One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Launching Baby


Mendengar ucapan sayang sekaligus kata cinta dari Malik membuat tenaga Flower mulai bertambah. Flower pun menguatkan dirinya untuk bisa melahirkan Baby mereka ke dunia. Melihat Flower yang kembali bersemangat untuk melahirkan membuat dokter kembali membimbing Flower untuk mengejan.


"Aaa..." Flower mengejan sekuat-kuatnya dan beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan yang cukup keras memecahkan ketegangan di antara mereka.


"Sayang..." Malik tak kuasa menahan tangisanannya. Ia memeluk tubuh istrinya yang lemah untuk menyalurkan rasa bahagianya saat ini.


"Selamat Nyonya Flower, Tuan Malik. Bayi kalian sudah lahir dengan selamat dan jenis kelaminnya perempuan.


Ucap Dokter memperlihatkan bayi yang baru lahir ke dunia itu kepada Flower dan Malik.


Flower dan Malik menatap bayi mungil yang sedang menangis itu dengan deraian air mata di kedua pipi mereka masing-masing.


"Baby... anak Mommy." Ucap Flower sambil menangis.


Malik tersenyum pun dengan Dokter dan beberapa perawat yang ada di dalam ruangan. Dokter pun segera melakukan tugasnya meletakkan Baby di atas dada Flower untuk melakukan iniasi menyusu dini.


Rasa bahagia di dalam dada Flower semakin bertambah saat pertama kalinya bisa merasakan bagaimana putri kecilnya itu menye-dot putingnya dengan keras.


"Baby..." tangan Flower terulur mengusap lembut kepala putrinya.


Mom Rania dan Dad William yang berada di luar ruangan kini terlihat menangis saling berpelukan karena mendengar suara tangisan cucu mereka dari dalam ruangan persalinan.


"Cucu kita sudah lahir." Ucap Mom Rania sambil menangis di dalam pelukan Dad William.


"Iya Sayang... cucu kita sudah lahir dan sekarang kita sudah menjadi nenek dan kakek." Ucap Dad William.


Rania mengangguk dan tangisannya pun terdengar semakin keras karena rasa bahagianya.


Ceklek


Suara pintu yang terbuka dari dalam membuat pandangan Dad William dan Mom Rania tertuju ke arah pintu.


Mom Rania pun segera melepas pelukannya di tubuh Dad William dan langsung mempertanyakan bagaimana keadaan putri dan cucunya saat ini.


"Terima kasih, Dokter. Terima kasih karena telah membantu persalinan putri kami." Jawab Mom Rania setelah mengucapkan rasa syukurnya.


"Sama-sama, Nyonya, Tuan." Jawab Dokter lalu berpamitan untuk pergi.


Mom Rania dan Dad William saling berpelukan menyalurkan rasa bahagia mereka masing-masing. Tak berselang lama Bu Venna pun nampak berjalan tergesa-gesa ke arah mereka.


"Bagaimana keadaan Flower saat ini?" Tanya Bu Venna dengan wajah cemas.


Mom Rania tersenyum lalu memeluk tubuh besannya. "Flower sudah melahirkan. Cucu kita sudah lahir." Ucap Mom Rania.


"Apa? Agh syukurlah..." Bu Venna merasa lega. Rasa cemas yang ia rasakan sejak di dalam perjalanan tadi akhirnya sirna sudah.


"Maaf karena telat menghubungimu. Aku dan William sungguh cemas dengan keadaan Flower hingga lupa mengabarimu." Sesal Mom Rania.


"Tak apa. Aku mengerti untuk itu." Jawab Bu Venna tak berkecil hati. Sebagai seorang wanita yang pernah melahirkan dan pernah mendampingi seseorang yang melahirkan Bu Venna mengerti rasa cemas kedua orang tua Flower tadi.


Mom Rania tersenyum. "Sekarang kita sudah menjadi seorang Nenek. Agh senang sekali." Ucap Mom Rania dengan mata yang kembali berkaca-kaca.


"Ya. Putra dan putri kita juga sudah menjadi seorang ibu dan ayah." Jawab Bu Venna lalu tanpa sadar meneteskan air matanya karena Malik yang masih dianggapnya sebagai anak laki-laki kecilnya kini sudah memiliki seorang anak.


"Malik... putraku... kau benar-benar sudah besar, Nak." Ucap Bu Venna dengan haru.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗