One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Siram menyiram


"Sudahlah, lebih baik sekarang kita pergi dari sini!" Ajak Mom Rania lalu menarik tangan Dad William untuk pergi ke kamar mereka berada.


Dad William yang masih merasa bingung pun hanya bisa pasrah mengikuti istrinya melangkah ke arah kamar mereka berada. Setelah berada di dalam kamar, Dad William kembali mempertanyakan hal yang sama pada Mom Rania.


Mom Rania pun menghela nafas sejenak sebelum menjawab pertanyaan Dad William.


"Jadi?" Tanya Dad William dengan kening mengkerut.


"Kau masih saja tidak mengerti arti perkataanku tadi?" Tanya Mom Rania dan Dad William mengangguk sebagai jawaban. "Anak kita itu sedang melakukan penyuburan untuk cucu kita bersama suaminya." Jawab Mom Rania.


"Apa?!" Dad William terkejut sampai melebarkan kedua kelopak matanya.


Puk


Mom Rania menepuk lengan kekar Dad William. "Jangan terlalu berekspresi berlebihan. Kau dulu juga sering melakukan penyuburan pada Flower saat dia berada di dalam kandunganku." Ucap Mom Rania.


Dad William menatap malas pada istrinya. "Tapi saat itu aku mencintaimu sedangkan menantu kita belum tentu dia mencintai Flower." Jawab Dad William.


Puk


Mom Rania kembali menepuk lengan Dad William. "Kau ini seorang pemimpin perusahaan tapi masih berpikiran dangkal saja. Apa kau tidak lihat begitu banyak kebaikan dan perhatian yang Malik berikan pada Flower. Jika dia tidak mencintai Flower dia tidak mungkin bersikap seperti itu." Ketus Mom Rania.


"Bisa jadi dia bersikap seperti itu karena hanya menyayangi anak yang ada di dalam kandungan Flower." Jawab Dad William tak kalah ketus.


"Pikiranmu memang terlalu dangkal, Will. Kau tidak bisa melihat arti tatapan Malik pada anak kita. Lagi pula dia tidak mungkin mau melakukannya jika tidak mencintai putri kita. Orang seperti Malik bukanlah pria yang bisa melakukannya tanpa cinta." Tekan Mom Rania.


Dad William memilih diam mencerna perkataan istrinya.


Dad William yang mulai mengerti maksud perkataan Mom Rania pun menganggukkan kepalanya walau Mom Rania tidak dapat melihatnya.


"Ternyata menantuku itu ganas juga. Dia bisa melakukannya di sini dengan keadaan pintu tidak terkunci dan mengaum dengan keras." Ucap Dad William lalu menggelengkan kepalanya.


Sementara Malik dan Flower yang tidak mengetahui kejadian yang terjadi di luar kamar mereka tengah menuju puncak kenikmatan masing-masing hingga akhirnya terkulai lemas di atas ranjang.


"Malik, keringatmu sangat harum. Aku suka menciumnya." Ucap Flower sambil mencium jemarinya yang terdapat bekas keringat Malik.


"Harum?" Malik memicingkan kedua matanya.


Flower pun menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Malik. "Aku menyukai saat ku berkeringat seperti saat ini. Bagaimana kalau setiap hari kau berkeringat seperti ini saja agar aku menjadi lebih senang?" Tawar Flower.


Malik seketika melebarkan kedua kelopak matanya. Ia mengerti maksud perkataan istrinya yang berarti memintanya untuk menyiram bayi mereka setiap harinya.


"Tidak, aku tidak merasa harum jika berkeringat." Jawab Malik. Yang benar saha ia diminta terus menyirami anak mereka. Bisa-bisa anak mereka akan tumbuh lebih besar dari batas normal dan nanti kesulitan keluar dari rahim Flower.


"Kau tidak mau?" Flower menatap Malik dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia merasa sedih sekaligus kesal karena Malik menolaknya mentah-mentah.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.