
Flower kini terlihat terlalu fokus pada gaun tidur bewarna merah menyala yang melekat indah di tubuhnya. Ia bahkan tidak sadar jika saat ini Malik yang sejak tadi berada di dalam kamar mandi telah selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi.
"Sepertinya gaun tidur ini lebih bagus jika aku pakai di saat aku sudah melahirkan saja. Dengan tubuhku yang terasa gemuk dan perut yang membuncit ini membuat gaun ini tidak pantas di tubuhku." Komentar Flower sambil melihat tubuhnya dari atas sampai bawah.
Malik yang tengah memperhatikan Flower dibuat terkejut melihat penampilan istrinya itu saat ini. Untuk pertama kalinya ia melihat Flower menggunakan gaun tidur yang terlihat cukup transparan hingga memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuhnya.
"Agh, sebaiknya aku lepaskan saja gaun ini. Gaun tipis ini membuat anakku sesak di dalam sini." Ucap Flower sambil menatap perut buncitnya.
Malik masih memilih diam di posisinya sambil mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut Flower. Saat Flower berniat membuka gaun tidurnya, ia pun teringat dengan tujuannya menggunakan baju itu.
"Tidak, tidak, tidak. Jika aku melepaskannya itu sama saja aku membatalkan misiku untuk—" perkataan Flower terputus saat matanya menangkap bayangan Malik dari pantulan cermin.
"Malik?" Ucap Flower setelah memutar kepalanya ke arah kamar mandi.
Malik masih berdiri diam di posisinya sambil menatap Flower dengan intens.
"Se-sejak kapan kau selesai mandi dan berdiri di situ?" Tanya Flower sedikit gugup.
"Cukup lama." Jawab Malik singkat.
"Ohh..." Flower berupaya memasang wajah tenang dan baik-baik saja.
Malik pun berjalan mendekati Flower hingga membuat Flower menjadi gugup karenanya.
Tenang... tenang... Ucap Flower dalam hati.
"Kenapa kau memakai gaun tidur seperti ini?" Tanya Malik menatap penampilan Flower dari atas sampai bawah.
Sial! Tatapannya membuatku semakin gugup saja. Ucap Flower masih dalam hati.
"Jadi?" Tanya Malik yang kini menatap Flower dengan intens.
"Karena aku menginginkannya. Aku membawa gaun tidur ini karena aku ingin memakainya di sini. Mubazir sekali gaun ini tidak pernah aku pakai setelah dibelikan oleh Mommy waktu itu." Jawab Flower.
"Benarkah begitu?" Malik terlihat tak percaya begitu saja.
"Tentu saja benar. Apa aku pantas memakai gaun seperti ini?" Flower memutarkan tubuhnya di depan Malik hingga kini Malik dapat melihat jelas bentuk tubuh istrinya dari depan hingga belakang.
"Pantas. Tapi aku rasa kau salah jika memakainya di sini." Jawab Malik datar.
Flower berusaha mengatur dirinya agar tidak kembali gugup. "Kenapa begitu? Oh ya, apa kau saat ini sudah mulai mengakui jika aku memiliki tubuh yang sangat bagus?" Tanya Flower.
Malik memilih diam saja sambil mengatur nafasnya.
"Malik..." suara Flower mulai terdengar menggoda. Ia pun melangkah mendekati Malik tanpa ragu hingga membuat Malik sontak memundurkan tubuhnya ke belakang.
"Kenapa kau mundur begitu? Apa kau tidak ingin dekat-dekat denganku?" Tanya Flower lalu mengedipkan sebelah matanya layaknya seorang penggoda. Untung saja ia sudah selesai membaca tips untuk menggoda suami hingga saat ini ia bisa mempraktekkannya walau jantungnya kini berdetak begitu cepat.
"Bukan begitu. Tapi jangan mendekatiku!" Titah Malik dan kembali memundurkan tubuhnya ke belakang karena Flower kembali memajukan tubuhnya.
"Ayolah, Malik... kau jangan seperti orang gugup begitu." Ucap Flower.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗