
"Tentu saja..." Emila menghentikan ucapannya karena tidak mungkin ia menyatakan dengan frontal jika dirinyalah wanita yang baik untuk Malik.
"Dirimu?" Lanjut Bu Venna kemudian.
"Emh..." Emila bingung harus menjawab apa. Entah mengapa ia merasa tersudutkan saat ini.
"Hm?" Bu Venna kembali bersuara.
Emila mengatur dirinya agar bersikap tenang dan percaya diri seperti biasanya.
"Dibandingkan dirinya Emila jauh lebih baik, Tante. Emil bisa memberikan yang terbaik untuk Malik jika sudah menjadi istrinya nanti." Jawab Emila lembut.
Bu Venna menyunggingkan senyumannya. Merasa tak percaya jika Emila masih percaya diri jika ialah yang terbaik untuk putranya.
"Tapi maaf, Mila. Tante rasa saat ini Flower sudah cukup menjadi wanita dan istri yang baik untuk Malik. Bersama Flower, Malik terlihat lebih bahagia dibandingkan saat bersama dirimu." Jawab Bu Venna
"Tante?" Emila melebarkan kedua kelopak matanya. Merasa tak percaya dengan apa yang Bu Venna katakan.
"Sekali lagi maaf karena Tante tidak lagi berniat menyatukanmu dan Malik. Tante sudah cukup senang melihat Malik bahagia dengan pernikahannya saat ini. Apa lagi sebentar lagi Tante sudah memiliki seorang cucu. Rasanya sangat tidak baik jika Tante berniat menjauhkan ayah dan ibu dari cucu Tante nanti." Ucap Bu Venna.
"Tante kenapa bisa berubah seperti ini? Bukankah sejak awal Tante mendukung Mila untuk menjadi istri Tante? Seharusnya saat ini Tante berpihak pada Mila bukan pada wanita itu." Ucap Emila sedikit keras sampai melupakan sisi lembut yang selalu ia tunjukkan selama ini.
"Tante rasa Tante sudah salah menilaimu selama ini, Emila. Tante pikir jika kau adalah wanita yang lemah lembut ternyata sebaliknya." Sindir Bu Venna.
Emila pun tersadar dengan apa yang ia lalukan. "Maafkan Mila, Tante. Mila hanya merasa terkejut dengan perubahan sikap Tante saat ini." Ucap Emila yang kembali berubah lembut.
Emila dibuat menggeleng tak percaya.
"Sudahlah, Mila. Sekarang Tante minta lupakan Malik dan ikhlaskan dia bersama dengan wanita pilihannya. Ingatlah Mila, jika mencintai yang paling tulus adalah merelakan orang yang kau cintai bahagia dengan pilihannya sendiri bukan memaksakan dia harus tetap bersamamu." Pesan Bu Venna.
Emila kembali menggeleng tanda tidak setuju dengan apa yang Bu Venna katakan.
"Tante pasti sedang bercanda bukan? Tante tahu jelas bagaimana selama ini Mila memperjuangkan Malik dan ingin memberikan hal yang terbaik untuknya. Mila bahkan tidak tahu jika Malik menyudahi hubungan kami karena dia menikahi Flower." Ucap Emila.
"Sudahlah Emila. Lupakan Malik dan lupakan apa yang terjadi selama ini di antara dirimu dan Malik. Anggap saja saat ini takdir menyadarkanmu jika kau bukanlah jodoh Malik. Di luar sana masih banyak pria baik yang bisa menerima dirimu jauh dari Malik.
"Tapi Mila tidak mahu, Tante. Yang Mila mau hanya Malik." Tekan Emila.
Bu Venna hanya diam tanda tidak mau menanggapi perkataan Emila. Melihat itu tentu saja membuat Emila merasa kecewa karena kini tidak ada lagi benteng pertahanannya yang bisa membantunya kembali bersama dengan Malik setelah anak Flower dan Malik lahir ke dunia.
Akhirnya siang itu Emila kembali ke rumahnya dengan perasaan kecewa karena Bu Venna sudah tidak lagi berpihak kepada dirinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗