One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Dia akan lahir


Saat sudah kembali masuk ke dalam mobil, Flower nampak termenung memikirkan nasib Emila saat ini. Mom Rania yang melihat putrinya termenung pun mengusap kepala Flower.


"Mommy, apa Daddy begitu keras hingga tidak bisa melembutkan hatinya untuk melepaskan Emila?" Tanya Flower dengan pandangan lurus ke depan.


Mom Rania menghela nafasnya. "Flower, jangan terlalu banyak pikiran. Ingat kandunganmu saat ini dan sebentar lagi kau akan melahirkan. Kau ingat kata dokter bukan jika kau ingin persalinanmu lancar maka kau harus menjaga pola pikirmu?" Ucap Mom Rania lembut.


Flower menganggukkan kepalanya. "Tapi sekuat apapun Flow melupakannya tetap saja Flow selalu teringat pada Emila, Mom. Flow tahu jelas bagaimana keadaanya saat ini dan apa yang ia rasakan saat itu." Ucap Flower.


"Mommy tahu kau dapat merasakannya karena kau pernah berada di posisi itu." Jawab Mom Rania.


Flower menganggukkan kepalanya." Bisakah kita ke perusahaan Bagaskara sekarang, Mom?" Pinta Flower.


Mom Rania menggeleng. "Jangan menganggu Malik yang sedang bekerja. Tidak enak pada Rey." Ucap Mom Rania.


Flower menghembuskan nafas bebas di udara. Hampir saja ia bersikap egois dengan tidak memikirkan suaminya yang sedang bekerja saat ini.


"Baiklah, kalau begitu kita pulang saja. Flow ingin tidur." Ucap Flower.


Mom Rania mengangguk saja dan meminta sopir mengantarkan mereka untuk pulang.


*


Saat malam harinya telah tiba, Flower merasakan sakit yang teramat pada perutnya. "Ada apa ini? Kenapa sakit sekali?" Tanya Flower sambil mengusap perutnya.


Malik yang baru saja masuk ke dalam kamarnya dibuat cemas melihat Flower yang nampak kesakitan.


"Ada apa?" Tanya Malik.


Flower tak menjawab justru mengusap-usap perutnya. Sesaat kemudian rasa sakit yang tadi ia rasakan hilang begitu saja.


"Aku tidak apa-apa." Ucap Flower tak ingin membuat suaminya cemas.


"Aku serius. Tidak perlu mencemaskanku." Jawab Flower.


Tangan Malik pun terulur mengusap perut Flower. "Baby, jangan membuat Mommymu kesakitan." Pesan Malik pada anaknya.


"Iya, Daddy." Jawab Flower layaknya anak kecil.


"Kalau kau kesakitan begini aku jadi tidak yakin untuk pergi meninggalkanmu." Ucap Malik merasa bimbang dengan perjalanannya ke luar kota beberapa hari lagi.


"Tidak perlu mencemaskan aku. Kata dokter bayinya akan lahir dua minggu lagi. Masih cukup waktu menunggu kau sampai kembali." Jawab Flower.


"Tapi bagaimana kalau Baby meminta lahir lebih cepat?" Tanya Malik cemas.


"Sudahlah... jangan berpikir yang tidak-tidak. Kau hanya pergi dua hari bukan satu minggu. Baby pasti menunggumu sampai kembali." Ucap Flower meyakinkan Malik.


Malik diam memikirkan apa yang dikatakan istrinya. Pekerjaannya di luar kota bersama Rey dua hari lagi benar-benar membuatnya bimbang untuk meninggalkan istrinya. Apa lagi menurut prediksi Baby mereka akan segera lahir. Malik takut jika ia tidak ada Baby mereka akan lahir ke dunia.


Terlalu takut dalam pemikirannya sendiri membuat Malik menjatuhkan wajahnya di perut istrinya dan berbisik pada Baby mereka meminta agar Baby mereka tidak lahir di saat ia tidak ada. Flower yang mendengarkan bisikan Malik pun dibuat tersenyum lalu mengusap rambut tebal Malik.


"Dia tidak akan lahir sebelum kau mengunjunginya lagi." Kelakar Flower agar memecahkan kecemasan dalam diri Malik saat ini.


"Ck. Kau ini selalu saja." Malik dibuat tak habis pikir dengan kemesuman istrinya yang semakin menjadi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗