One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rasa cemas Malik


"Oh astaga..." Malik dibuat cemas saat melihat wajah istrinya yang nampak semakin pucat dan tubuhnya terasa lemah.


"Aku tidak apa-apa." Ucap Flower tak ingin suaminya merasa cemas kepadanya.


Malik tentu saja tidak percaya begitu saja. Ia sudah sangat cemas melihat wajah pucat istrinya saat ini. Tak ingin mengambil resiko dengan kesehatan istrinya, Malik segera melangkah ke arah lemari baju dan mengeluarkan pakaian istrinya di sana. Setelahnya Malik memakaikan pakaian yang diambilnya ke tubuh Flower karena ia berniat membawa Flower pergi ke rumah sakit saat ini juga.


Flower yang merasa semakin lemah memilih menurut saja saat dipakaikan baju oleh Malik. Setelah selesai memakaikan baju pada tubuh Flower dan menyisir rambut istrinya yang berantakan, Malik pun segera memakai pakaiannya kembali.


"Kita mau kemana?" Tanya Flower pelan menunjukkan tubuhnya yang lemah.


"Rumah sakit." Jawab Malik singkat lalu mengangkat tubuh istrinya dari atas ranjang. Dengan gerakan cepat Malik membawa istrinya keluar dari dalam kamar dan masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah. Jika dalam keadaan mendesak seperti saat ini lift di rumah mereka memang sangat bermanfaat untuk dipergunakan.


"Siapkan mobil!" Setibanya di lantai bawah Malik berteriak memerintahkan security di rumahnya menyiapkan mobil untuk merek pergi.


Security pun bekerja cepat dan tak memakan waktu lama mobil sudah berada di depan rumah. Malik segera memasukkan Flower ke dalam mobil dengan hati-hati lalu setelahnya memutari mobil untuk masuk ke dalam mobil.


"Jangan panik seperti itu. Aku sungguh tak apa." Flower masih menyempatkan menenangkan suaminya.


Malik mengangguk saja lalu melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah mereka. Selama di dalam perjalanan Malik sesekali menatap istrinya memastikan istrinya baik-baik saja lalu fokus pada jalanan di depannya.


Empat puluh menit berlalu, akhirnya mobil milik Malik telah sampai di rumah sakit milik keluarga Dika. Malik segera mengeluarkan Flower dari dalam mobil dan membopongnya masuk ke dalam rumah sakit tanpa memperdulikan permintaan Flower yang meminta untuk turun.


Hana yang kebetulan pagi itu sedang berkunjung ke rumah sakit milik suaminya segera menghampiri Malik saat melihat kedatangan mereka.


"Flower tadi muntah-muntah dan wajahnya pucat, Tante." Jawab Malik.


Mengerti keadaan keponakannya kini sedang tidak baik-baik saja, Hana pun mengajak Malik untuk pergi ke ruangan pemeriksaan dan memanggil seorang dokter untuk memeriksa anak dari sahabatnya itu.


Tak membutuhkan waktu lama kini Flower sudah berada dalam pemeriksaan dokter. Malik yang merasa cemas memilih untuk tetap berada di dalam ruangan pemeriksaan melihat dokter sedang memeriksa keadaan istrinya. Sesekali Malik bersuara menjawab pertanyaan dokter tentang keadaan istrinya tersebut.


"Hm." Senyuman manis terbit di wajah manis sang dokter.


Malik yang melihat dokter tersenyum kepadanya dibuat bingung. "Ada apa dengan istri saya? Kenapa anda tersenyum seperti itu?" Malik terlihat sensi.


Dokter yang baru saja melakukan pemeriksaan itu masih saja tersenyum hingga membuat Malik kesal melihatnya. Sedangkan Hana yang sudah mengerti kemana arah senyuman dokter tersebut pun ikut tersenyum.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Tuan. Dari hasil pemeriksaan gejalas yang sedang dialami oleh istri anda saat ini adalah hal yang biasa dialami ibu hamil pada umumnya." Ucap Dokter masih dengan tersenyum.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗