
Flower mengiyakannya. Setelah duduk di sebuah meja yang ada di dalam resto, Flower pun mengatakan rencana mereka pada Malik. Mendengar istrinya akan pergi berjalan-jalan membuat Malik nampak bimbang untuk melepasnya.
"Kau tenang saja, aku berjanji tidak akan naik atau turun dengan eskalator." Ucap Flower yang mengerti kekhawatiran suaminya.
"Beberapa orang pengawal juga akan mengikuti kami nantinya." Yura menimpali perkataan Flower karena Malik tak kunjung menjawabnya.
Malik menoleh pada Rey yang duduk di depannya.
"Biarkan saja mereka pergi. Selagi berada di sini biarkan mereka pergi berjalan-jalan. Untuk keamanan mereka kau tidak perlu khawatir. Ada suster dan pengawal yang akan menjaga istri dan anak kita. Ucap Rey menenangkan Malik.
Dan berhasil, Malik merasa cukup tenang dan akhirnya membiarkan istrinya itu untuk pergi ke mall setelah makan siang.
"Suroh, ingatkan Flower untuk istirahat jika dia bergerak terlalu banyak." Pesan Malik pada Suroh yang kini sedang memangku Baby.
"Baik Tuan." Jawab Suroh patuh.
Flower merasa sangat senang karena akhirnya suaminya itu memperbolehkannya untuk pergi bermain ke mall. "Terima kasih Malik." Ucapnya pelan sambil menggenggam tangan Malik di bawah meja.
Setengah jam berlalu, makan siang mereka pun selesai, tak berselang lama Liza nampak datang menghampiri mereka dan memberitahu jika saat ini Tuan Arkana sudah menunggu di ruangan yang sudah ia sewa.
"Baiklah, katakan padanya jika kami akan menyusul." Jawab Rey.
Liza mengiyakannya lalu mengirimkan sebuah pesan pada sekretaris Tuan Arkana.
Melihat Liza yang berada di dekat mereka saat ini entah mengapa membuat Flower merasa tak suka dan memasang wajah sebal. Melihat wajah sebal istrinya membuat Malik menahan senyum dan mengusap punggung tangan istrinya untuk menenangkannya.
"Awas saja jika kau tergoda dengan wanita dedemit itu!" Ucap Flower setelah kepergian Liza.
Malik akhirnya tersenyum tipis mendengarnya. Ternyata istrinya itu masih saja menyimpan rasa tidak suka dan takut pada Liza padahal saat ini banyak orang yang berada di dekatnya.
Sedikitnya Flower merasa tenang mendengarkan perkataan dari Rey. Ia tak lagi banyak suara dan akhirnya membiarkan suaminya itu pergi bersama Rey untuk menemui Tuan Arkana.
"Apa kita langsung pergi saja?" Tanya Yura setelah tak lagi melihat sosok suaminya.
"Ya, langsung saja agar kita bisa lebih lama berada di dalam mall." Jawab Flower.
Yura mengangguk lalu mereka pun beranjak dari kursi masing-masing. Suster dan para pengawal yang diminta menemani mereka pun turut bersiap-siap mengikuti dua Nona muda tersebut.
"Kita akan pergi ke mall mana?" Tanya Flower setelah berada di dalam mobil.
"Ada beberapa mall yang ada di kota ini." Ucap Yura lalu menyebutkan nama mall apa saja yang ia maksud.
"Pergi ke mall yang baru buka itu saja." Jawab Flower tak ingin banyak berpikir. Toh mereka hanya ingin jalan-jalan atau menikmati beberapa kuliner yang ada di dalam mall bukan?
"Baiklah." Ucap Yura lalu meminta pengawal membawa mereka ke mall yang mereka maksud.
Mobil bewarna hitam itu pun melaju meninggalkan hotel tempat penginapan mereka.
Ditempat berbeda namun tidak terlalu jauh dari Yura dan Flower berada, seorang wanita nampak tengah berkendara menuju tujuan yang sama dengan mereka.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗