
Selain karena ucapan Malik benar adanya, Flower juga memikirkan sikap Daddynya yang pasti akan marah besar kepadanya jika menolak menikah dengan Malik. Pagi ini saja Daddynya tidak mau sarapan bersama dengannya, apa lagi besok jika ia menolak lamaran dari Malik.
"Baiklah, semua hanya karena Daddy dan Mommy. Aku tidak ingin membuat mereka semakin malu karena kehamilanku." Ucap Flower pasrah. Tangan Flower pun terulur mengusap perut datarnya. "Bayi... andai saja ayahmu bukan dia. Mommymu ini pasti sangat bahagia." Ucap Flower pada janinnya.
*
Saat makan malam tiba, lagi-lagi Flower tak melihat keberadaan Daddynya di meja makan selain Mommynya. Tentu saja melihat itu membuat hati Flower yang tengah sensitif merasa sedih. Flower pun menikmati makan malamnya dengan tidak bersemangat seperti tadi pagi.
"Mommy, apa Daddy sudah tidak ingin makan bersama Flo lagi hingga Daddy tidak ikut makan bersama kita sejak pagi?" Tany Flower setelah menghabiskan makan malamnya.
"Tidak begitu, Nak. Daddymu belum pulang karena dia masih ada pekerjaan di perusahaan. Sebentar lagi Dad juga pasti akan pulang." Jawab Rania.
Flower tak percaya begitu saja. Ia yakin Daddynya memang sengaja mengulur waktu pulang agar tak bertemu dengannya. Karena tidak ingin sikap Daddynya semakin jauh berubah dengannya, Flower pun memutuskan menunggu Daddynya pulang ke rumah di ruang tamu.
Tepat pukul sembilan malam, Dad William nampak memasuki rumah dengan wajah layu. Ia terus melangkah dengan pandangan lurus ke depan tanpa memperdulikan Flower yang tengah duduk di ruang tamu menunggu kepulangannya.
"Daddy..." suara lembut Flower menghentikan langkah William.
"Ada apa?" Tanya William dengan datar.
Flower bangkit dari duduknya dan menghampiri Daddynya. "Apa Daddy marah kepada Flo?" Tanya Flower dengan wajah sendu.
William hanya diam tak ingin menjawabnya. Melihat diamnya William membuat Flower menebak jika Daddynya benar marah kepadanya. "Daddy, Flo sudah memutuskan menyetujui permintaan Daddy untuk menikah dengan Malik." Ucap Flower.
"Kau memang harus menyetujuinya karena tidak ada kata penolakan untuk dirimu." Ucap William dengan tegas.
Dad William pun tak memperdulikan raut sendu Flower dan memilih melangkah meninggalkan Flower begitu saja.
"Daddy... apa Daddy sudah membenciku saat ini?" Gumam Flower sambil meneteskan air mata. Rasanya tidak ada hal yang paling menyedihkan untuknya saat ini selain diabaikan oleh kedua orang tua yang sangat menyayanginya.
*
Keesokan harinya, Malik benar-benar membuktikan perkataannya untuk datang kembali melamar Flower di hadapan William dan Rania. Flower yang tidak tahu jika Malik akan datang secepat itu pun dibuat terkejut melihatnya. Ia tidak menyangka jika Malik akan datang kembali ke rumahnya secepat ini. Pantas saja tadi pagi ia tidak melihat Daddynya pergi bekerja dan Mommynya terlihat sibuk memasak di dapur entah untuk apa.
"Selamat datang Gerry, Kyara." Sapa Rania pada kedua sahabatnya yang baru saja keluar dari dalam mobilnya. Ya, hari ini Malik datang ke kediaman Flower dengan membawa Kyara dan Gerry sebagai walinya.
Gerry dan Kyara tersenyum membalas sapaan Rania lalu masuk ke dalam rumah. Sedangkan Malik kini tengah dihadang oleh Flower dengan tatapan tajamnya.
"Kau... apa kau begitu terobsesi untuk menikahiku secepat ini?" Gerutu Flower tertahan pada Malik.
"Menyingkirlah. Anda menghalangi jalan saya." Ucap Malik datar tanpa perduli perkataan pedas Flower.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Flower dan Malik update, silahkan mampir di novel shy yang berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.