One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mencemaskan kalian berdua


"Jangan ditutupi. Aku sudah mengetahui semuanya dari pelayan. Apa saja perkataan buruk ibuku padamu bahkan perbandingannya padamu." Ucap Malik.


Deg


Flower tertegun mendengarnya. Ia hanya bisa menatap Malik dalam diam tanpa berniat menjawab perkataan Malik.


"Sekarang ayo kita ke dokter." Ajak Malik.


"Ke dokter? Untuk apa?" Flower kembali dibuat bingung.


"Untung mengecek kondisi kandunganmu. Aku sangat takut terjadi apa-apa pada kalian." Malik mengusap perut Flower dengan wajah cemas.


"Malik, kau ini apa-apaan? Aku dan Baby baik-baik saja." Ucap Flower.


"Jangan berbohong. Aku tahu kau sering merasakan sakit pada perutmu akhir-akhir ini." Tekan Malik. Ia sungguh dibuat kesal dengan istrinya yang tidak mau jujur padanya.


Flower kembali tertegun. Mau tidak mau ia pun menuruti perkataan Malik untuk membawanya ke rumah sakit. Lagi pula sejak kemarin Flower cukup takut terjadi apa-apa pada kandungannya karena ia sering merasakan sakit pada perutnya.


Malik pun menunggu Flower yang sedang berganti pakaian di luar kamar sambil menghubungi dokter kandungan untuk menyampaikan jika mereka akan datang ke rumah sakit sebentar lagi. Kali ini Malik menggunakan kekuasaan yang ia punya agar sampai di rumah sakit nanti Flower langsung bisa diperiksa karena ia benar-benar khawatir dengan kondisi kesehatan kandungan istrinya itu.


"Aku sudah siap." Ucap Flower setelah keluar dari dalam kamar.


Malik mengangguk lalu meraih tangan Flower dan menuntunnya turun ke lantai bawah.


"Malik, kau jangan berlebihan seperti ini. Aku sungguh bisa berjalan sendiri." Ucap Flower merasa sedikit aneh dengan sikap suaminya saat ini.


"Sudahlah jangan banyak membantah." Titah Malik.


Flower terdiam tak lagi bersuara. Ia memilih mengikuti Malik hingga akhirnya masuk ke dalam mobil.


"Kenapa kau pulang sangat awal hari ini?" Tanya Flower karena ia baru menyadari jika Malik pulang lebih cepat lagi dari tiga hari yang lalu.


Malik pun segera melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah ibunya. Secara bersamaan mobil Bu Venna nampak masuk ke dalam perkarangan rumah. Malik memilih mengabaikan kedatangan mobil ibunya dan terus melajukan mobilnya.


"Bukankah itu Malik? Kenapa dia sudah pulang?" Gumam Bu Venna sambil menyetir mobilnya.


Setelah mobil terparkir di depan rumah, Bu Venna pun segera masuk ke dalam rumah dan memanggil pelayan di rumahnya.


"Suroh, apa Malik pulang lebih awal hari ini?" Tanya Bu Venna pada pelayannya.


Suroh menganggukkan kepalanya. Wajahnya nampak pucat karena takut majikannya tahu apa yang baru saja ia katakan pada Malik.


"Benar, Nyonya." Jawab Suroh sedikit terbata.


Bu Venna tak memperdulikan kegugupan Suroh saat ini karena yang ada di dalam pemikirannya untuk apa Malik pulang lebih awal hari ini.


"Apa kau tahu kemana Malik pergi?" Tanya Bu Venna kemudian.


"Saya tidak tahu, Nyonya. Tuan Malik pergi tidak berpamitan pada saya." Jawab Suroh.


"Apa Malik pergi membawa istrinya?" Tanya Bu Venna lagi.


"Saya juga tidak tahu, Nyonya." Jawab Suroh seadanya karena ia baru saja masuk dari halaman belakang.


Bu Venna meninggalkan Suroh begitu saja dan tujuannya saat ini adalah ke kamar Malik untuk memastikan apakah Malik membawa istrinya atau tidak.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗