One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Amarah seorang ayah


Mom Rania yang melihat Flower tengah tersipu mendengarkan jawaban suaminya hanya bisa tersenyum. Ia dapat merasakan jika Flower sangat bahagia saat ini bersama dengan Malik walau sampai saat ini di antara keduanya belum ada yang mengungkapkan perasaan satu sama lain.


"Sayang, ayo makan." Ajak MomRania pada Dad William setelah membuka semua isi rantang.


"Apa Mom dan Dad tidak ingin pesan makanan yang lain?" Tawar Malik.


"Tidak perlu. Makanan ini saja sudah cukup." Jawab Dad William.


Malik mengangguk saja lalu melanjutkan niatnya yang ingin menyuapkan makanan ke dalam mulut Flower.


Dua puluh menit berlalu, akhirnya dua pasang manusia berbeda usia itu pun selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing. Mom Rania segera menyatukan rantangnya kembali sedangkan Flower masih asik menikmati orange juice yang baru saja datang ke keja mereka.


"Malik, Flower, nanti malam Mommy ingin mengajak kalian untuk makan malam bersama di rumah. Mommy harap kalian bisa hadir, ya." Pinta Mom Rania. Sudah lama sekali ia menantikan makan malam bersama kembali bersama anak dan menantunya di rumahnya.


"Baiklah, Mommy. Nanti malam kami akan datang." Jawab Malik.


Flower pun tersenyum mendengarkan jawaban suaminya.


Karena waktu istirahat siang mereka sudah hampir habis dan Dad William harus segera kembali ke perusahaan karena ada rekan bisnisnya yang akan datang beberapa saat lagi membuatnya segera berpamitan pada anak dan menantunya.


Kepergian Dad William kembali ke perusahaannya tentu saja membuat Flower yang tengah sensitif merasa sedih. Baru saja bertemu dan berbaikan dengan Daddynya mereka sudah berpisah kembali.


Flower menganggukkan kepalanya. "Lalu aku harus kemana sekarang?" Tanya Flower. Ia merasa tidak enak jika harus kembali ke perusahaan tempat Malik bekerja.


"Aku akan mengantarkanmu kembali ke hotel lebih dulu. Kau bisa istirahat sambil menungguku pulang." Jawab Malik.


Flower mengangguk saja menyetujui ajakan suaminya. Flower pun masuk ke dalam mobil Malik diikuti Malik setelahnya.


Mom Rania dan Dad William yang sedang berada di dalam perjalanan menuju perusahaan Arnold terlihat tengah membahas kejadian yang terjadi pada Flower di dalam perusahaannya tadi.


"Aku harus bertindak tegas. Berani sekali dia mengatai putriku wanita murahan!" Geram William sambil mengeratkan genggamannya di stir mobilnya. Sejak tadi ia sudah menahan rasa amarahnya karena mengetahui putrinya disebut wanita murahan oleh karyawan perusahaannya. Jangan bertanya dari mana William mengetahuinya, tentu saja dari orang suruhannya yang selalu berada di dekat Flower walau Flower tak menyadarinya.


"Kau jangan bersikap gegabah. Jangan karena emosimu saat ini kau sampai memutus rezeki orang lain. Sama seperti dirimu aku juga sangat marah karena wanita itu berani menuduh putriku yang bukan-bukan. Tapi aku masih memiliki rasa kemanusiaan untuk melihat perubahan sikapnya untuk ke depannya." Ucap Mom Rania.


William mendecakkan lidahnya. Sungguh saat ini amarahnya sudah di ubun-ubun jika mengingat perkataan orang suruhannya tadi.


"Bagaimana bisa aku memiliki karyawan yang mulutnya seperti sampah seperti dirinya." Geram William.


Rania mencoba menenangkan suaminya itu. Setelah ini ia berniat ingin melihat rupa wanita yang baru ia ketahui adalah mantan kekasih suami anaknya. Ia ingin melihat dengan jelas apakah wanita itu benar lebih baik dari putrinya atau justru sebaliknya.


***