One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Memanasi dua wanita rubah


Mendengar jawaban Flower dan tangan Flower yang tengah mengelus perut buncitnya tentu saja membuat Emila menahan kekesalannya dalam hati karena secara tidak langsung Flower menyatakan jika Malik begitu menyayangi dirinya dan anak mereka hingga Malik tak membiarkannya kelelahan barang sedikit saja.


"Apa masih ada yang ingin anda bicarakan lagi, Nona? Kalau tidak saya pamit dulu karena bayi saya sudah ingin makan sejak tadi." Ucap Flower.


Emila hanya diam saja sambil memandang kesal Flower. Karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Emila, Flower pun memilih beranjak dari hadapan Emila dan Bu Venna.


"Tante..." Emila menatap Bu Venna dengan wajah sendunya.


"Sudahlah jangan bersedih begitu. Wanita itu tidak lebih baik darimu." Ucap Bu Emila menenangkan hati menantu idamannya.


Emila tersenyum dalam hati mendengar jawaban dari Bu Venna. Sungguh saat ini ia tidak menyangka jika Bu Venna jauh lebih memilih dirinya yang menjadi pasangan Malik dari pada menantunya sendiri. Bahkan Bu Venna dengan terang-terangan mengatakan jika dirinya jauh lebih baik dari pada menantunya itu.


Sementara Flower yang sudah berada di dapur nampak mengatur nafasnya yang naik turun sambil mengelus perutnya yang membuncit berharap anaknya tidak merasakan apa yang ia rasakan saat ini.


"Nona Flower, apa anda baik-baik saja?" Tanya pelayan pada Flower.


Flower menatap pada pelayan yang sedang menatap cemas padanya.


"Saya tidak apa-apa, Bibi." Jawab Flower seraya tersenyum.


Pelayan masih tak menyurutkan raut kecemasan di wajahnya saat ini. "Apa anda ingin makan, Nona? Saya akan menyiapkannya lebih dulu untuk anda." Ucapnya.


"Tidak perlu, Bibi. Biar saya bisa mengambilnya sendiri." Tolak Flower.


"Biar saya saja yang menyiapkannya, Nona. Lebih baik sekarang anda duduk saja di meja makan sambil menunggu saya menyiapkan makanan untuk anda." Ucap pelayan.


Walau saat ini ia sudah tidak berselera untuk makan karena kehadiran Emila dan perdebatannya dengan Emila tadi, namun Flower tetap berusaha menikmati makanan yang dihidangkan oleh pelayan karena ia tidak ingin karena mood buruknya membuat bayi dalam kandungannya merasa kelaparan.


*


Dua puluh menit berada di ruangan makan menikmati makanan yang dihidangkan oleh pelayan, Flower pun beranjak dan berniat kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam kamar. Saat melewati ruang tengah Flower kembali dibuat menghela nafas saat melihat Emila masih berada di sana dan sedang berbicara dengan Bu Venna.


"Flower, kau ingin kemana?" Bu Venna berniat menghentikan langkah Flower yang hendak menaiki tangga.


"Maaf, Ibu. Saya ingin ke kamar dulu untuk mengabari suami saya." Jawab Flower.


"Mengabari Malik? Untuk apa?" Tanya Bu Venna sedikit ketus.


"Tentu saja untuk mengabari suami saya jika saya sudah selesai makan. Suami saya selalu ingin diberi kabar apa saya sudah makan apa belum atau sekedar ingin mengetahui hal apa yang saya lakukan di rumah." Jawab Flower.


"Ck. Jangan bilang jika kau juga ingin mengabari Malik jika saat ini Ibu membawa Emila datang ke sini?" Tebak Bu Venna.


"Tentu saja, Ibu. Saya ingin mengabarinya jika saat ini saya mendapatkan tamu yang tak diundang, oh maaf, tamu yang diundang oleh Ibu." Jawab Flower.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗