One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Manis sekali


"Apa kau sudah siap?" Suara Malik menyadarkan Flower dari lamunan panjangnya.


"Eh." Flower seketika langsung menggenggam gaun malamnya. Bagaimana bisa ia terlalu larut dalam pemikirannya sendiri hingga tidak sadar belum memasukkan gaun malamnya ke dalam tas.


"Kau sudah siap?" Malik kembali mengulang pertanyaannya.


"Emh, ya. Aku sudah hampir siap." Ucap Flower terbata.


Malik memperhatikan ke arah tangan istrinya yang sedang menggenggam sebuah pakaian berenda. "Aku menunggumu di luar." Ucap Malik kemudian.


"Ya. Pergilah. Aku akan keluar jika sudah selesai." Jawab Flower cepat.


Malik mengangguk saja tanpa berniat mempertanyakan pakaian apa yang sedang berada digenggaman istrinya itu.


Flower pun menghembuskan nafas bebas di udara setelah kepergian Malik. Ia merasa lega karena Malik tidak mengetahui jika ia kembali membawa gaun malam untuk menggoda suaminya itu.


Karena tidak ingin membuat Malik kembali menunggu lebih lama, Flower pun segera memasukkan baju-baju gantinya ke dalam tas. Tak lupa ia juga memasukkan baju Malik yang sudah ia siapkan sebelumnya ke dalam tas.


"Baiklah, sekarang aku sudah siap dan sudah saatnya kami pergi." Ucap Flower. Flower pun memegang pinggangnya sambil bangkit dari duduknya. Usia kandungannya yang sudah semakin membesar membuat Flower mulai kesulitan untuk bergerak atau sekedar bangkit dari duduknya.


Malik yang sejak tadi sudah menunggu istrinya untuk keluar pun segera bangkit dari duduknya lalu mendekati Flower untuk mengambil alih tas yang tengah dipegang Flower.


"Kenapa tidak memanggilku untuk membawanya." Ucap Malik pada Flower.


"Ini tidak terlalu berat dan aku masih bisa membawanya." Jawab Flower seadanya.


Malik menggelengkan kepalanya. "Lain kali jangan membantah perkataanku. Kau tidak boleh membawa barang berat." Tekan Malik. Setelahnya Malik segera keluar dari dalam rumah untuk memasukkan tas ke dalam mobil.


"Tunggulah di sini. Aku ingin menghampiri Suroh sebentar." Ucap Malik.


"Baik, Tuan. Jika ada yang anda dan Nona butuhkan silahkan hubungi saya, Tuan." Jawab Suroh.


Malik menganggukkan kepalanya lalu melangkah meninggalkan Suroh setelah berpamitan padanya.


Suroh menatap kepergian Malik dengan senyuman manis terkembang di wajahnya. "Semoga saja hubungan rumah tangga Tuan dan Nona selalu dilimpahkan kebahagiaan." Harapnya.


"Ayo kita pergi." Ajak Flower saat melihat Malik keluar dari dalam rumah.


Malik menganggukkan kepalanya dan meminta Flower masuk ke dalam mobil. Setelahnya ia pun memutari mobil dan ikut masuk ke dalamnya.


"Kita akan menginap dimana?" Tanya Flower saat mobil mulai melaju meniggalkan perkarangan rumah mereka.


"Di hotel Dharma saja." Jawab Malik.


"Hotel Dharma?" Ulang Flower dan diangguki Malik sebagai jawaban. Flower sangat mengetahui siapa pemilik hotel Dharma. Siapa lagi jika bukan ayah kandung Yura.


"Kenapa, apa kau ingin kita menginap di tempat lain saja?" Tanya Malik melihat Flower yang hanya terdiam setelah ia menjawab pertanyaannya.


"Tidak. Kita menginap di sana saja." Jawab Flower cepat tak ingin Malik berpikiran yang aneh-aneh kepadanya.


"Baiklah, jawab Malik seraya tersenyum tipis.


Oh astaga.... apakah Malik baru saja tersenyum? Kenapa terlihat manis sekali. Aku jadi tidak sabar untuk menggigitnya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗