiga adalah roh yang tenang. Gadis ini kehilangan roh yang tenang, dan sepertinya dia terjebak di suatu tempat," Jansen menjelaskan, "Selain itu, walaupun tubuhnya tampaknya baik-baik saja, tetapi energi positif dan negatifnya menurun, dan kurun waktu singkat dia bisa menderita penyakit yang serius!"
"Haha, kamu bisa fisiognomi dan juga keterampilan medis, apa keduanya bisa berkaitan?" Tuan Hilton menggelengkan kepalanya.
"Taoisme, pengobatan tradisional dan fisiognomi adalah satu keluarga. Dalam pengobatan Tuan ada pepatah lima penyimpanan: pikiran menyimpan roh, paru-paru menyimpan roh, hati menyimpan roh, limpa menyimpan pikiran, dan ginjal menyimpan energi!"
Jansen berkata dengan pelan, "Kehilangan roh, bisa melukai paru-paru dan hati seseorang!"
Mendengarnya Tuan Hilton merasa sedikit bingung, tetapi dia merasa apa yang dikatakan Jansen hebat. Dia berkata dengan dingin, "Mm, jangan mengatakan hal-hal seperti yang tertulis di buku, katakan dengan bahasa yang mudah di mengerti!"
"Dengan bahasa yang mudah di mengerti?"
Jansen tidak dapat menahan diri untuk tidak melihat Kenzo dan berkata, "Selama ini dia sering kali ketindihan hantu, lalu bermimpi buruk kan!"
Tuan Hilton tertawa, walaupun ingin menyangkal, tapi inilah kebenarannya.
Tuan Hilton terdiam membeku sesaat.
"Ini adalah Yin evil Qi yang semakin lama semakin kuat!" Jansen mengangguk.
"Saudara Jansen, apakah ada cara untuk menghilangkannya? Tolong bantu aku!"
Kenzo memberinya hormat seperti di dunia seni beladiri dan hampir berlutut.
"Jika kamu ingin menghancurkan Yin evil Qi, pertama-tama kamu harus menemukan tempat di mana putrimu kehilangan rohnya!" Jansen berkata perlahan dan menatap Kenzo lagi, "Selain itu, sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu!"
"Ini, sepertinya tidak ada!"
"Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, semuanya akan menjadi sangat sulit. Karena aku pernah melihatnya sebelumnya, kamu tidak hanya memiliki Yin evil Qi, tetapi kamu juga mempunyai dendam di dalam dirimu!"
Jansen berkata dengan pelan, "Apakah belakangan ini keberuntunganmu sangat buruk? Semuanya tidak berjalan dengan baik?"
"Saudara Jansen, yang kamu katakan benar sekali!"
Kenzo berlutut, lalu dia merasa bersalah sampai ingin menangis!
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, apa pun yang aku lakukan aku selalu sial. Aku pergi ke lokasi konstruksi beberapa hari yang lalu untuk melihat sebuah proyek. Hasilnya sebuah menara derek roboh di tempat aku berdiri dan hampir membunuhku!"
"Suatu malam aku pergi makan dan saat aku di jalan sebuah papan reklame jatuh. Untungnya, itu hanya mengenai lenganku, karena aku merasa curiga seseorang ingin melukaiku, jadi aku pergi untuk memeriksanya secara langsung. Hasilnya, papan reklame itu baru saja dipasang dengan sekrupnya yang sudah sangat kencang, tiba-tiba salah satu sekrupnya terlepas hari itu!"
"Lalu di tengah malam, ketika aku bangun untuk pergi ke toilet, aku melihat seekor ular kobra di toilet. Untungnya, aku bereaksi cepat. Jika aku duduk di toilet itu, aku pasti sudah digigit. Di seluruh vila ini sudah aku percikan Anti ular, bagaimana bisa ada kemasukan seekor ular?"
"Dan juga saat aku tidur dengan keadaan linglung di suatu malam, aku selalu merasa ada yang menatapku. Aku merasa kesialanku ini dikarenakan ada seseorang yang sengaja menyakitiku!"
Semakin lama berbicara Kenzo semakin menjadi takut, seluruh tubuhnya di penuhi keringat dingin!
Orang-orang di ruangan itu juga merasa terkejut dan tanpa sadar mereka memperhatikan sekelilingnya.
"Kenzo, mungkin karena kamu terlalu lelah, jangan berpikiran macam-macam!" Tuan Hilton berkata sambil mengerutkan keningnya.
"Tuan Hilton, kamu belum pernah mengalaminya, jadi kamu tidak mengerti!"
Kenzo menggelengkan kepalanya dengan jantung yang berdebar kencang.
"Kamu bilang hari itu saat kamu membawa putrimu kembali ke kampung halamanmu, lalu di jalan putrimu mengalami kecelakaan. Apa yang terjadi di perjalanan?" Jansen bertanya.
"Kalau itu sepertinya tidak terjadi apa-apa!"
"Coba ingat-ingat lagi, misalnya, apakah kamu melihat pemakaman?"
"Kalau ini, benar ada!"
Seluruh tubuh Kenzo gemetar, lalu dia menatap kagum Jansen seperti sedang melihat seorang dewa, bahkan dia bisa menebak hal semacam ini!
"Ketika aku kembali ke desa hari itu, aku kebetulan bertemu dengan pemakaman seseorang di desa. Mobil itu menabrakku sampai peti matinya terjatuh. Tapi aku sudah membayar ganti rugi dan keluarga mereka juga memaafkanku. Huh, sial juga bisa mengalami hal seperti ini!" Kenzo berkata, "saudara Jansen, apakah ada masalah?"
"Dari situlah masalahnya berasal!"
Jansen mengedipkan matanya dan berkata, "Sebaiknya kamu segera bawa aku ke kampung halamanmu. Jika terlambat semuanya akan sangat merepotkan!"
Kenzo yang merasa takut wajahnya pucat, lalu dia segera menyuruh orang menyiapkan mobil.
Dia sekarang merasa sangat ketakutan.
"Kenzo, itu hanya orang mati. Kamu juga sudah pernah melihatnya sebelumnya. Apa yang harus ditakuti?"
Tuan Hilton yang akhirnya tidak tahan melihat Kenzo dan berkata, "Kamu bilang Jansen adalah menantu Keluarga Miller. Aku dengar, pria ini berlutut di depan istrinya dan wajahnya di tampar istrinya. Tapi dia tidak melawan. Pecundang ini memaksa menjalankan bisnis Keluarga Miller dan dia paling suka menipu orang!"
Mendengar ini, wajah Jansen menjadi dingin.
"Tuan Hilton, bisakah kamu tidak bicara sembarangan? Saudara Jansen bukanlah pecundang!"
Kenzo yang takut Jansen marah dengan cepat meminta maaf kepada Jansen.
Jansen terlalu malas untuk memedulikannya.
Mereka semua naik mobil pergi dengan cepat, sejam kemudian mereka sampai ke desa tempat Kenzo pergi. Sebenarnya desa ini adalah kampung halaman istrinya, setelah istrinya meninggal, dia terkadang masih kembali ke sana.