One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Unek-unek Flower


"Terima kasih." Ucap Malik.


"Sama-sama." Balasnya.


Malik pun membawa Flower keluar dari dalam ruangan dokter sambil menggenggam tangan Flower. Perasaan bahagia dan bersalah kini menyatu jadi satu di dalam diri Malik setelah memeriksakan kandungan Flower. Bahagia karena ia telah mengetahui jenis kelamin anak mereka dan merasa bersalah karena kondisi kandungan Flower menjadi terganggu karena sikap buruk ibunya.


Saat baru saja keluar dari dalam ruangan dokter Flower dan Malik dibuat terkejut saat melihat kehadiran Mom Rania di depan ruangan.


"Mommy." Ucap Flower dengan kedua mata membola.


Mom Rania menatap Flower dan Malik secara bergantian. "Ayo ikut Mommy." Ucap Mom Rania pada mereka.


Malik menganggukkan kepalanya sedangkan Flower masih merasa bingung sedang apa Mommynya itu di rumah sakit saat ini.


Mom Rania pun membawa anak dan menantunya ke arah lorong ruangan yang nampak sepi. Malik dan Flower pun terus melangkah mengikuti kemana Mom Rania berjalan hingga akhirnya berhenti di tengah lorong rumah sakit.


"Sedang apa kalian di sini? Bukankah waktu pemeriksaan Flower masih dua hari lagi?" Tanya Mom Rania tanpa basa-basi.


Flower langsung menangkap maksud pertanyaan Mommynya. "Kami memutuskan melakukan pemeriksaan lebih awal karena dua hari lagi Malik ada banyak pekerjaan di perusahaan dan kemungkinan besar tidak bisa menemani Flow, Mommy." Jawab Flower.


Mom Rania tak percaya begitu saja. Ia pun menatap Malik dengan tatapan menyelidik. "Benar begitu, Malik? Apa kalian datang melakukan pemeriksaan lebih awal karena kau akan sibuk dua hari lagi bukan karena terjadi apa-apa pada Flower?" Tanya Mom Rania.


Deg


Malik dan Flower tertegun mendengarnya.


"Tentu saja kandungan Flow baik-baik saja, Mommy. Kami memang datang lebih awal karena Malik banyak pekerjaan dua hari lagi." Flower kembali mengambil alih jawaban Malik.


"Maaf." Lirih Flower.


"Jadi bagaimana Malik?" Tanya Mom Rania pada menantunya yang hanya diam saja.


Malik tak langsung menjawab justru menatap Flower lebih dulu. Melihat Flower menyiratkan arti lewat tatapan matanya membuat Malik menghela nafas sesaat.


"Benar, Mommy." Jawab Malik berbohong. Ia hanya ingin menuruti kemauan istrinya karena ia tidak ingin membuat istrinya terlalu banyak pikiran setelah ini.


Mom Rania menghela nafas lega. "Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimana hasil pemeriksaannya?" Tanya Mom Rania.


"Kandungan Flower baik-baik saja dan hasil baiknya anak yang ada di dalam kandungan Flower berjenis kelamin perempuan Mommy!" Ucap Flower antusias.


"Benarkah?" Mom Rania turut tersenyum mendengarnya. Ia pun mengelus perut putrinya lalu memeluk tubuh Flower. "Kau pasti sangat senang bukan?" Tanya Mom Rania dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Senang Mommy. Tapi Flow sedikit kurang senang karena wajah anak Flow sangat mirip dengan Malik." Ucap Flower dengan wajah kesal.


Mom Rania seketika melepas dekapannya. "Memangnya kenapa kalau mirip Malik? Bukannya itu bagus? Malik tampan dan berkarisma. Anak kalian nanti pasti sangat cantik mewarisi wajah ayahnya." Ucap Mom Rania.


Flower masih memasang wajah kesalnya. "Mommy, Flow tidak mau anak Flow nanti memiliki wajah datar seperti Malik. Dia adalah anak perempuan yang Flow harapkan memiliki wajah yang selalu ceria dan mudah tersenyum. Bukan seperti ayahnya yang selalu datar tanpa ekspresi hingga Flow sampai saat ini tidak tahu bagaiman bila dia tersenyum."


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗