One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kenapa dia marah?


Ada sebuah kesenangan yang Malik rasakan jika tidur di kamar putri kecilnya. Di saat putri kecilnya terbangun di kala malam ia bisa menjalankan perannya sebagai seorang ayah yang baik dengan memberikan susu untuk Baby dan menidurkan putri kecilnya kembali. Tak hanya itu saja, ia bisa menghabiskan waktu cukup lama bersama Baby karena saat pagi sudah datang ia sudah mulai disibukkan dengan pekerjaannya kembali. Malik tidak merasakan keberatan sedikit pun melakukannya walau ada waktu tidur yang harus ia korbankan untuk mengasuh Baby di malam hari.


Beberapa hari sudah berlalu, Flower masih saja bersikap sama tidak ingin dekat-dekat dengannya dan jika melihat wajahnya terasa ingin muntah saja. Malik pun mencoba memaklumi gejala kehamilan yang dirasakan istrinya itu saat ini.


Ia menghargai permintaan Flower untuk tidak tidur bersamanya dan memilih tidur dengan Baby saja sambil menjaganya di malam hari. Pagi itu, di saat Malik baru saja terlelap setelah hampir dua jam terbangun untuk memberi susu dan menidurkan Baby kembali, ia sudah dikejutkan dengan suara ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar.


"Malik..." suara seorang wanita memanggil namanya terdengar tidak asing di telinganya.


Malik menatap ke arah pintu yang masih tertutup rapat dan menimbulkan bunyi dari luar. Lalu ditatapnya putrinya yang masih tertidur di sampingnya seolah tidak merasa terganggu dengan suara berisik dari luar. Tak ingin membuat putrinya terbangun dari tidurnya, Malik segera bangkit dari pembaringan lalu melangkah ke arah pintu kamar.


"Mommy?" Ucapnya setelah pintu terbuka.


"Maaf mengganggumu, Malik." Ucap Mom Rania dengan wajah sungkan.


"Ada apa ini Mommy?" Tanya Malik bingung.


Mom Rania menghela nafas sebelum menjawab. Dapat Malik lihat Mom Rania saat ini merasa sungkan untuk berbicara.


"Mom?" Malik kembali bersuara.


"Flower, istrimu tengah menangis di dalam kamar memanggil namamu sejak tadi." Ucap Mom Rania pada akhirnya.


"Apa? Flower menangis sambil memanggil namaku?" Ulangnya dan diangguki Mom Rania sebagai jawaban.


Malik dibuat bingung mendengarnya. Bukankah ia sudah menuruti keinginan istrinya untuk tidak tidur bersama lalu kenapa saat ini Flower sampai menangis mencari dirinya?


"Kembalilah ke kamarmu. Biar Mommy yang menjaga Baby." Ucap Mom Rania.


Buk


Baru saja masuk ke dalam kamar ia sudah dihadiahi timpukan bantal yang melayang ke arahnya.


"Ada apa ini Flow?" Tanya Malik merasa bingung. Ia tidak berbuat salah tapi sudah mendapatkan amukan dari istrinya itu.


"Kenapa kau datang kemari? Bukankah kau ingin jauh-jauh dariku sehingga kau memilih tidur di kamar Baby?" Ucap Flower keras sambil menangis.


"Apa?" Tubuh Malik terasa lemas mendengar tuduhan dari istrinya. Bukankah istrinya itu yang menyuruhnya untuk pergi dari dalam kamar mereka karena tidak ingin tidur bersamanya?


"Apa, apa. Bilang saja jika kau tidak sayang lagi kepadaku hingga kau memilih menjauh dariku?!" Sembur Flower dengan tatapan tajam.


"Oh astaga..." Malik semakin dibuat pusing mendengarkan tuduhan dari istrinya.


"Hua..." Flower pun menangis dengan keras karena Malik hanya diam saja dengan raut bingung menghiasi wajah tampannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗