One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menyayangi dan mencintaimu


"Malik? Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Flower kemudian karena Malik hanya diam seakan enggan menjawab perkataannya.


"Emh, ya. Aku akan sering mengunjunginya." Jawab Malik sambil menahan rasa malunya saat ini.


Dokter wanita itu nampak menahan senyumannya melihat interaksi sepasang suami-istri di depannya. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya Flower dan Malik pun keluar dari ruangan Dokter dan menuju ruangan farmasi berada untuk menebus obat Flower.


"Kau dengar itu, kau boleh sering mengunjungi Baby." Ucap Flower berbisik di telinga Malik.


"Iya, iya." Jawab Malik pelan agar suaranya tidak terdengar oleh pengunjung yang lainnya yang kini sedang berada di dekatnya.


Flower tersenyum sambil membayangkan bagaimana indahnya malam-malamnya selanjutnya bersama dengan Malik. Malik pun hanya bisa tersenyum sambil menahan malu melihat ekspresi mesum di wajah istrinya saat ini. Saat ini tidak ada lagi alasan untuk ia menolak ajakan istrinya itu atau sekedar mengelabuhi istrinya. Lagi pula Dokter sudah berkata jika kandungan Flower sudah kuat dan bisa melakukan apa yang disarankan oleh Dokter.


Hampir setengah jam menunggu, akhirnya mereka pun selesai menebus ohat untuk Flower. Malik pun segera mengajak Flower meninggalkan rumah sakit karena ia tidak ingin Flower terlalu lama berada di dalam rumah sakit.


"Apa kita langsung pergi ke mall saja?" Tanya Flower pada Malik.


"Sepertinya toko di dalam mall belum seluruhnya bukan saat ini. Bagaimana kalau kita makan es krim saja?" Tawar Malik karena ia tahu jika istrinya sudah lama tidak memakan es krim favoritnya.


"Boleh. Kalau begitu ayo kita pergi beli es krim." Jawab Flower begitu bersemangat.


Malik tersenyum lalu meminta Flower masuk ke dalam mobil. Setelahnya ia melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah sakit.


Lima belas menit berlalu, kini Malik dan Flower sudah berada di sebuah toko es krim. Flower dan Malik masuk ke dalam toko sambil bergandengan tangan sambil tersenyum bersamaan.


Seseorang yang sejak tadi mengikuti mereka dari belakang nampak mengepalkan kedua tangannya merasa kesal melihat keromantisan Flower dan Malik.


"Lihat saja, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Sekarang kau boleh bahagia karena Malik ada di pihakmu. Tapi tidak untuk nanti." Ucap orang itu.


Dua puluh menit menghabiskan waktu di toko es krim, akhirnya Flower dan Malik pun meninggalkan toko dan berniat menuju mall yang menjadi tujuan mereka selanjutnya.


Seseorang yang sejak tadi memperhatikan pergerakan mereka pun mulai menghidupkan mesin mobilnya dan mengikuti kembali mobil milik Malik dari jarak aman.


"Malik, kau tidak lupa dengan janjimu tadi bukan?" Tanya Flower saat mobil sudah melaju di jalan raya.


"Janji yang mana?" Malik berpura-pura tidak tahu.


Flower memutar kedua bola matanya. Merasa kesal karena Malik masih berniat mengulur waktu menjawab pertanyaannya.


"Sudahlah, jika kau tidak mau menjawabnya tidak apa-apa." Ucap Flower lalu mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil.


Malik tersenyum melihat istrinya yang sedang merajuk saat ini.


"Selain ingin membahagiakan dan menjagamu dan Baby, aku juga ingin menyayangi dan mencintai kalian setulus hati." Ucap Malik lembut dan berhasil membuat Flower yang tadinya merajuk menjadi tersipu mendengarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗