One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kehilangan akal sehat


Dan entah kapan itu, kini tubuh Flower dan Malik sudah berada di atas ranjang dengan Malik menghimpit tubuh Flower. Kesadaran Malik pun perlahan berkurang saat merasa efek alkohol yang tadi cukup banyak diminumnya mulai menguasai akal sehatnya. Niatnya yang tadi hanya meminum alkohol untuk menghilangkan rasa suntuk karena terlalu banyak pekerjaan yang telah ia kerjakan beberapa bulan belakangan ini justru membuatnya terjerumus dengan Flower yang juga kehilangan akal sehatnya saat ini.


"Hentikanlah!" Malik mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya dengan menurunkan tubuhnya dan merebahkan tubuhnya di sebelah Flower.


"Kak Rey..." panggil Flower dengan manja. Flower pun memeluk tubuh Malik lalu mencium bibir tebal Malik. "Kenapa Kakak mirip dengan pria menyebalkan itu malam ini?" Tanya Flower dengan mata berkedip-kedip.


"Karena aku memang bu—" ucapan Malik terbuang sia-sia karena Flower kembali membungkam mulutnya dengan bibirnya.


Sudahlah, Malik tak lagi bisa menggunakan akal sehatnya saat ciuman di antara mereka semakin dalam. Bahkan kini Flower dengan tidak tahu malu membuka gaun yang dikenakannya hingga kini tubuhnya sudah sama polosnya dengan Malik.


Pemandangan itu tentu saja membuat tubuh Malik terasa panas. Sebagai pria normal Malik terlalu sulit melewatkan kesempatan di depannya saat ini. Terlebih Flower lebih banyak bekerja memberikan sentuhan dan belaian pada tubuhnya hingga membuat tubuhnya kini terasa memanas.


"Kak Rey... ayo kita bersenang-senang." Ajak Flower yang sudah berada di atas tubuh Malik.


"Kau yang memperko-saku. Jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa denganmu setelah ini." Ucap Malik sebelum memulai kegiatan panas di antara mereka.


Sementara di lantai tiga resto dimana tadi Flower mengikuti pesta, Zaki nampak menghempaskan gelas di tangannya ke atas lantai saat mengetahui Flower sudah tidak ada di tempatnya.


"Kenapa kau membiarkannya pergi begitu saja?!" Umpat Zaki pada pelayan wanita yang ia tugaskan tadi menjaga Flower.


"Maafkan saya, Tuan. Nona Flower memaksa ingin pulang dan tidak ingin ditahan di sini. Saya sudah mencoba memanggil Tuan namun Tuan tidak mendengarkannya." Ucapnya menunduk takut.


"Tidak berguna!" Umpat Zaki lalu berlari keluar dari ruangan pesta.


*


Pagi harinya, Malik terbangun dengan merasa tubuhnya terasa pegal dan sakit pada bagian pundaknya. "Aw..." Malik sedikit meringis lalu melihat pundaknya yang terasa sakit.


Deg


Seketika ia menyadari apa yang menyebabkan pundaknya terasa sakit saat ini. Dilihatnya ke arah samping dimana kini ada sosok wanita yang selalu membuat darahnya naik tengah tertidur begitu lelapnya.


"Apa yang telah aku lakukan!" Malik menjambak rambutnya frustrasi. Ia begitu merutuki dirinya sendiri yang terbuai dengan sentuhan Flower hingga membuatnya melakukan hal di luar batas seperti tadi malam.


Di tengah kekalutan yang kini Malik rasakan, Flower nampak menggeliat dari tidurnya. Perlahan kedua kelopak mata wanita itu terbuka hingga kini ia dapat melihat keberadaan Malik di sebelah tubuhnya.


"Hei, apa yang kau lakukan di kamarku?" Pekik Flower lalu bangkit dari pembaringannya. Ia merasa sangat terkejut saat terbangun dari tidurnya melihat keberadaan Malik yang begitu dekat dengan dirinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.