
Setelah mendengarkan perkataan Malil, akhirnya Flower pun mengangguk mengiyakan permintaan Malik yang ingin mengajaknya pergi ke rumah ibunya esok hari dengan syarat jika mereka tidak akan menginap di rumah Ibu Venna.
Karena Flower sudah menyetujui ajakan darinya, akhirnya keesokan harinya Malik pun membawa Flower berkunjung ke rumah ibunya di waktu sore hari karena hari ini ia sudah meminta izin untuk pulang lebih awal.
"Apa kita tidak membeli buah tangan untuk Ibu? Kenapa kau tidak ada berhenti sejak tadi?" Tanya Flower karena sudah beberapa toko yang mereka lewati tapi Malik tak kunjung menunjukkan tanda ingin berhenti.
"Aku sudah membelinya sebelum menjemputmu tadi." Jawab Malik.
"Kau membeli apa? Kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Flower bingung.
"Lihatlah ke kursi belakang." Titah Malik dan Flower langsung melakukannya. Benar saja, di kursi belakang sudah terdapat beberapa macam kue dan buah-buahan untuk Ibu Venna di sana.
"Kenapa aku sampai tidak melihatnya." Ucap Flower setelah mengalihkan pandangannya dari buah tangan untuk mertuanya.
"Karena kau hanya fokus pada diriku sejak tadi." Kelakar Malik.
Flower hampir saja tertawa mendengarnya. Malik memang benar jika sejak tadi ia hanya terlalu fokus pada suaminya hingga tak melihat ke arah lain sejak masuk ke dalam mobil.
Mobil milik Malik terus melaju membelah jalanan hingga akhirnya tanpa terasa sudah sampai di kediaman Bu Venna.
Sebelum keluar dari dalam mobil, Flower terlihat menghela nafas sejenak sambil menenangkan hatinya agar bisa bersikap biasa saja saat bertemu dengan mertuanya nanti.
"Ayo." Malik menggenggam tangan Flowe untuk masuk ke dalam rumah ibunya.
Setelah masuk ke dalam rumah, pandangan Flower langsung tertuju pada Bu Venna yang sedang melangkah mendekati mereka.
"Malik, kau sudah datang?" Tanya Bu Venna saat sudah berada di hadapan putranya. "Kau datang bersamanya?" Bu Venna menatap pada Flower dengan datar.
"Ya. Malik membawa Flower." Jawab Malik datar.
Flower mengulurkan tangannya pada Bu Venna namun Bu Venna tak langsung menerimanya. Malik pun berdehem sebagai kode agar Bu Venna cepat menyambut tangan istrinya. Untung saja setelahnya Bu Venna langsung menyambut uluran tangan menantunya itu.
"Ayo silahkan duduk." Ajak Bu Venna pada anak dan menantunya.
"Ini untuk Ibu." Ucap Malik setelah meletakkan kue dan buah-buahan di atas meja sofa.
"Terima kasih. Kalau begitu Ibu ke belakang dulu." Pamit Bu Venna.
Flower dan Malik mengangguk mengiyakannya. Setelah kepergian ibunya, Malik langsung saja menggenggam sebelah tangan istrinya.
"Maaf jika sikap ibuku tidak baik kepadamu." Ucap Malik lembut.
Flower mengangguk. "Ibumu baik kepadaku." Jawabnya tak ingin Malik merasa sungkan.
Malik hanya diam menatap datar wajah Flower. Tak berselang lama Bu Venna nampak telah kembali dengan membawa minuman dan kue di atas nampan.
"Silahkan diminum." Ucap Bu Venna setelah meletakkan minuman di hadapan Flower dan Malik.
"Terima kasih, Ibu." Jawab Malik dan Flower hampir bersamaan.
Bu Venna mengangguk mengiyakannya. Pandangannya pun jatuh pada perut Flower yang terlihat semakin membuncit dari terakhir kali ia melihatnya.
"Malik, bukankah kau bilang jika satu bulan lalu sudah mengetahui jenis kelamin anakmu?" Tanya Bu Venna setelah mengalihkan pandangannya dari perut Flower.
"Ya. Anak kami berjenis kelamin perempuan, Ibu." Jawab Malik sambil mengusap perut Flower.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗