
"Andini, bisakah kita segera meninggalkan toko ini sekarang juga?" Pinta Flower pada Andini saat ia sudah berada di dekat Andini.
"Ada apa, Flo? Kenapa kau terlihat terburu-buru begitu?" Tanya Andini.
"Aku hanya tidak nyaman berada di sini. Ada seseorang yang membuat mataku sakit saat melihatnya." Ucap Flower.
Kening Andini seketika mengkerut mendengarkan jawaban Flower. Pandangan Andini pun mengedar mencari seseorang yang mungkin tidak disukai oleh Flower.
"Bagaimana Andini? Apa bisa?" Ulang Flower lagi.
"Emh, baiklah. Aku akan segera membayar barang belanjaanku ini." Jawab Andini.
Flower mengangguk lalu menemani Andini menuju kasir untuk membayar barang-barang belanjaannya.
Setelah selesai membayar, Flower pun segera melangkah keluar dari dalam toko diikuti oleh Andini. Flower tidak memperdulikan tatapan dua orang wanita yang kini tengah menatapnya dengan intens.
"Dia sudah pergi." Ucap wanita paruh baya yang tengah menatap kepergian Flower dan Andini.
Emila menganggukkan kepalanya. "Ayo kita lanjut berbelanja, Tante." Ajak Emila dan diangguki wanita itu sebagai jawaban.
*
Tiga jam sudah Flower dan Andini menghabiskan waktu berada di mall untuk berbelanja dan wisata kuliner bersama. Karena waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Andini pun memutuskan mengajak Flower untuk pulang karena tidak ingin terlalu lama membawa Flower yang tengah hamil berjalan-jalan.
"Ternyata hujan." Ucap Andini saat mereka sudah berada di luar mall.
"Iya, bagaimana ini? Apa kita menunggu hujannya reda saja?" Tanya Flower.
Andini nampak menimbang dan berpikir. Jika dilihat dari situasi hujan saat ini sepertinya hujan akan turun sangat lama pikirnya
"Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Flower cepat.
"Biar aku naik motor saja. Kebetulan aku membawa mantel di dalam jok motor." Jawab Andini.
Flower seketika menggeleng. "Aku akan pulang bersamamu." Ucap Flower tegas. Lagi pula Flower tidak akan mau melepas Andini pulang sendirian dengan kondisi cuaca seperti saat ini.
"Tapi..." Andini hendak menjawab namun suara seorang pria yang berada di belakang mereka menghentikannya.
"Bagaimana kalau kalian pulang bersamaku saja?" Tawar seorang pria yang tengah berdiri di belakang Flower dan Andini.
"Kau?!" Pekik Flower menatap terkejut sosok pria yang ada di belakangnya. "Bagaimana bisa kau ada di sini?" Tanya Flower.
Pria itu tersenyum pada Flower tanpa menjawab pertanyaannya. "Biar aku saja yang mengantarkan kalian pulang ke rumah masing-masing. Dan untuk motor Andini aku akan meminta orang untuk mengantarkannya nanti ke apartemennya." Ucap pria itu yang tak lain adalah Zaki.
Andini nampak tergiur dengan ajakan yang Zaki tawarkan sedangkan Flower langsung menggelengkan kepalanya tanda penolakan.
Andini pun dengan cepat membisikkan sesuatu di telinga Flower agar menerima ajakan Zaki karena mereka sangat membutuhkannya saat ini. Andini pun berkata jika wanita hamil seperti Flower tidak baik berada di luar ruangan terlalu lama seperti saat ini.
Akhirnya setelah berpikir panjang Flower pun menerimanya dengan berat hati. Zaki yang mendapatkan angin segar pun tersenyum dalam hati dan dengan hati riang mengantarkan Flower pulang ke kediamannya.
"Kau tinggal di sini?" Tanya Zaki saat mobil miliknya telah berhenti di depan rumah Malik dan Flower.
Flower menganggukkan kepalanya sambil menatap ke depan rumah dimana saat ini seorang pria nampak keluar dari sana.
^^^
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗