One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Semoga tidak bertemu


Keesokan harinya, Flower nampak sudah sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke Riau esok hari. Dua buah koper berukuran besar sudah Flower siapkan untuk meletakkan baju miliknya, Malik dan Baby.


"Suroh, apa aku harus membawa lingerie?" Tanya Flower pada Suroh yang saat ini sedang membantunya memasukkan baju-baju Baby ke dalam koper.


"Lingerie? Untuk apa Nona?" Tanya Suroh dengan wajah bingung.


"Tentu saja untuk menggoda suamiku." Jawab Flower dengan wajah sebal karena Suroh tidak mengerti maksud perkataannya.


"Menggoda Tuan Malik?" Suroh masih saja memasang wajah bingungnya. Melihat kebingungan di wajah Suroh membuat Flower mengeluarkan salah satu koleksi lingerienya dan memperlihatnya pada Suroh. Setelah melihat bentuk lingerie yang Flower maksud barulah Suroh mengerti maksud perkataan bosnya itu.


"Jadi bagaimana?" Tanya Flower lagi.


"Terserah Nona saja." Jawab Suroh seadanya walau ia cukup bingung kenapa Flower ingin membawanya sedangkan perjalanan mereka besok hanyalah untuk menemani Malik yang ingin bekerja.


"Baiklah, kalau begitu aku bawa saja. Mana tahu rasa mualku hilang saat berada di sana nantinya dan aku bisa menggoda suamiku." Ucap Flower lalu tersenyum penuh arti.


Suroh mengangguk saja dan melanjutkan kegiatannya kembali. Setelah hampir satu jam membantu Flower mempersiapkan barang-barang bawaannya, Suroh pun berpamitan kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan barang-barangnya karena ia juga diajak pergi ke Riau esok hari.


"Agh, rasanya aku sudah tidak sabar untuk pergi besok." Ucap Flower sambil menatap dua koper yang sudah tersusun rapi di depannya saat ini.


Flower pun melakukan panggilan telefon pada Yura untuk memastikan apakah Yura benar-benar dibawa oleh Rey esok hari atau tidak. Setelah mendapatkan jawaban dari Yura yang mengatakan jika ia akan pergi membuat Flower tersenyum senang karena ia akan memiliki teman selain Suroh nantinya saat berada di riau.


"Wanita dedemit, jangan harap kau bisa senang karena akan pergi dengan suamiku. Kemana pun suamiku pergi aku akan selalu ikut dengannya agar kau tidak punya celah untuk menggoda suamiku." Ucap Flower dengan wajah sebal karena mengingat wajah sekretaris Rey.


"Kau tahu bukan jika wanita itu kini sedang berada di Riau? Apa kau tidak takut jika nanti bertemu dengannya?" Tanya Rey pada Malik yang kini duduk di hadapannya.


Malik menggelengkan kepalanya. "Saya rasa kita tidak akan bertemu dengannya, Tuan. Kota yang kita tuju cukup luas dan sedikit kemungkinan jika kita akan bertemu dengannya." Jawab Malik.


Rey nampak menimbang-nimbang jawaban dari Malik. "Jika kau berpendapat seperti itu tidak masalah. Semoga saja apa yang kau pikirkan saat ini benar." Jawab Rey kemudian.


Malik menganggukkan kepalanya. Walau pun nantinya ada kesempatan kecil yang mempertemukan mereka dengan wanita dari masa lalunya itu Malik sudah berjaga-jaga dengan membawa banyak pengawal untuk menjaga istri dan anaknya dari jarak dekat.


"Kalau begitu sekarang kau boleh kembali ke ruanganmu." Ucap Rey karena sudah tidak ada lagi yang ingin mereka bahas.


Malik mengiyakannya lalu keluar dari ruangan kerja Rey. Saat sudah berada di luar ruangan, Malik sudah disambut dengan senyuman manis di wajah Liza. Namun bukannya membalas senyuman Liza, Malik justru memasang wajah datar dan dinginnya.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗