One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Bagaimana bisa?


"Apa maksudmu, katakan dengan jelas!" Titah Gerry menangkap ada hal yang tidak beres dari apa yang Malik ceritakan.


Malik mengangguk mengiyakan perkataan Gerry lalu mulai menjelaskan awal mula terjadinya malam kelam di antara dirinya dan Flower. Tidak ada yang Malik tutup-tutupi dari ceritanya. Ia mengatakan dengan jelas dan detail tanpa rasa malu sedikit pun.


William, Gerry dan Rey yang mendengarkan penjelasan Malik pun tentu saja dibuat sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak, mereka sangat tidak menyangka jika apa yang terjadi pada Flower saat ini adalah kesalahan dari Flower sendiri yang sudah salah masuk kamar bahkan menggoda Malik yang ia kira adalah Rey.


"Jadi maksudmu putriku-lah yang memperkosa dirimu?" Antara rasa tak percaya dan malu menjadi satu William rasakan saat ini.


Malik hanya diam tak ingin membenarkan atau menyalahkan perkataan William.


William pun mengusap kasar wajahnya. Bagaimana bisa putrinya itu bersikap ceroboh hanya karena patah hati dan kini merugikan dirinya sendiri.


"Apa pun alasannya kau tetap bersalah karena telah merusak putriku!" Ucap William dengan tegas setelah Malik selesai menjelaskan apa yang terjadi di antara mereka.


Malik mengangguk tanpa bantahan. Ia tidak menyangkal jika dirinya-lah yang salah atas apa yang telah terjadi. Terlebih kini sudah ada sebuah janin yang tumbuh di dalam rahim Flower dan itu adalah darah dagingnya.


"Saya akan bertanggung jawab pada anak yang dikandung Nona Flower saat ini." Ucap Malik tanpa ada kata pernikahan karena Flower sudah jelas-jelas menolaknya mentah-mentah saat ia berkata ingin bertanggung jawab padanya.


"Ck. Kau bukan hanya harus bertanggung jawab pada cucuku tapi juga pada putriku!" Tekan William.


"Suka atau tidak suka kalian harus tetap menikah! Saya tidak ingin cucu saya nanti lahir tanpa status pernikahan di antara kalian!" Tegas William.


Malik kembali diam. Untuk kali ini ia tidak dapat menjawab perkataan William karena ia turut membenarkan apa yang William katakan. Sebagai seorang pria yang akan dikaruniai seorang anak ia tentu saja tidak ingin anaknya nanti lahir tanpa status yang jelas untuk dirinya.


Gerry yang sejak tadi hanya diam pun akhirnya ikut angkat bicara membantu menyelesaikan permasalahan di antara William dan Malik. Sedangkan Rey memilih diam karena tidak ingin ikut campur dalam permasalahan Flower karena ada hati yang harus ia jaga. Walau merasa cukup terkejut karena apa yang terjadi pada Flower karena wanita itu begitu patah hati karena dirinya, namun Rey mencoba tetap tidak perduli.


Setelah berada di dalam ruangan Rey hampir dua jam lamanya, akhirnya William dan Gerry pun pergi dari ruangan kerja Rey dan meninggalkan perusahaan Bagaskara.


"Saya senang karena kau sudah bersikap layaknya seorang pria yang bertanggung jawab." Ucap Rey menepuk pundak Malik.


Malik hanya diam dengan wajah datar tanpa ekspresi. Namun Rey dapat melihat ada beban besar yang kini sedang dipikul oleh asistennya itu.


Sementara William dan Gerry yang sudah berada di dalam mobil William nampak saling terdiam memikirkan apa yang terjadi.


"Aku benar-benar malu. Bagaimana bisa Flower menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang wanita dengan memperkosa pria datar seperti Malik." Ucap William frustrasi lalu menjatuhkan wajahnya di atas kemudi.


***