One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kejutan di pagi hari


"Jawab! Apa yang kau lakukan di dalam kamarku? Kenapa kau begitu lancang masuk ke dalam kamarku tanpa izin?!" Flower terus mencecar Malik dengan banyak pertanyaan tanpa sadar jika kini tubuh bagian atasnya tengah polos dan terlihat jelas oleh Malik yang tengah menatapnya.


Malik yang hampir saja tergoda dengan pemandangan di depan matanya saat ini sontak menoleh ke arah samping. "Perhatikan bagian atas tubuhmu." Titahnya dengan datar.


"Apa maksud—" ucapan Flower terhenti berganti dengan rasa keterkejutan.


Deg


Baru saja Flower menurunkan pandangannya ia sudah dibuat terkejut melihat bagian atas tubuhnya yang polos. "Aaa..." sedetik kemudian Flower menjerit lalu menutupi tubuhnya dengan menarik selimut.


"Apa yang kau lakukan padaku?! Kenapa aku bisa telan-jang seperti ini?!" Maki Flower. Ia benar-benar terkejut bahkan jantungnya kini berdetak begitu cepat.


"Harusnya pertanyaan itu anda kembalikan pada diri anda sendiri." Sindir Malik. Bukan tanpa alasan Malik berkata seperti itu. Lagi pula sudah jelas jika Flower yang masuk ke dalam kamarnya, menggodanya lalu memperkosanya bukan?


"Apa maksudmu?" Flower yang tadinya marah mulai merasa ketakutan saat bayang-bayangan kejadian tadi malam mulai berputar di benaknya. Dengan gerakan ragu Flower menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya untuk melihat bagian bawah tubuhnya.


"Aaa..." sekali lagi Flower menjerit karena merasa sangat terkejut melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.


Malik menghela nafasnya lalu turun dari ranjang. Untung saja sebelum tidur tadi malam ia sempat memakai celana boxernya hingga kini Flower tak lagi melihat tubuh polosnya.


"Kau mau kemana?! Jelaskan ada apa ini?! Kenapa kau bisa masuk ke dalam kamarku dan...." Flower tak melanjutkan perkataannya saat Malik menoleh menatap wajahnya.


"Ini kamar saya." Tekan Malik.


Deg


Flower kembali dibuat tertegun. Ia mencoba mengingat dengan jelas kejadian tadi malam hingga akhirnya ia berada di dalam kamar seperti saat ini. Setelah kejadian demi kejadian mulai berputar di benaknya, Flower pun kembali berteriak semakin histeris.


"Sekali lagi saya tekankan ini adalah kamar saya." Malik rasanya tak tahu harus berbicara apa selain mengatakan jika kamar yang sedang mereka tempati adalah kamarnya.


Flower tak mempercayainya begitu saja. Ia menatap ke arah sekitarnya dan baru menyadari jika ada yang berbeda dari kamar yang sedang ia tempati saat ini. "Jangan bilang jika apa yang aku alami tadi malam bukan mimpi? Aku masuk ke dalam kamarku dan melihat keberadaan Kak Rey di dalam kamar." Flower mencoba meyakinkan dirinya walau meragu.


Malik yang mendengarkan perkataan Flower hanya bisa diam dan membiarkan Flower berpikir sesuka hatinya karena saat ini dirinya benar-benar merasa bersalah karena telah merusak seorang wanita dari keluarga Arnold.


"Ini tidak mungkin..." tubuh Flower mulai bergetar ketakutan. Untuk meyakinkan jika pemikirannya tidak benar, Flower menatap ke arah Malik dan memperhatikan tubuh Malik.


Deg


Deg


Flower tak dapat berkata-kata saat melihat banyaknya bekas kecu-pan dari bibirnya yang ada di tubuh bagian atas Malik. Bayang-bayangan bagaimana dirinya begitu liar menggoda Malik yang ia kira adalah Rey semakin berputar di benaknya.


"Tidak mungkin. Tidak mungkin aku memperkosanya." Ucap Flower lalu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.