One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Perkenalkan aku pada ibumu


Jantung Flower seakan berhenti berdekat setelah mendengarkan jawaban dari Malik. Manik matanya pun mulai berkaca-kaca karena hatinya kini merasa tak karuan. "Mak-maksudmu ibumu telah menjodohkanmu dengan wanita lain sebelum kau menikah denganku?" Tanya Flower sedikit terbata.


Malik menghembuskan nafas kasar di udara. "Tidak menjodohkanku. Hanya saja ibu telah memberikan pilihan wanita untukku." Jawab Malik.


"Itu sama saja." Pungkas Flower.


Malik menggelengkan kepalanya. Ingin sekali ia mengatakan jika ia tidak merasa dijodohkan karena ia pun memiliki perasaan dengan wanita pilihan ibunya yang kini sudah berganti status menjadi mantan kekasihnya.


Flower pun teringat dengan perkataan Suci dan Nia yang mengatakan jika mereka pernah melihat Malik datang membawa seorang wanita paruh baya dan wanita muda seusia dengannya.


"Apa kau pernah membawa wanita pilihan ibumu itu ke rumah ini sebelum menikah denganku?" Tanya Flower.


Malik tak langsung menjawab. Pandangannya kini fokus menatap kedua bola mata Flower yang sudah berkaca-kaca. Agh, rasa bersalah pun mulai menyeruak di dalam dadanya saat menyadari ia secara tidak langsung telah menyakiti hati istrinya itu.


"Aku tak ingin menjawabnya. Aku sudah menjawab apa yang kau pertanyakan beberapa hari yang lalu. Dan aku tidak memiliki kewajiban menjawab pertanyaanmu kali ini." Tekan Malik.


"Tidak bisa begitu. Ayo jawab pertanyaanku, Malik!" Flower mengguncang lengan Malik namun itu tak membuat Malik mau menjawab pertanyaannya.


"Ma—"


"Tidak semua pertanyaan harus memiliki jawaban, Flower." Tekan Malik memotong perkataan Flower.


Flower terdiam tak dapat berkata-kata. Melihat tatapan dingin suaminya membuat Flower meragu untuk kembali berbicara. Suaminya kini sudah seperti seekor macan yang siap mencabik-cabik mangsanya.


"Lebih baik sekarang kau istirahat." Ucap Malik kemudian.


Malik menatap lengannya yang kini dipegang oleh Flower. "Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku yang belum selesai di luar." Jawab Malik.


Flower tak langsung melepas lengan Malik begitu saja. "Jangan pergi dulu." Ucap Flower pelan penuh permohonan.


Malik pun menatap intens wajah istrinya menunggu kata yang keluar dari mulut istrinya.


"Jika kau menganggap aku dan anak ini adalah istri dan anakmu maka perkenalkan aku pada ibu. Tidak perduli bagaimana reaksi ibumu saat melihatku nanti. Yang jelas aku dan anak ini butuh pengakuan. Ingat, kau telah mengikatku di depan orang tuaku dan juga Tuhan. Aku berhak atas pengakuan darimu." Pinta Flower dengan tegas.


Malik mengusap kasar wajahnya. Entah mengapa ia merasa Flower saat ini tidak begitu mengerti keadaanya. "Aku akan memperkenalkanmu di saat sudah tepat. Ku harap bersabarlah." Pinta Malik.


Flower menggelengkan kepalanya. "Kau tahu betul bagaimana aku bukan? Jika kau tidak ingin maka aku bisa secara langsung mendatangi ibumu dan memperkenalkan diriku sendiri padanya." Ancam Flower.


"Jangan lakukan itu!" Titah Malik. Jelas saja ia tidak ingin wanita yang tengah mengandung anaknya itu nanti akan mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari ibunya.


"Kenapa? Apa kau malu memiliki istri seperti aku?" Flower menaikkan nada suaranya. Harga dirinya sebagai seorang wanita terasa jatuh saat ini.


"Bukan begitu. Aku akan memberitahu ibu lebih dulu jika aku sudah menikah sebelum aku membawamu bertemu dengannya. Jangan mendesakku." Ucap Malik. Ia memang sudah berniat untuk jujur pada ibunya dalam waktu dekat ini.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗