One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menceritakan semuanya


"Kita duduk di sana saja." Ajak Malik menunjuk pada dua buah kursi yang berada di sudut halaman.


"Baik, Tuan." Jawab pelayan dan mempersilahkan Malik untuk berjalan lebih dulu ke arah kursi.


Malik pun melangkah lebar ke arah kursi lalu duduk di sana. Pelayan pun turut melakukan hal yang sama. Kecanggungan pun kini pelayan wanita itu rasakan saat melihat tatapan tajam Malik kepadanya.


"Jadi, bisakah kau menceritakan semuanya kepada saya?" Tanya Malik.


Pelayan itu pun mengangguk lalu menunduk. "Saya mohon jangan karena hal ini saya sampai dipecat dari pekerjaan saya saat ini, Tuan." Pintanya takut.


"Kau tenang saja. Saya tidak akan memecatmu hanya karena hal ini." Jawab Malik dengan tegas.


Pelayan itu kembali tertunduk lalu mere-mas kesepuluh jemarinya. Dapat Malik lihat jika saat ini pelayan di rumah ibunya itu nampak takut untuk mengatakan sesuatu kepadanya.


"Apa saja yang kau lihat dan kau dengar tentang perlakukan ibuku pada Flower selama istri saya itu berada di rumah ini?" Tanya Malik langsung pada intinya.


"Emh itu..." pelayan masih nampak ragu untuk berbicara namun Malik kembali meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja. "Sejak hari pertama Nona Flower tinggal di rumah ini Nona sudah mendapatkan perkataan yang tidak baik dari Nyonya Venna, Tuan." Jawabnya terbata.


Deg


Jantung Malik berdebar-debar mendengarnya. Malik memilih diam dan membiarkan pelayan melanjutkan perkataannya.


"Di hari pertama juga Nyonya membawa Nona Emila datang ke rumah ini dan saat Nona Emila bertemu dengan Nona Flower mereka terlibat sedikit perdebatan di ruang tengah." Ucap pelayan lalu mulai menceritakan apa yang ia lihat dan ia dengar saat Flower bertemu dengan Emila beberapa hari yang lalu.


"Apa kau serius dengan perkataanmu itu?" Tanya Malik dengan kilatan amarah di matanya saat ini.


"Be-benar, Tuan. Sa-saya tidak berani berbohong, Tuan." Jawabnya semakin tertunduk. Sungguh saat ini ia benar-benar takut dipecat dari pekerjaannya saat ini.


"Dan untuk Emila, apa Ibu sering membawanya masuk ke rumah ini selama Flower berada di sini?" Tanya Malik.


Pelayan itu menganggukkan kepalanya. "Nyonya juga sekali-kali membandingkan kepandaian yang dimiliki Nona Emila dengan Nona Flower, Tuan." Jawab pelayan lalu menceritakan dengan jelas apa saja yang dibandingkan Bu Venna pada Flower termasuk kepandaian Emila dalam hal memasak sedangkan Flower tidak pandai sama sekali.


"Ibu... kenapa Ibu tega sekali berkata seperti itu pada Flower." Lirih Malik merasa tak percaya. Sekarang Malik sudah paham kenapa istrinya itu terlihat sangat tidak nyaman berada di rumah ibunya bahkan memintanya untuk pulang lebih awal. Ternyata selama berada di rumah ibunya, istrinya itu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari ibu kandungnya sendiri.


"Satu lagi, Tuan." Pelayan nampak sangat takut untuk mengatakannya.


"Katakan saja!" Tekan Malik tak ingin ada hal yang disembunyikan darinya.


"Kemarin siang setelah Nona Flower kembali berdebat dengan Ibu saya melihat Nona Flower seperti menahan rasa sakit pada perutnya, Tuan." Ucapnya lirih.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗