One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Diam-diam memperhatikannya


Sikap Rachel tersebut tak lepas dari pandangan Rey yang sejak awal acara dimulai sudah diam-diam memperhatikan adiknya. Wajah Rey dibuat semakin dingin menatap adiknya yang terlihat begitu mengagumi wajah tampan sang cassanova itu. Rey tak suka melihatnya. Ingin sekali ia memutus pandangan Rachel pada Zaki, namun Rey tidak mau bersikap gegabah karena akan membuat Rachel kecewa nantinya padanya karena telah ikut campur sejak awal dengan hubungan asmaranya.


Lagi pula saat ini Rey belum dapat memastikan kedekatan seperti apa di antara adiknya dan Zaki bukan? Jadi untuk berjaga-jaga Rey memilih untuk memantau dari jarak aman saja.


Acara dikediaman Malik dan Flower hari itu pun terus berlanjut dan akhirnya berakhir di pukul empat sore. Setelah mengucapkan terima kasih atas kehadiran tamu undangannya kembali dan memberikan buah tangan pada anak yatim yang datang, para tamu undangan pun mulai berpamitan pergi meninggalkan kediaman Malik.


Karena saat itu Baby sudah terjaga dan meminta susu, jadilah hanya Malik dan keluarga Flower saja yang mengantarkan kepergian para tamu undangan. Sedangkan Bu Venna ikut menemani Flower menyusui Baby di kamar bawah.


"Baby sepertinya haus sekali." Komentar Bu Venna melihat Baby yang begitu kuat menyedot sumber nutrisinya.


Pandangan Flower jatuh pada wajah putrinya dan akhirnya terpusat pada mulut Baby yang nampak begitu kuat menghisap pu-tingnya. "Sepertinya Baby memang sangat haus, Bu." Jawabnya diikuti senyuman tipis.


Bu Venna masih menatap pada wajah cucunya yang terlihat menggemaskan dan menggambarkan persis wajah Daddynya. "Teruslah tumbuh menjadi anak yang sehat dan jika sudah dewasa nanti berbakti kepada orang tua." Ucap Bu Venna sambil memberikan usapan di tubuh cucunya.


"Baik, Nek." Flower menjawab mengikuti suara anak kecil.


Bu Venna tersenyum mendengarnya. Tidak terlalu banyak percakapan antara mertua dan menantu itu di dalam kamar karena mereka tidak ingin mengganggu Baby yang sepertinya sudah ingin tidur kembali. Bayi Flower dan Malik itu sangat mengerti kondisi di sekitarnya. Sejak awal acara dimulai ia tidak banyak rewel dan lebih banyak tidur hingga tidak membuat Flower repot karenanya.


"Terima kasih sudah menjadi anak yang baik. Mommy sangat menyayangimu." Flower memberikan kecupan lembut di kening putrinya yang sudah tertidur.


"Ayo, Bu." Ajak Flower setelah Suroh masuk ke dalam kamar.


Bu Venna mengiyakannya lalu mereka pun keluar dari dalam kamar. Di ruangan tengah nampak sudah mulai sepi karena para tamu undangan sudah banyak pergi dan hanya menyisakan Mama Kyara, Rachel, Yura dan Mom Rania.


"Daddy masih di luar, Mom?" Tanya Flower para Mom Rania karena tidak melihat keberadaan Daddynya.


Mom Rania menganggukkan kepalanya dan menjelaskan jika Dad William dan para pria yang lainnya saat ini berada di luar rumah mengantarkan para tamu undangan dan mungkin saat ini Dad William dan yang lainnya sedang bercerita di luar rumah.


Karena tidak ada Daddynya di antara mereka Flower pun mencoba membuka percakapan di antara mereka tentang Emila. "Tante, apa saat ini Tante mengetahui dimana Emila?" Tanya Flower pada Mama Kyara karena Flower rasa MamaKyara mengetahui dimana keberadaan Emila saat ini dari Papa Gerry.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗