One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Apa mungkin jodoh?


"Memangnya kau saja yang bisa membuatku menjadi kesal?" Ucap Flower pelan sambil melangkah menggandeng tangan Malik.


Liza yang melihat kemesraan Flower dan Malik dari belakang tubuh mereka dibuat sangat panas namun masih mencoba memasang ekspresi baik-baik saja.


Kenapa banyak sekali manusia yang ingin membuatku kesal hari ini? Ucap Liza dalam hati.


Setelah berada di dalam lobby hotel, Rey dan Malik langsung saja menghampiri resepsionis untuk melakukan check in, setelahnya mereka mengajak istri dan anak-anak mereka untuk pergi ke kamar penginapan mereka.


Dan lagi saat mengetahui jika lantai kamar penginapan mereka dibuat terpisah dengannya membuat Liza sangat kesal dalam hati. Angan-angannya yang ingin melihat wajah Malik di saat keluar dari dalam kamar setiap pagi sirna sudah karena lantai kamar mereka terpisah dan membuatnya yakin jika nanti dan keesokan harinya mereka akan bertemu di tempat pertemuan saja.


"Sungguh menjengkelkan!" Geruty Liza pelan.


Bukan hanya lantai kamar saja yang dibuat terpisah dengannya, tapi saat masuk ke dalam lift pun ia dibuat terpisah dari rombongan Malik karena pengawal menyebalkan itu memintanya masuk ke dalam lift yang berbeda.


"Kau benar-benar menguji kesabaranku, ya!" Gerutu Liza pada pengawal itu.


Pengawal yang dimaksud oleh Liza menulikan telinganya sambil tetap fokus menatap ke pintu lift. Tak ingin emosinya semakin menggebu-gebu karena pengawal yang ia katakan menyebalkan itu, Liza pun memilih diam dan menatap ke arah lain agar tak melihat tubuh pria itu.


Di lift yang berbeda, Flower yang melihat Liza berada di lift yang berbeda dengan mereka pun tersenyum puas karena suaminya dan dirinya dijauhi dari wanita dedemit itu.


"Kenapa kau tersenyum sendiri?" Tanya Malik merasa seram melihat senyuman di wajah istrinya akhir-akhir ini. Malik pun mulai menebak-nebak hal apa lagi yang direncanakan istrinya untuk mengerjainya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Memangnya salah jika aku tersenyum?" Flower balik melontarkan sebuah pertanyaan dengan wajah sebal.


Melihat itu membuat Malik dengan cepat menjawab. "Tidak, kau terlihat sangat manis jika tersenyum." Ucapnya tak sesuai dengan fakta yang ia rasakan.


"Uhuk." Rey terbatuk mendengar Malik memuji Flower.


"Kau tak apa?" Tanya Yura yang mendengar suaminya batuk.


Malik yang tahu batuk Rey adalah batuk mengejek untuknya pun menghela nafas panjang.


Ting


Pintu lift terbuka. Rey dan Malik segera keluar dari dalam lift mengikuti istri mereka masing-masing sambil menggendong bayi mereka.


"Jadi kita menginap di lantai yang sama?" Tanya Flower pada Yura.


"Sepertinya begitu." Jawab Yura seraya tersenyum.


"Wah, asik sekali!" Ucap Flower merasa senang. Pandangan Flower pun jatuh pada Suroh yang sedang melangkah di belakangnya sambil menggendong Kenzo.


"Anak tampan, beberapa hari ke depan kita akan banyak bertemu." Ucap Flower pada Kenzo dengan mata berbinar. Entah mengapa Flower merasa jatuh hati pada Kenzo yang terlihat sangat tampan di matanya.


"Iya, Tante. Kenzo sangat senang sekali." Jawab Yura menirukan suara anak kecil.


Flower tersenyum mendengarnya. Ia pun memegang tangan Kenzo lalu mengecupnya.


"Yura, menurutmu apa mungkin jika sudah besar nanti Kenzo akan tertarik pada putriku? Maksudku bisa saja kan jika orang tuanya tidak berjodoh tapi anak-anaknya berjodoh." Ucap Flower mengeluarkan isi pemikirannya.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗