One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Saling bersahutan


"Me-mengangkatnya?" Ucap William dengan terbat.


"William!" Rania dibuat semakin kesal. Ia seperti flashback ke beberapa tahun lalu di saat Flower hendak lahir dan sikap suaminya persis seperti saat ini. "Ayo angkat putrimu atau ku tendang bokongmu!" Ucap Rani kemudian keras.


William menganggukkan kepalanya lalu segera mengangkat Flower dengan sisa-sisa akal sehatnya. Walau pun di umurnya yang sudah tak lagi muda, namun William tak kalah kuat dari Malik karena ia masih rajin berolah raga dan selalu mengutamakan kesehatan.


Rania pun segera mengikuti suaminya dari belakang keluar dari dalam kamar dan setelahnya mendahului William untuk keluar dari rumah menuju mobil William berada.


"Ya ampun bagaimana aku bisa melupakan kunci mobil!" Ucap Rania saat sudah berada di depan mobil dan tersadar jika belum mengambil kunci mobilnya.


"Anda pasti membutuhkan ini, Nyonya." Ucap Suroh menyerahkan kunci mobil sekaligus ponsel yang baru saja ia ambil dari dalam lemari yang ada di ruang tengah. Bukannya bermaksud lancang tapi Suroh hanya ingin mempercepat pergerakan majikannya.


"Terima kasih Suroh dan tolong jaga rumah." Ucap Mom Rania cepat lalu segera berlari ke arah mobil.


"Mommy perut Flow sakit." Flower menangis semakin keras di gendongan Daddynya. Ia pun melampiaskan rasa sakitnya dengan menggigit lengan Daddynya.


"Flower lengan Daddy sakit!" Ucap Dad William sambil meringis kesakitan.


Flower tak memperdulikannya justru semakin menggigit kuat lengan Dad William.


"Ayo masuk!" Ucap Mom Rania setelah membuka pintu belakang mobil.


"Kau juga ikut masuk!" Ucap Mom Rania kemudian saat suaminya hendak keluar dari dalam mobil setelah mendudukkan Flower di dalam mobil.


"Tapi aku akan menye—" perkataan Dad William terhenti karena Mom Rania dengan cepat memotongnya.


Dad William yang dibuat bingung sekaligus linglung pun akhirnya masuk ke dalam mobil setelah mendengar teriakan Mom Rania yang memintanya untuk masuk ke dalam mobil.


"Dia itu benar-benar." Ucap Mom Rania sambil menghidupkan mesin mobil. Setelahnya Mom Rania pun melajukan mobilnya keluar dari area perumahan.


Mom Rania segera menambah laju mobilnya setelah mobil keluar dari area perumahan. Dad William yang merasa terkejut dengan mobilnya yang melaju semakin kencang berniat memperingati istrinya tapi niatnya terhenti saat tangannya kembali digigit dan akhirnya ia pun berteriak kesakitan beriringan dengan Flower.


"Aaa..." teriak Flower dan Dad William secara berbarengan. Jika Flower berteriak karena perutnya yang semakin sakit, Dad William justru berteriak karena Flower bukan hanya menggigit lengannya tapi juga menarik rambutnya.


Mom Rania yang sedang mengendarai mobil mencoba tetap fokus pada jalanan dan semakin menambah kecepatan mobilnya. Untung saja pagi itu jalanan masih sepi karena hari masih sangat pagi dan masih gelap. Keputusannya untuk mengendarai mobil ternyata sudah benar karena ia yakin Dad William tidak akan fokus mengendarai mobil jika dalam keadaan seperti saat ini.


Selama berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit hanya terdengar suara ringisan dan teriakan dari Dad William dan Flower. Mom Rania yang masih mencoba untuk tenang dan menggunakan akal sehatnya dengan baik agar tidak panik hanya bisa diam mendengarkan suara teriakan anak dan suaminya yang terdengar saling bersahutan.


"Aaa sakit..." pekik Flower semakin menarik rambut Daddynya hingga membuat beberapa helai rambut Dad William tercabut dari kepalanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗