
"Tentu saja. Aku akan mengusahakan agar kita pulang lebih awal. Nanti aku akan membicarakan hal ini pada Ibu." Jawab Malik.
Flower tersenyum lebar mendengarnya. "Terima kasih." Ucap Flower.
Malik mengangguk mengiyakannya. "Kalau begitu aku mandi dulu. Kau istirahatlah." Ucap Malik.
"Aku sudah cukup istirahat hari ini. Aku akan menunggumu duduk di sofa saja." Ucap Flower.
"Terserah kau saja. Kalau begitu aku ke kamar mandi dulu." Ucap Malik dan Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Baby, syukurlah Daddymu mau mendengarkan suara hati kita. Bukannya Mommy tidak mau berada di sini, hanya saja Mommy takut jika kita terlalu lama berada di sini akan berbaya untuk keselamatanmu." Ucap Flower sambil mengusap perutnya yang membuncit.
Sementara Malik yang berada di dalam kamar mandi terlihat tengah memikirkan apa yang terjadi pada ibunya dan istrinya hingga membuat istrinya meminta pulang lebih awal di saat mereka baru satu hari menginap di rumah ibunya.
"Apa Ibu sudah bersikap buruk kepadanya?" Gumam Malik bertanya-tanya.
Karena merasa cemas dengan keadaan istrinya selama berada di rumah ibunya, akhirnya Malik pun memutuskan untuk meminta pelayan yang bekerja di rumah ibunya untuk melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan Flower selama berada di rumah ibunya.
Setelah mendapatkan laporan dari pelayan di rumahnya di hari ketiga mereka menginap Malik dibuat bingung karena pelayan selalu memberitahukan kegiatan Flower yang sama setiap harinya yaitu Flower hanya banyak menghabiskan waktunya di kamar bahkan beberapa kali melewatkan makan bersama dengan ibunya.
"Malik, ada apa denganmu?" Rey menegur Malik yang terlihat termenung di dalam ruangan kerjanya. Malik bahkan sampai tidak menyadari jika Rey masuk ke dalam ruangan bahkan sudah berdiri di depan mejanya sejak tadi.
"Tuan Rey?" Ucap Malik dengan wajah terkejut.
"Kau melamun?" Tanya Rey.
"Maafkan saya, Tuan." Jawab Malik merasa sungkan.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia tidak berani berbohong pada Rey karena Rey selalu mengetahui setiap kebohongannya.
"Apa tentang istrimu?" Tebak Rey. Karena tidak ada hal lain saat ini yang membuat Malik kepikiran selain tentang istrinya.
"Benar, Tuan." Jawab Malik. "Maaf, silahkan duduk dulu, Tuan." Lanjut Malik kemudian.
Rey mengiyakannya lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Malik.
"Jadi?" Tanya Rey penuh maksud.
"Maaf sebelumnya, Tuan. Apa Tuan membutuhkan sesuatu hingga masuk ke dalam ruangan saya?" Tanya Malik tak ingin mendahulukan urusan pribadinya.
"Ceritakan masalahmu lebih dulu. Kau tidak akan fokus bekerja jika pemikiranmu sedang kacau saat ini." Perintah Rey.
Malik mengiyakannya lalu mengatakan apa yang ada di dalam pemikirannya saat ini. Rey pun hanya diam mendengarkan Malik bercerita hingga selesai.
"Menurut saya lebih baik kau meminta pelayan di rumah untuk menceritakan apa saja yang terjadi di rumah selama kau bekerja bukan hanya menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan Flower." Ucap Rey.
"Maksud Tuan tentang Ibu saya juga?" Tanya Malik.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Bisa saja Flower hanya berdiam diri di kamar karena dia punya masalah atau ada rasa tidak enak dengan ibumu. Lagi pula tidak mungkin dia mengabaikan ibumu begitu saja dengan selalu mengurung diri di dalam kamar jika keadaan di rumahmu baik-baik saja." Ucap Rey.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗