One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kau membuatku cemas


Malik segera mengambi ponsel milik Flower lalu kembali memanggil nama Flower. Karena yakin istrinya tidak berada di dalam kamar hotel membuat Malik segera keluar dari dalam kamar hotel sambil melakukan panggilan pada seorang pengawal untuk mencari keberadaan Flower saat ini.


"Kemana dia? Kenapa dia pergi tidak mengabariku lebih dulu?" Tanya Malik sambil melangkah dengan cepat ke arah lift berada.


Ting


Di saat ia sudah berada di depan lift secara bersamaan seorang wanita yang sejak tadi dicarinya keluar dari dalam lift sambil menenteng sebuah plastik berisi makanan di tangannya.


"Flower!" Malik langsung saja memeluk istrinya itu.


Mendapatkan pelukan secara tiba-tiba oleh Malik tentu saja membuat Flower bingung.


"Malik lepaskan aku!" Ucap Flower sambil memukul punggung suaminya dengan tangannya yang bebas.


"Kau dari mana saja?" Tanya Malik setelah pelukannya terlepas.


"Aku?" Flower menunjuk dirinya. "Aku baru saja dari minimarket membeli beberapa cemilan." Ucap Flower sambil mengangkat plastik di tangannya.


"Oh astaga..." Malik merasa lega lalu kembali memeluk istrinya. "Kenapa pergi tidak mengabariku lebih dulu? Bukankah aku sudah bilang jika kau ingin pergi kau harus mengabariku lebih dulu?" Tanya Malik.


Flower semakin dibuat bingung dengan sikap suaminya. Namun setelahnya ia pun tersadar maksud dari sikap suaminya saat ini. "Apa kau mencemaskanku?" Tanya Flower dengan nada menggoda. Sungguh ia sangat senang jika dugaannya itu adalah benar.


"Sangat. Kau membuatku cemas. Apa lagi kau pergi meninggalkan ponselmu yang tergeletak di atas lantai." Jawab Malik.


"Ponselku tergeletak di atas lantai?" Flower dibuat bingung mendengarnya. Malik pun mengangguk membenarkannya. "Oh, itu, mungki ponselku terjatuh dari ranjang karena tadi aku meletakkannya di pinggir ranjang." Jawab Flower.


Malik menghembuskan nafas bebas di udara lalu mengajak Flower kembali ke dalam kamar penginapan mereka. "Lain kali jangan bersikap ceroboh dan ingat untuk selalu mengabariku kemana pun kau ingin pergi." Pesan Malik.


Flower mengangguk dengan senyuman terkembang di wajah cantiknya. Jika Malik sedang bersikap posesif seperti saat ini Flower merasa dicintai oleh pria itu.


"Malik, kau terlihat sangat manis jika bersikap seperti ini." Puji Flower setelah masuk ke dalam kamar hotel.


Flower menggeleng. "Aku tidak mengerti. Yang aku lihat kau semakin manis jika bersikap seperti ini. Emh, karena kau terlihat sangat manis bagaimana kalau kita bermain kuda-kudaan saja? Sepertinya Baby sudah merindukan dirimu." Pinta Flower.


Malik seketika menggelengkan kepalanya. "Kita harus berangkat ke rumah Mom dan Dad sekarang juga. Kau tidak lupa dengan ajakan Mommy tadi siang bukan?" Tanya Malik.


Flower memanyunkan bibirnya. Ia merasa sebal karena Malik menolak keinginannya. Melihat istrinya yang tengah kesal padanya membuat Malik menahan senyumannya.


"Kita bisa bermain nanti malam setelah pulang dari rumah orang tuamu." Ucap Malik menenangkan Flower.


"Benarkah?" Kedua mata Flower berbinar setelah mendengarnya.


Malik pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Baiklah kalau begitu. Nanti malam kita bisa bermain bersama." Ucap Flower.


Malik tersenyum tipis lalu mengajak Flower untuk bersiap-siap pergi ke rumah mertuanya.


"Malik, bisakah kau untuk bersiap lebih dulu saja? Aku ingin memakan cemilan ini dulu. Sejak tadi aku sudah sangat menginginkannya." Pinta Flower.


Malik menghela nafasnya dan akhirnya mengangguk sebagai jawaban.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.