
Keesokan harinya, Flower nampak telah bersiap-siap setelah sarapan untuk pergi ke rumah Suci setelah tadi sempat berpamitan pada Malik setelah selesai sarapan.
"Kenapa pergi pagi-pagi sekali? Apa kedatanganmu tidak mengganggu Suci dan suaminya nanti?" Tanya Malik saat mengambil kunci mobilnya di dalam kamar.
"Tidak. Aku, Suci dan Nia sudah berjanji ingin berjalan-jalan di sekitar taman pagi ini." Jawab Flower.
Malik mengangguk saja mengerti perkataan Flower.
Setelah menjawab perkataan Malik, Flower pun keluar lebih dulu dari dalam kamar karena ia ingin mengambil air minum di dapur.
Ting
Suara notifikasi pesan masuk ke ponselnya membuat Malik mengurungkan niatnya yang hendak keluar dari dalam kamar.
"Harry?" Gumam Malik membaca nama pengirim pesan ke ponselnya. Malik pun segera membuka isi pesan yang dikirimkan Malik dan sesaat kemudian merasa terkejut karena Harry mengabarkan jika saat ini Yura dan Rey sedang berada di rumah sakit karena Yura sebentar lagi akan melakukan operasi untuk persalinannya.
Malik segera mengirim pesan balasan pada Harry jika ia akan datang ke rumah sakit lalu keluar dari dalam kamar untuk berpamitan pada Flower.
"Apa? Kau ingin ke rumah sakit untuk melihat Yura yang akan melahirkan?" Tanya Flower setelah Malik berpamitan padanya untuk pergi ke rumah sakit.
Malik pun mengangguk membenarkan.
"Aku mau ikut." Ucap Flower dengan cepat.
"Untuk apa kau ikut?" Malik merasa awas dengan permintaan istrinya.
"Aku hanya ingin ikut saja karena aku ingin melihat kondisi Yura sebelum dioperasi." Jawab Flower. "Ck. Kau tenang saja aku tidak akan berbuat jahat padanya. Aku hanya ingin melihatnya saja." Lanjut Flower kemudian merasa kesal karena Malik nampak tak mempercayainya.
Setelah melihat wajah istrinya yang tidak mencurigakan, akhirnya Malik pun mengangguk menyetujuinya. Flower pun bergegas kembali ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya dan tak lupa mengabari Suci dan Nia jika ia tidak jadi pergi berjalan-jalan bersama mereka pagi ini dan meminta menundanya hingga esok hari.
Flower mengangguk lalu bergegas keluar dari dalam rumah. Malik pun mengikuti langkah Flower dan tak lupa mengunci pintu rumah mereka.
*
Setelah menempuh tiga puluh lima menit perjalanan, akhirnya mobil milik Malik pun telah tiba di rumah sakit milik Dika. Flower dan Malik bergegas keluar dari dalam mobil lalu melangkah masuk ke dalam rumah sakit.
"Dimana ruangannya?" Tanya Flower.
Malik hanya diam saja sambil terus melangkah ke arah ruangan yang ia yakini ada Yura di dalamnya.
"Ini bukan ruangan operasi." Gumam Flower saat ia dan Malik berhenti di depan sebuah ruangan VIP dan saat ini Malik sedang berbicara dengan seseorang yang tidak asing di penglihatannya.
"Kau tidak ingin masuk?" Tanya Flower pada Malik.
Malik menggeleng. "Di dalam sudah ada kedua orang tau Nona Yura dan Tuan Rey." Jawab Malik.
Flower mengangguk paham lalu mendekat ke arah pintu agar ia dapat melihat situasi di dalam ruangan perawatan saat ini.
Deg
Flower tertegun di tempatnya saat melihat Rey yang kini tengah mengusap kepala Yura untuk menenangkan Yura yang hendak melakukan operasi beberapa jam lagi.
"Kak Rey... kau terlihat sangat menyayanginya." Ucap Flower tanpa merasa sakit seperti apa yang ia rasakan beberapa waktu lalu.
***