One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Terima kasih telah menjaganya


Setelah puas saling memeluk dalam tangis, akhirnya pelukan itu terlepas. Dad William segera menghapus air mata di wajah putrinya juga istrinya. Ia pun mengajak Flower dan Mom Rania untuk duduk kembali dan melanjutkan memakan makanan mereka kembali.


"Jangan menangis lagi." Malik pun turut membantu menghapir air mata yang masih tersisa di pipi Flower dengan tisu di tangannya.


Flower menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. "Terima kasih karena telah mau memaafkan Flow, Daddy." Ucap Flower pada Dad William yang tengah menatapnya.


"Tanpa kau minta pun Daddy sudah memaafkanmu. Untuk saat ini Daddy hanya ingin kau menjadi wanita yang lebih baik lagi dan menyadari kesalahanmu di masa lalu." Jawab Dad William.


Flower tersenyum mendengarnya. Sungguh, kejadian hari ini tidak pernah terlintas di benaknya sebelumnya. Ia pikir akan begitu sulit mendapatkan maaf dari Dad William mengingat setelah ia menikah Dad William selalu menunjukkan sikap acuh kepadanya bahkan tak pernah sekali pun menanyakan kabar kepadanya.


"Kenapa rantang Mommy dibawa ke sini?" Tanya Flower saat pandangannya tertuju pada rantang yang ada di depan Mom Rania.


"Oh ini..." Mom Rania pun membuka tutup rantangnya. "Tadi Daddy belum sempat memakannya dan Mommy berinisiatif untuk membawanya. Tadi Mommy pikir ingin makan di ruangan kerja Malik saja. Tapi karena ternyata kau ada di sini jadi Mommy memilih membawanya untuk makan di sini saja." Jawab Mom Rania.


"Bagaimana Mom bisa tahu jika Flow makan di resto ini?" Tanya Flower bingung.


"Itu karena..." Mom Rania nampak bingung untuk menjawabnya.


"Sudahlah jangan membahasnya. Lebih baik sekarang lanjutkan makanmu agar cucu Daddy tidak kelaparan di dalam sana." Ucap Dad William.


Flower menganggukkan kepalanya. Walau pun masih merasa canggung berada dekat Daddynya karena sudah lama mereka tidak bertemu, namun Flower mencoba untuk menyamankan dirinya sendiri. Apa lagi saat ini hatinya benar-benar merasa senang karena pada akhirnya Daddynya mau memaafkannya bahkan dengan tulus mau menerima kehadiran bayinya.


Malik hanya tersenyum tipis lalu menatap pada Flower seolah meminta Flower untuk menjawabnya.


"Itu karena Flow hanya ingin makan satu berdua dengan Malik. Flow ingin disuapkan oleh Malik." Jawab Flower apa adanya.


Dad William tertegun mendengarnya. Ia sungguh tidak menyangka jika hubungan Flower dan Malik sudah jauh semakin dekat saat ini bahkan putrinya tanpa rasa malu mengungkapkan keinginannya sendiri pada Malik.


Di dalam hatinya Dad William merasa senang karena pada akhirnya Flower dapat menerima pernikahannya dan menerima kehidupannya saat ini bersama Malik. Walau ia tahu Malik tak memberikan kemewahan yang sama seperti yang ia berikan pada Flower, tapi Dad William dapat melihat dengan jelas walau dari jauh beberapa bulan terakhir ini Flower sangat bahagia dengan kesederhanaan di dalam hidupnya.


"Malik, terima kasih karena telah menjaga dan menyayangi putri Daddy dengan baik. Daddy tahu kau adalah pria yang bisa diandalkan." Ucap Dad William tulus pada Malik.


Malik menganggukkan kepalanya. "Itu memang sudah menjadi tugas saya, Dad. Sebisa mungkin saya akan memberikan kebahagiaan pada Flower dan anak kami." Jawab Malik.


Flower yang mendengarkan perkataan suaminya pun merasa berbunga-bunga.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗