
Emila dan Bu Selvy telah berada di dalam mall dan langsung menuju sebuah toko yang menjadi tempat tujuan mereka saat ini. Bu Selvy nampak membawa Emila masuk ke dalam sebuah toko jam yang Emila ketahui adalah toko jam merk terkenal.
Tidak terlalu banyak bertanya pada pegawai toko, Bu Selvy langsung saja mengatakan type jam yang ia inginkan saat ini. Pegawai toko pun langsung menunjukkan jam yang Bu Selvy cari.
Emila yang melihatnya pun hanya bisa diam dan memastikan jika harga jam yang Bu Selvy pilih sangatlah mahal.
"Saya mau yang warna ini saja." Ucap Bu Selvy.
Pegawai toko itu mengangguk lalu membawa jam tangan tersebut ke meja kasir. Di luar dugaan Bu Selvy kembali memanggil pegawai toko yang lainnya untuk memilihkan jam terbaik untuk Emila.
"Emila, kau pilih saja yang mana yang kau suka. Ibu akan membelikannya untukmu." Ucap Bu Selvy.
Emila seketika menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, Bu. Untuk Tuan Arkana saja." Jawab Emila. Ia tidak seberani itu menerima pemberian barang dari Bu Selvy yang sudah terlalu sering baik kepadanya.
"Emila, ini adalah perintah." Bu Selvy mengeluarkan jurus andalannya. Melihat itu tentu saja membuat Emila takut dan akhirnya memilih jam yang menurutnya harganya cukup murah.
"Satu juga seratus lima belas ribu?" Ucap Emila dengan kedua mata membola.
"Apa tidak ada yang lebih bagus?" Tanya Bu Selvy karena menurutnya itu terlalu murah untuk Emila.
"Ada, Nyonya." Pegawai toko hendak menunjukkan jam yang lain namun Emila dengan cepat menghentikannya. "Yang ini saja, Kak." Ucapnya.
Bu Selvy pun akhirnya pasrah membiarkan Emila mengambil jam yang menurutnya cukup sederhana untuk Emila.
Tak berselang lama, Bu Selvy sudah selesai melakukan pembayaran dan menyerahkan tas berisi jam tangan pada Emila. "Gunakan jam tangan ini, ya." Ucap Bu Selvy.
Bu Selvy mengangguk mengiyakannya lalu mengajak Emila menuju toko baju untuk mencari hadiah yang lain untuk putranya. Melihat betapa semangatnya Bu Selvy mencarikan hadiah untuk putranya membuat Emila berpikir jika Tuan Arkana sangat beruntung memiliki orang tua yang sangat menyayanginya bahkan di usianya yang sudah menginjak tiga puluh tahun.
*
Hari demi hari berlalu, Emila dan Bu Selvy terlihat semakin dekat dan tak jarang Bu Selvy meminta Emila untuk mengantarkan makanan ke rumah Arkana dan istrinya lebih dulu sebelum pulang karena jalan rumah Arkana dan rumahnya sejalan.
Setiap mengantarkan makanan ke rumah Arkana, Emila tidak pernah bertemu dengan Arkana atau pun istrinya. Ia hanya bertemu dengan pelayan dan menitipkan makanan yang dibawa pada pelayan yang ditemuinya tersebut.
"Bu Selvy sangat baik sekali ya, Mila, selalu memberikan makanan untukmu." Ucap Bu Asma saat Emila menyerahkan makanan pemberian Bu Selvy pada ibunya. Ya, seperti itulah Bu Selvy, selain menitipkan makanan untuk Arkana dia juga memberikan makanan sebagai ucapan terima kasih pada Emila.
"Iya, Ma. Bu Selvy memang baik pada semua karyawannya." Jawab Emila tak ingin ibunya salah paham.
"Kau beruntung sekali bisa memiliki bos seperti Bu Selvy yang tidak mempermasalahkan masa lalumu yang buruk. Semoga saja calon mertuamu nanti sama seperti Bu Selvy yang tidak mempermasalahkan masa lalumu." Harap Bu Asma.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗