One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Alergi saat melihatmu


Mendengar suara yang sangat tidak asing di telinganya membuat Flower segera membalikkan tubuhnya. "Kau." Ucap Flower menatap malas pada sosok pria yang selalu berusaha dihindari.


"Agh, ternyata benar kau." Pria itu terlihat sangat senang karena dugaannya benar. Ia segera melangkah mendekati Flower dengan senyuman manis terkembang di wajah tampannya. "Sudah lama tidak bertemu kau semakin cantik saja." Pujinya tanpa perduli wajah masam Flower saat ini.


"Jangan mendekat! Kau membuat bayiku alergi!" Ketus Flower. Menjulurkan tangan kanannya ke depan pria itu.


Pria itu pun sontak menghentikan niatnya yang ingin semakin mendekati Flower. "Kau bilang apa tadi, bayimu alergi?" Ulang pria itu yang tak lain adalah Zaki.


Flower mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ya. Karena bayiku alergi saat melihatmu maka aku minta kau untuk menyingkirlah!" Titah Flower.


"Flower, kau ini aneh sekali. Mana mungkin bayimu alergi saat melihatku." Zaki tertawa-tawa mendengarnya.


"Ck. Aku sedang tidak mengajakmu untuk bercanda." Ketus Flower. Entah mengapa setiap melihat wajah Zaki, Flower terus merasa naik darah.


"Aku juga tidak sedang bercanda. Lagi pula kau itu aneh-aneh saja. Mana mungkin bayimu alergi melihat pria setampan diriku." Ucap Zaki.


Flower menatap malas pria di depannya saat ini yang tidak mengerti maksud perkataannya.


"Ayolah, Flower. Sudah lama sekali kita tidak bertemu dan aku minta untuk pertemuan kita kali ini kau jangan bersikap ketus kepadaku." Pinta Zaki.


Flower mendecakkan lidahnya. "Lama sekali tidak bertemu dari mana? Kita bahkan baru bertemu satu bulan yang lalu." Jawabnya.


"Menurutku itu sudah sangat lama." Balas Zaki seadanya.


Flower merasa malas menanggapi pria di depannya saat ini. "Lebih baik sekarang kau masuklah ke dalam ruangan rapat." Titah Flower.


"Maaf, tapi aku tidak tertarik." Ketus Flower.


Zaki tetap tersenyum walau mendapatkan perkataan ketus dari Flower. Menurutnya semakin ketus Flower maka semakin menggemaskan di matanya.


Karena sudah tidak ingin menanggapi pria di depannya saat ini, Flower pun memilih melangkah meninggalkan Zaki begitu saja. Dan entah mengapa kali ini Zaki membiarkan Flower pergi begitu saja.


"Pergilah Flower, aku akan menyusulmu setelah rapat nanti." Gumam Zaki penuh makna.


Akhirnya Zaki pun kembali masuk ke dalam ruangan rapat dan melanjutkan rapatnya bersama Rey dan Malik. Selama rapat berlangsung Zaki terlihat tak begitu fokus dengan materi yang disampaikan Rey karena kini pemikirannya terus tertuju pada Flower.


Beberapa pertanyaan pun mulai bersarang di benak Malik tentang awal mula pernikahan Flower dan Malik terjadi.


Jika usia kandungan Flower saat ini sudah lima bulan berarti mereka sudah melakukannya saat datang ke Surabaya waktu itu. Tapi... kenapa aku melihat Flower tidak dekat pada Malik. Justru aku sempat mendengar jika Flower sangat menyukai Rey dan merasa sakit hati melihat kedekatan Rey dan Yura. Ucap Zaki dalam hati.


"Bagaimana Tuan Zaki, apa ada tanggapan dari apa yang baru saja saya jelaskan?" Tanya Rey.


Zaki memasang wajah tenangnya walau ia tidak begitu mendengar apa yang Rey katakan tadi. "Tidak ada. Saya setuju dengan semua saran yang anda berikan. Menurut saya itu sudah sangat baik dan bisa kita laksanakan untuk kelanjutan proyek kita kali ini." Jawab Zaki seadanya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗