One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Jangan melihat perutku!


"Flower!" Rania menatap tajam pada putrinya yang bersikap tidak sopan pada tamu mereka.


Flower tak memperdulikan tatapan tajam Rania justru semakin memasang wajah tidak suka pada pria yang sudah berada dekat dengan mereka.


"Maaf mengganggu pagi-pagi, Nyonya." Ucap pria itu pada Rania.


"Tidak masalah. Apa kau sudah sarapan?" Tanya Rania.


Pria itu mengangguk.


"Kalau begitu ayo duduk di ruang tamu saja, Malik." Ajak Rania. Ya, pria yang tengah datang bertamu ke kediaman Rania dan William pagi itu adalah Malik.


Malik mengangguk mengiyakannya sedangkan Flower mengepalkan kedua tangannya menatap pada Malik.


"Flower, ayo ikut Mom ke ruang tamu!" Titah Rania dengan tegas.


"Tapi, Mom..." Flower merasa enggan namun mau tidak mau ia tetap mengikuti perkataan Rania.


Dan di sinilah kini mereka berada, di ruang tamu dengan saling duduk berhadapan.


"Ada apa kau datang ke sini, Nak?" Tanya Rania lembut pada Malik. Walau merasa marah dan kecewa pada Malik karena telah merusak putrinya hingga hamil, namun Rania masih bisa menahan dirinya di depan Malik dengan bersikap baik. Terlebih kini ia sudah dapat melihat hasil pemukulan William yang terlihat jelas di wajah Malik.


"Tujuan saya datang ke sini untuk menemui Nona Flower dan berniat bertanggung jawab kepadanya, Nyonya." Jawab Malik datar.


"Apa?! Kau ingin bertanggung jawab kepadaku?" Pekik Flower.


Malik pun mengangguk membenarkannya.


"Ck. Jangan bermimpi! Sampai kapan pun aku tidak mau menikah dengan pria seperti dirimu!" Ucap Flower angkuh.


"Flower!" Rania meninggikan suaranya pada Flower. "Jaga ucapanmu!" Lanjut Rania.


Flower terdiam sambil menahan amarah di dalam dadanya saat ini. Dari kemarin semua orang memintanya menikah dengan Malik yang sudah jelas adalah rivalnya. Tentu saja permintaan orang-orang itu membuatnya muak dan kini bertambah muak karena kedatangan Malik kepadanya.


"Apa kau tidak ingat dengan perkataan Daddymu kemarin? Apa kau melupakannya begitu saja?" Tanya Rania penuh penekanan.


"Jika kau masih ingat maka bersikaplah dengan sopan dan hargai kedatangan Malik ke sini!" Titah Rania.


Flower kembali diam merasa enggan untuk menjawabnya.


"Maaf, Nyonya, bolehkan saya meminta waktu berbicara dengan Nona Flower sebentar?" Pinta Malik.


Rania menatap Malik dan Flower secara bergantian. Ia memang harus memberikan ruang pada Flower saling berbicara satu sama lain.


"Kalian bisa berbicara di taman samping." Jawab Rania.


"Terima kasih, Nyonya." Ucap Malik sopan dan datar.


Rania mengangguk dan meminta Flower membawa Malik ke taman samping rumahnya. Dengan perasaan kesal Flower menuruti keinginan Mommynya dan melangkah ke arah taman samping rumahnya diikuti oleh Malik di belakangnya.


"Semoga saja mereka dapat mengambil jalan keluar dengan kepala dingin." Ucap Rania sambil menatap punggung Flower dan Malik yang hampir hilangan dari penglihatannya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Flower ketus pada Malik.


Malik menatap datar pada Flower lalu berkata. "Saya ingin bertanggung jawab pada anda dan anak saya yang ada di dalam perut anda." Ucap Malik lalu menatap ke arah perut Flower.


Sontak saja melihat arah tatapan Malik membuat Flower dengan cepat menutup perutnya dengan kedua tangannya. "Hei, jaga matamu! Berani sekali kau menatap pada perutku!" Bentak Flower.


"Tentu saja saya berani karena ada anak saya di dalam sana." Jawab Malik datar tanpa ekspresi.


"Kau..." Flower dibuat geram. "Ini perutku dan kau dilarang keras untuk melihatnya!" Titah Flower tegas.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Flower dan Malik update, silahkan mampir di novel shy yang berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.