One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Hampir saja


"Jangan mendekat!" Pekik Flower karena Emila terus mendekat ke arahnya. "Tolong...!!" Flower berteriak berharap ada yang menolongnya saat ini.


Mendengar teriakan Flower membuat Emila gelagapan dan bertindak cepat melakukan niatnya. "Kau yang memintanya, Flow. Sekarang katakan selamat tinggal pada anak yang ada di dalam kandunganmu!" Ucap Emila lalu mendorong kedua bahu Flower.


Sedetik kemudian terdengar teriakan yang sangat keras oleh Flower. Emila tersenyum menyeringai lalu berlari meninggalkan eskalator sambil menutup wajahnya dengan masker.


"Rasakan! Aku yakin setelah ini kau dan Malik akan kehilangan calon bayi kalian!" Ucap Emila sambil terus berlari menuju tangga darurat agar tidak ada yang melihat pergerakannya.


"Hiks..." Flower menangis terisak-isak di dalam pelukan seseorang yang tadi menahan tubuhnya saat hendak terguling di eskalator. Ya, setelah tubuh Flower terdorong ke bawah eskalator seseorang yang sejak tadi mengawasinya dari jarak dekat langsung berlari menaiki eskalator dan menahan tubuh Flower.


"Flower!" Malik segera menuruni eskalator melihat istrinya yang kini berada di dalam pelukan seorang pria berbaju hitam.


Buk


Satu pukulan keras mengenai wajah pria itu hingga membuat pelukan Flower terlepas.


"Malik apa yang kau lakukan?!" Pekik Flower merasa terkejut melihat sikap suaminya.


"Dia yang apa-apaan? Kenapa dia memelukmu?!" Ucap Malik berang. Urat lehernya nampak menegang menandakan Malik sangat berang saat ini.


"Hiks..." bukannya menjawab Flower justru langsung masuk ke dalam pelukan suaminya. "Dia menolongku. Dia menolongku..." ucap Flower terisak di dalam pelukan Malik.


"A-apa maksudmu?" Tanya Malik tergagap.


"Hiks..." Flower tak menjawab pertanyaan Malik dan semakin terisak di dalam pelukan suaminya. Tubuhnya yang bergetar membuat Malik menduga jika istrinya sedang takut saat ini.


"Tuan, maaf, Tuan itu bukannya berniat jahat pada istri anda justru Tuan itu menolong istri anda yang hendak terjatuh dari eskalator tadi." Ucap seorang wanita yang sedang menggendong anaknya dengan berani mendekat pada Malik.


Pria berbaju hitam pun segera mendekat pada Malik melihat tatapan tajam Malik padanya saat ini.


"Maaf, saya hanya berniat menolong Nona Flower." Ucapnya datar.


Malik masih menatap tajam pada pria itu.


"A-aku takut..." ucap Flower semakin mendekap erat tubuh Malik.


Melihat banyak orang yang kini datang menggerubungi dirinya dan Flower, Malik pun langsung berinisiatif membawa Flower menuju tempat yang sedikit sepi. Tentunya pergerakan mereka diikuti oleh tiga orang pria berbaju hitam termasuk pria yang tadi menolong Flower.


"Flower, apa benar tadi kau hendak terjatuh dari eskalator?" Tanya Malik yang nampak sangat panik.


Flower menganggukkan tanpa bersuara karena kini suaranya tertahan oleh isakan tangisannya. Merasakan tubuh istrinya semakin bergetar karena ketakutan membuat Malik langsung menggendong istrinya. Ia berniat membawa istrinya menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi Flower saat ini.


"Maafkan aku." Ucap Malik memilih minta maaf dari pada mempertanyakan kejadian yang terjadi sebenarnya walau saat ini ia sangat merasa bingung bagaimana bisa istrinya itu hendak terjatuh dari eskalator.


Setibanya di besement, Malik diminta oleh salah satu pria berbaju hitam untuk masuk ke dalam mobil mereka saja. Melihat mobil yang sangat dikenalinya itu membuat Malik percaya dan masuk ke dalam mobil karena tidak mungkin ia menyetir dengan kondisi Flowee yang sedang ketakutan saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗