One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Siapa wanita itu?


Karena begitu sangat penasaran dengan keluarga Malik dan sudah tidak sabar menunggu Malik kembali dari desa A, akhirnya keesokan harinya Flower pun mencoba mencaritahu tentang siapa keluarga Malik dengan bertanya pada Suci dan Nia.


"Jadi kau belum pernah bertemu dengan orang tua Tuan Malik, Flow?" Suci dan Nia nampak terkejut mendengar pernyataan Flower jika selama ia menikah dengan Malik ia belum pernah bertemu dengan orang tua Malik.


Flower pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Apa kalian sudah pernah bertemu dengan kedua orang tua suamiku?" Tanya Flower.


Nia dan Suci saling pandang sebelum menjawab. "Kami belum pernah bertatap muka langsung dengan orang tua Tuan Malik. Tapi beberapa bulan lalu sebelum kau menikah dengan Tuan Malik kami pernah melihat Tuan Malik membawa seorang wanita paruh baya dan wanita seumuran kita ke rumahmu saat ini." Jawab Suci.


"Wanita paruh baya dan wanita seumuran dengan kita?" Ulang Flower dan diangguki Suci dan Nia sebagai jawaban. "Apa wanita paruh baya itu adalah ibu suamiku?" Tanya Flower.


"Kami tidak dapat memastikannya. Tapi kalau dilihat dari wajahnya ibu itu memang sangat mirip dengan suamimu, Flow." Jawab Nia.


Suci pu mengangguk menyetujui perkataan Nia.


"Lalu wanita muda itu? Siapa dia?" Tanya Flower.


Suci dan Nia kembali saling pandang lalu menggelengkan kepalanya. "Kami tidak mengetahuinya." Jawab Suci kemudian.


"Apa dia adik Malik?" Flower pun mulai menebak-nebak siapa wanita yang dimaksud kedua temannya itu.


"Kenapa kau tidak langsung bertanya saja pada Malik, Flow?" Tanya Nia bingung.


"Aku sudah menanyakannya tapi suamiku berkata akan menjawabnya setelah dia pulang dari luar kota." Jawab Flower.


"Apa di saat pernikahanmu dan Malik orang tuanya tidak hadir?" Tebak Suci.


Flower pun mengangguk membenarkannya.


"Flower, apa kau baik-baik saja?" Tanya Nia saat Flower hanya diam saja dengan pandangan kosong.


"Emh, ya, aku baik-baik saja." Jawab Flower. "Agh, ya, sepertinya aku sudah harus kembali ke rumah karena aku tidak enak meninggalkan Mommyku terlalu lama di rumah." Ucap Flower.


"Flower, untuk saat ini kau jangan berpikiran yang macam-macam. Lebih baik kau sabar menunggu suamimu pulang dan menanyakannya langsung pada suamimu. Jangan sampai kau berpikiran yang tidak-tidak dan bisa berakibat buruk pada janinmu." Nasihat Suci.


Flower mengangguk mengiyakannya lalu berpamitan untuk kembali ke rumahnya.


Sementara Suci dan Nia masih tetap setia di posisi mereka sambil menatap kepergian Flower dari rumah Nia.


"Nia, kenapa saat itu aku merasa wanita itu bukanlah adik Tuan Malik melainkan kekasihnya, ya?" Tanya Suci pada Nia.


"Aku juga berpikiran yang sama. Sepertinya wanita itu kekasihnya Tuan Malik." Jawab Nia.


"Siapa pun dia yang terpenting saat ini Flower adalah istri Tuan Malik dan kita tidak perlu membahas hal yang membuat Flower berpikiran yang tidak-tidak." Ucap Suci.


"Kau benar." Ucap Nia mengiyakan perkataan Suci.


Flower yang tengah berjalan menuju kediamannya dan Malik kini tengah dibuat berpikir keras tentang siapakah dua wanita yang dimaksud oleh Suci dan Nia tadi.


"Jika wanita paruh baya itu adalah ibu Malik, kenapa Malik tidak membawa ibunya saat pernikahan kami beberapa bulan lalu?" Gumam Flower bertanya-tanya.


***