
Mom Rania pun memikirkan perkataan Dad William. Suaminya itu benar, jika tinggal bersama anak dan menantunya, ia jauh lebih bisa menjaga Flower apa lagi sebentar lagi Flower akan melahirkan dan membutuhkan seseorang untuk menemaninya.
"Kau benar. Lebih baik kita tinggal bersama mereka saja." Jawab Mom Rania.
Dad William tersenyum mendengarnya. "Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk putriku. Berjauhan dengan kita bukanlah hal yang baik menurutku saat ini." Ucap Dad William.
Mom Rania menganggukkan kepalanya. Mobil Dad William terus melaju membelah jalanan yang cukup padat siang itu mengikuti mobil milik Malik hingga akhirnya sampai di kediaman sederhana Flower dan Malik.
Suci dan Nia yang kebetulan sedang lewat di depan rumah Flower dibuat senang saat melihat Flower turun dari dalam mobil milik Malik. Suci dan Nia pun langsung menghampiri Flower dan memanggil namanya.
"Suci? Nia?" Ucap Flower dengan tersenyum lebar menatap kedua teman baiknya.
"Flower..." Suci dan Nia membalas senyuman Flower tak kalah lebar.
Flower pun segera memeluk Suci dan Nia secara bergantian. "Aku sangat merindukan kalian." Ucap Flower. Walau baru satu minggu tak bertemu namun Flower sudah sangat merindukan kedua teman baiknya itu.
"Kami juga." Jawab Suci dan Nia secara bersamaan.
Mom Rania yang melihat Flower tengah berbicara dengan kedua tetangganya segera menghampiri mereka.
"Hai, Tante." Sapa Suci dan Nia lalu mengulurkan tangan pada Mom Rania.
Mom Rania menyambut uluran tangan mereka secara bergantian sambil tersenyum. Tak lama Dad William pun turut menghampiri mereka dan menyalami mereka. Melihat betapa ramahnya Mom Rania dan Dad William membuat Suci dan Nia merasa kagum dengan mereka.
Walau pun berasal dari kalangan konglomorat tapi tak membuat mereka menjadi sombong dan bersikap ramah pada sesama. Tak lama berbicara dengan Flower dan Mom Rania, Suci dan Nia pun berpamitan untuk kembali ke rumah mereka.
Setelah kepergian Suci dan Nia, Flower dan Mom Rania pun masuk ke dalam rumah mereka.
"Kamar di rumah orang tua Mommymu juga kecil tapi Daddy nyaman tinggal di sana." Jawab Dad William mematahkan niat Flower.
Flower memasang wajah lesu. Ia melupakan jika Dad William sudah terbiasa tinggal di rumah sederhana. Daddynya bukanlah orang kaya sombong pada umumnya yang merasa tidak nyaman tinggal di tempat yang lebih kecil.
"Baiklah." Jawab Flower tak bersemangat lalu menghampiri Malik yang kini sedang berada di dalam kamar mereka.
"Ada apa?" Tanya Malik melihat wajah lesu istrinya.
"Daddy tetap ingin tinggal di sini." Keluh Flower.
Malik tersenyum mendengarnya. "Sudahlah. Apa salahnya mereka tinggal di sini. Kau jangan bersikap seperti itu. Bagaimana pun juga mereka adalah orang tuamu dan kau harus menghargai keputusan mereka." Tutur Malik lembut.
"Baiklah. Tapi apa kau masih tetap mau mengunjungi Baby kalau Mom dan Dad ada di sini?" Tanya Flower.
"Tentu saja. Kita tidur di kamar yang berbeda dan kedua orang tuamu tidak akan tahu aktivitas kita." Jawab Malik. Lagi pula beberapa bulan lalu Malik sudah memasang alat penyadap suara agar aktivitas panasnya dan Flower tidak terdengar oleh Suroh yang bekerja di rumah mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗