One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Merasa senang dan bahagia


"Tidak. Aku baru saja gajian." Jawab Malik datar.


"Oh... kalau begitu setelah ini aku ingin kau membelikan aku stok es krim di rumah karena anakmu sangat menginginkannya." Pinta Flower.


"Kau yakin itu keinginan anakku?" Tanya Malik menatap datar Flower.


"Menurutmu?" Flower memasang wajah jengkel karena Malik tak mempercayainya. "Jika kau tidak percaya tidak usah membeliknnya." Lanjut Flower masih dengan wajah jengkel.


"Aku akan membelikannya untukmu." Jawab Malik pada akhirnya.


Flower mengangguk saja lalu mengalihkan pandangannya ke arah sekitar mereka. "Sudah lama sekali aku tidak makan di tempat seperti ini. Biasanya aku selalu pergi ke tempat seperti ini sendiri jika sedang bersedih. Menghabiskan uang Daddy untuk makan dan berbelanja di mall." Curhat Flower pelan entah pada siapa.


Malik yang mendengarkan curhatan hati Flower hanya diam tanpa berniat menyahutnya. Flower terus menatap ke arah sekitarnya dengan perasaan sedih. Jika biasanya ia bisa bebas menghabiskan uang Daddynya tapi berbeda dengan saat ini. Sepersen uang pun ia tidak punya jika tidak diberikan oleh Malik.


Sungguh menyedihkan. Ucap Flower dalam hati merasa miris.


Beberapa menit berlalu, beberapa orang pelayan datang ke meja mereka dan menghidangkan makanan di atas meja. Flower yang melihat banyak hidangan tersedia di meja makan dibuat terkejut melihatnya karena Malik memesan makanan sebanyak ini hanya untuk mereka berdua.


"Kau memesan makanan banyak sekali." Ucap Flower pada Malik.


"Hanya untuk satu bulan sekali." Jawab Malik singkat.


"Maksudmu? Kau akan mengajakku makan seperti ini hanya untuk satu bulan sekali setiap kau gajian?" Tanya Flower.


Malik mengangguk membenarkan perkataan Flower.


"Baiklah. Tak masalah." Jawab Flower yang mulai mengerti jika suaminya tidak sekaya Daddynya yang bisa membayar makanan mahal seperti ini setiap hari jika ia mau.


"Sekarang makanlah." Ucap Malik dan diangguki Flower sebagai jawaban.


Makan malam bersama Malik malam itu dilalui Flower dengan perasaan senang dan bahagia karena ia bisa kembali menikmati banyak makanan lezat di tempat yang mewah setelah hampir dua bulan tak lagi merasakannya.


Malik yang melihat bagaimana Flower begitu lahap menyantap makanannya hanya menatapnya dengan datar tanpa ekspresi apa pun di wajahnya.


"Ini sungguh menyenangkan." Ucap Flower dengan tersenyum pada Malik. Entah setan apa yang merasukinya hingga Flower bisa tersenyum seperti itu pada Malik.


Deg


Malik sedikit tertegun melihat senyuman yang terlihat tulus di wajah Flower saat ini.


"Ck. Kau jangan kepedean karena aku bukan tersenyum untukmu." Ucap Flower kemudian menyadari Malik tengah menatap intens wajahnya.


Malik pun memilih menatap ke arah lain dari pada membalas perkataan Flower.


Tak berselang lama seorang pelayan datang membawa box berisi makanan ke meja Flower dan Malik.


"Ini, Tuan." Ucapnya pada Malik.


"Terima kasih." Jawab Malik dan diangguki oleh pelayan.


"Apa itu?" Flower menatap bingung box di depannya.


"Sudahlah jangan banyak bertanya." Jawab Malik lalu bangkit dari duduknya.


"Kau ingin kemana?" Tanya Flower.


"Apa kau masih tetap ingin berada di sini?" Malik balik bertanya pada Flower.


"Tentu saja tidak." Jawab Flower lalu bangkit dari duduknya.


Malik pun melangkah keluar sambil menenteng box makanan di tangannya. Sedangkan Flower mengikuti langkahnya dari belakang dengan wajah bingung menatap box yang dibawa Malik.


***