One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tetap tenang


Emila telah keluar dari gudang setelah mencari ukuran pakaian yang Flower inginkan. Ia melangkah mendekati Flower dan Yura yang sedang duduk di kursi dengan jantung berdebar-debar karena bukan hanya ada Yura dan Flower saja di sana melainkan ada Malik juga.


"Ini, Kak." Flower menyerahkan pakaian itu kepada Flower.


Flower menerimanya. Melihat pakaian yang telah diserahkan kepadanya lalu berterima kasih kepada Emila.


"Sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu." Ucapnya dan diangguki oleh Flower.


Sebelum meninggalkan mereka, Emila menganggukkan kepalanya pada Malik yang menatapnya dengan tatapan tak bersahabat.


"Dia masih membenciku." Gumam Emila sambil melangkah menjauhi mereka.


"Sayang, kenapa kau diam? Apa kau tidak berniat mencoba bajunya dulu?" Tanya Malik melihat istrinya yang termenung setelah kepergian Emila.


"Aku rasa tidak perlu mencobanya karena aku yakin ukuran baju ini pas untukku." Jawab Flower. "Yura, ayo kita bayar barang-barang kita di kasir." Ajak Flower.


Yura mengiyakannya tanpa bertanya apakah Flower sudah puas dengan hanya membeli beberapa helai baju saja. Sebenarnya Flower belum cukup puas berbelanja di sana, namun karena tidak ingin membuat Emila merasa tidak nyaman karena kehadiran mereka membuat Flower memilih agar cepat meninggalkan toko tersebut.


Dari jarak yang tidak jauh dari mereka berada, Flower nampak dicegat oleh Dessy. "Apa kau oke?" tanya Dessy. Ia sempat melihat wajah tak bersahabat Emila saat masuk ke gudang tadi.


"Aku oke. Ada apa? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Emila.


"Karena aku melihat wajahmu sedikit murung. Aku pikir ada hal yang membuatmu tidak nyaman." Jawabnya.


"Hanya perasaanmu saja. Aku baik-baik saja." Emila tersenyum memperlihat jika dirinya baik-baik saja.


Dessy pun menganggukkan kepalanya seolah percaya dengan jawaban yang diberikan Emila kepadanya.


"Kalau begitu ayo lanjut bekerja." Ajak Emila.


"Baiklah, aku ingin menambah stok dompet dulu." Ucap Dessy dan diangguki Emila sebagai jawaban.


*


"Emila." Suara seorang wanita paruh baya yang terdengar tidak asing di telinganya membuat Emila membalikkan tubuhnya untuk melihat sosok wanita paruh baya itu.


"Bu Selvy, ada apa?" Tanya Emila ramah.


"Jam bekerjamu hari ini kan sudah habis, jadi bagaimana kalau kau langsung ikut ibu untuk berbelanja." Ajak Bu Selvy.


"Boleh, Bu. Kebetulan saya juga sudah selesai beres-beres dan tinggal pulang saja." Jawab Emila.


"Baiklah, kalau begitu ayo ambil tasmu dan langsung pergi bersama Ibu." Ajak Bu Selvy.


Emila mengiyakannya lalu berpamitan untuk mengambil barang-barangnya lebih dulu. sambil menunggu Emila kembali, Bu Selvy memilih menunggu dengan duduk di kursi tunggu.


Tak berselang lama, Emila nampak sudah kembali dengan membawa tas ransel miliknya. Melihat Emila sudah kembali membuat Bu Selvy langsung bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari dalam toko.


"Emila kau mau kemana?" Bu Selvy menahan pergerakan Emila saat melihat Emila hendak pergi ke arah parkiran motor.


"Saya ingin mengambil motor saya, Bu." Jawab Emila.


"Tidak perlu. Kau ikut dengan mobil Ibu saja. Nanti Ibu akan mengantarkanmu kembali ke sini untuk mengambil motormu." Ucap Bu Selvy.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗