
"Mual? Kenapa bisa begitu?" Tanya Zaki pura-pura bodoh.
"Ck. Tentu saja aku merasa mual karena bayi dalam kandunganku tidak suka melihatmu ada di dekatku." Ketus Flower dan berhasil membuat Zaki membultkan kedua kelopak matanya.
"Ba-bayi?" Zaki tergagap.
"Ya. Bayiku." Ucap Flower sambil mengusap perutnya.
Glek
Zaki meneguk salivanya susah payah menatap perut Flower yang terlihat sedikit membuncit. "Kau sedang hamil?" Tanya Zaki.
Flower hanya diam sambil terus mengusap perutnya.
"Flow, kau sedang hamil?" Zaki kembali bertanya.
"Benar, Flower sedang hamil saat ini, Tuan." Jawab Andini mengambil alih jawaban Flower saat tatapan Zaki mengarah kepadanya.
"Apa?!" Zaki menggebrak meja sangking terkejutnya. Flower dan Andini pun ikut terkejut karena gebrakan meja oleh Zaki.
"Kau! Kau membuat bayiku terkejut!" Berang Flower.
Zaki mencoba mengatur nafasnya yang naik turun. "Maaf." Ucapnya pelan.
Flower menatap malas Zaki. Sedangkan Andini menatap bingung Zaki.
Ada apa dengan Tuan Zaki? Kenapa dia begitu terkejut mendengar Nona Flow hamil? Tanyan Andini dalam hati.
"Bagaimana kau bisa hamil sedangkan kau belum menikah?" Tanya Zaki mencoba tak percaya.
Flower pun dengan malas mengangkat jarinya untuk menunjukkan cincin pernikahan yang melingkar indah di jemarinya. "Kau bisa lihat ini." Ucap Flower.
"Ck. Untuk apa kau tahu? Tidak penting sekali." Ketus Flower.
Zaki menatap wajah Flower dengan intens. Percakapn di antara mereka terhenti karena seorang pelayan datang menanyakan pesanan makanan pada Zaki. Zaki pun menyebutkan makanan yang ingin ia pesan beserta minumannya. Setelahnya Zaki pun kembali bertanya pada Flower bagaimana bisa wanita pujaannya itu telah menikah.
"Jadi selama tiga bulan menghilang ternyata kau sudah menikah?" Zaki terlihat sangat patah hati karena bunganya untuk Flower sudah layu sebelum berkembang.
Flower hanya diam seakan enggan menjawab pertanyaan Zaki. Karena tak ingin membuat wanita pujaanya merasa tidak nyaman dengan keberadaannya, Zaki pun memilih diam tak melanjutkan pertanyaannya.
"Andini, sepertinya aku sudah merasa bosan berada di sini. Bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan kita menuju mall saja?" Ajak Flower setelah hampir dua puluh lima menit mereka bersama Zaki.
Andini menatap sungkan pada Zaki yang belum selesai menghabiskan makanannya yang baru sana datang.
"Tak masalah. Pergilah." Ucap Zaki yang seolah mengerti arti tatapan Andini.
Flower pun beranjak dari duduknya diikuti oleh Andini. Setelahnya mereka pun berpamitan pada Zaki untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Flower, kenapa kau terlihat sangat tidak menyukai Tuan Zaki?" Tanya Andini merasa bingung.
Flower menghela nafasnya sebelum menjawab. "Itu karena dia sangat menyebalkan. Sudahlah Andini, tidak perlu membahasnya." Ucap Flower. Sebenarnya Flower mau saja memberitahu Andini apa penyebab utama ia tidak menyukai Zaki, tapi Flower kembali berpikir jika hal itu tidak perlu diketahui oleh Andi.
Andini mengangguk saja tidak ingin bertanya lebih lanjut.
Zaki yang ditinggal oleh Andini dan Flower pun ternyata tak diam di tempat begitu saja. Ia pun segera bangkit dari duduknya untuk menyusul Andini dan Flower. Zaki berniat menjadi penguntit Flower hari ini berharap ia bisa mengetahui alasan Flower bisa menikah secara tiba-tiba bahkan Tuan William sampai tidak mengundangnya.
"Flower, walau pun jalur kuningmu sudah melengkung tapi aku akan berusaha untuk menikung suamimu." Ucap Zaki dalam hati sambil mengikuti motor Andini dari belakang.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗