One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mengalihkan amarah


Emila melangkah meninggalkan Flower dengan kedua mata berkaca-kaca. Bu Asma yang paham apa yang dirasakan putrinya saat ini pun menggenggam erat tangan Emila. "Percayalah, semua orang memiliki jalan takdir yang berbeda-beda. Jika saat ini kau belum merasa bahagia dan belum memiliki pasangan yang terbaik untukmu, mungkin sebentar lagi pasangan terbaik itu akan datang kepadamu." Tutur Bu Asma.


Emila menganggukkan kepalanya. "Malik sudah bahagia dengan keluarga barunya, Ma. Seharusnya Emila juga bahagia karena orang yang Mila cintai bahagia dengan keluarganya." Ucapnya dengan senyum getir.


Bu Asma semakin menggenggam erat tangan putrinya. Karena tidak ingin membuat suasana hati putrinya menjadi bertambah kacau berada di dalam mall yang sama dengan Flower, Bu Asma pun mengajak Emila untuk pulang saja. Namun Emila tidak mengiyakannya, wanita itu memilih mengajak ibunya berbelanja di supermarket untuk membeli kebutuhan rumah mereka yang sudah habis.


*


Satu jam berlalu, Flower dan Yura nampak sedang menikmati makanan di salah satu restoran korea yang ada di dalam mall. Flower menikmati makanan yang baru masuk ke dalam mulutnya dengan tersenyum senang tanpa mengetahui jika saat ini suaminya tengah berjalan tergesa-gesa ke arah mereka berada.


"Flower." Suara Malik terdengar tertahan.


Flower menghentikan kunyahannya dan menoleh ke sumber suara. "Malik?" Ucapnya kurang jelas karena mulutnya masih berisi.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Malik sambil menahan dirinya yang ingin memeluk tubuh istrinya.


Wajah Flower nampak bingung. Ia tak menjawab pertanyaan Malik justru kembali melanjutkan mengunyah.


Malik membiarkan istrinya menghabiskan makanan yang ada di dalam mulutnya lebih dulu baru mengajak istrinya untuk berbicara.


Baby yang sedang duduk di kursi makan bayi pun berceloteh melihat kedatangan ayahnya. Ia pun mengulurkan kedua tangannya pada Malik meminta untuk digendong. Mengetahui keinginan putrinya, Malik pun mengeluarkan Baby dari kursi makannya.


"Kenapa kau ada di sini?" Akhirnya Flower bisa bersuara dengan jelas.


"Kau tanya kenapa?" Wajah Malik nampak datar dan dingin.


Flower mengangguk dengan wajah polosnya karena ia memang tidak tahu suaminya akan datang menghampirinya.


"Karena aku mencemaskanmu. Kenapa kau bisa bertemu dengan wanita itu bahkan berbicara denganya?" Tanya Malik dengan suara tertahan. Yura yang melihat ekspresi Malik saat ini pun dapat menebak jika suami Flower itu tengah mencemaskan istrinya.


Flower meneguk salivanya susah payah karena ketahuan baru saja bertemu dengan Emila. Pandangan Flower pun langsung tertuju pada ketua pengawal yang ia yakini menjadi ember menyampaikan informasi itu pada Malik. Yang ditatap pun hanya memasang wajah datarnya seolah tidak bersalah.


"Ayo jawab pertanyaanku, Sayang." Malik menekan kata sayangnya.


"Sayang... sepertinya Boy ingin disuapi makanan olehmu." Ucap Flower dengan wajah memelas sambil mengelus perutnya.


Malik menghela nafasnya karena Flower tak menjawab pertanyaannya justru memberikan permintaan kepadanya.


"Boy, apa kau benar-benar ingin disuapi makanan oleh Daddymu?" Tanya Flower pada janinnya.


"Iya Mommy." Flower menirukan suara anak kecil.


Yura yang mendengarkannya pun menahan tawa karena ia tahu Flower ingin mencari cara lepas dari amukan suaminya.


"Ayo jawab—" perkataan Malik terbuang sia-sia saat Flower menundukkan pandangannya.


"Sepertinya Daddymu tidak mau menyuapkan Mommy, Boy." Adunya pada janinnya.


Mau tidak mau Malik menurunkan egonya untuk bertanya pada Flower dan menuruti keinginan istrinya yang ingin disuapi lebih dulu.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗