
Sebelah tangan Malik yang berada di bawah meja nampak terkepal mengetahui jika dalang yang membuat Flower mabuk tadi malam adalah Zaki. Ternyata keputusannya menyudahi mengawasi Flower kemarin malam sangat salah hingga membuat Flower harus terjebak dengan minuman beralkohol yang akhirnya mengantarkannya salah masuk ke dalam kamarnya.
"Lalu kenapa anda tidak langsung mencarinya?" Tanya Malik.
"Saya sudah mencarinya namun saya tidak kunjung menemukannya. Saat saya mencarinya ke kamarnya pun saya juga tidak menemukannya karena tidak ada sahutan dari dalam kamarnya." Jelas Zaki dengan wajah frustasi.
Malik hanya diam sambil menatap wajah Zaki.
"Saya bahkan sudah mencoba menghubunginya sejak kemarin malam sampai pagi ini namun tidak kunjung mendapatkan jawaban." Lanjut Zaki kemudian.
"Maaf, untuk masalah itu saya juga tidak mengetahuinya. Jika anda ingin menemuinya sepertinya anda bisa menyusulnya ke bandara sebelum kami berangkat menuju ibu kota." Saran Malik.
"Apa maksud anda saat ini Nona Flower sudah berada di bandara?" Tanya Zaki.
"Mungkin saja. Tapi saya tidak bisa memastikannya." Balas Malik. Lagi pula kemana lagi Flower akan pergi selain ke bandara bukan?
"Agh, baiklah kalau begitu." Zaki segera bangkit dari tempat duduknya lalu berpamitan pada Malik untuk berangkat ke bandara menyusul Flower.
Malik pun hanya bisa menganggul saja dan memperhatikan Zaki yang sangat terburu-buru ingin menyusul Flower.
*
Satu jam kemudian, kini Malik sudah berada di bandara menunggu keberangkatannya menuju ibu kota. Setelah sampai di bandara sampai saat ini ia sudah duduk di kursi tunggu, Malik tak kunjung melihat keberadaan Flower. Entah kemana perginya wanita itu. Yang jelas Malik baru melihat keberadaannya setelah setengah jam sebelum masuk ke dalam pesawat.
"Sial sekali. Kenapa aku harus kembali duduk berdampingan dengannya." Gerutu Flower saat melihat Malik duduk di kursi yang berada di sebelahnya.
Malik yang mendengarkan apa yang Flower katakan hanya diam. Ia bahkan tak berniat untuk bertanya apakah tadi Flower sudah bertemu dengan Zaki atau tidak.
Melihat Malik yang hanya diam dengan ekspresi datarnya entah mengapa membuat Flower merasa kesal. Menurutnya Malik seperti tidak mengingat apa yang terjadi pada mereka tadi malam berbeda dengan dirinya yang terus terngiang-ngiang atas apa yang terjadi di antara mereka.
*
Beberapa jam telah berlalu, kini Flower telah berada di kediaman kedua orang tuanya. Wajahnya yang beberapa hari lalu begitu bersemangat karena akan pergi bersama Rey kini nampak layu bahkan sedikit pucat.
"Flower, apa kau baik-baik saja?" Tanya Mommy Rania saat Flower datang dan menyaliminya.
"Emh, ya, Flo baik-baik saja, Mommy." Jawab Flower.
"Tapi kenapa kau sepertinya tidak bersemangat seperti ini?" Mom Rania terlihat tidak percaya dengan apa yang Flower katakan.
"Tidak apa-apa, Mommy. Flow hanya lelah dan sedikit mengantuk. Kalau begitu Flow naik ke kamar dulu." Pamit Flower.
Mom Rania pun hanya bisa mengangguk dan membiarkan Flower beranjak dari hadapannya.
"Ada apa dengannya?" Tanya William yang baru saja masuk dari taman samping rumahnya.
"Entahlah, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres pada Flower saat berada di sana." Jawab Rania sambil menatap kepergian putrinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.