
"Kenapa kau memberikan kotak susu ini kepadaku?" Tanya Flower setelah mengambil kotak susu dari tangan Malik.
"Tentu saja itu untuk dirimu. Simpanlah ke belakang. Aku tahu kau belum pernah menimum susu hamil sejak kau mengetahui kehamilanmu." Ucap Malik.
Flower terdiam sambil menatap wajah Malik dengan intens.
"Tunggu apa lagi?" Tanya Malik karena Flower masih berdiam diri di tempatnya.
"Ya, bawel sekali." Ucap Flower lalu bangkit dari duduknya. Flower pun melangkah ke arah dapur untuk meletak susu hamilnya di sana. Sedangkan Malik memilih masuk ke dalam kamarnya setelah kepergian Flower ke dapur.
Tidak banyak yang Malik dan Flower lakukan di hari pertama mereka tinggal di rumah baru mereka. Flower lebih banyak memainkan ponselnya sedangkan Malik memilih mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai hingga malam hari tiba.
Saat hendak tidur di atas ranjang, rasanya Flower ingin berkomentar pada Malik karena ranjang yang ada di dalam kamar mereka sangat kecil berbeda jauh dengan ranjangnya yang ada di rumah kedua orang tuanya.
Baiklah. Aku tidak akan berkomentar malam ini karena kau sedang sibuk bekerja. Ucap Flower dalam hati sambil menatap Malik yang masih fokus pada komputer di depannya. Lagi pula saat ini tenanganya sudah banyak habis karena banyak berkomentar pada Malik sejak pagi dan kini sudah membutuhkan istirahat.
Tepat pukul sebelas malam, Malik terlihat menutup komputernya. Diregangkannya otot-otonya yang terasa kaku karena terlalu lama duduk. Malik pun beranjak dari atas sofa lalu melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Dia tidur?" Gumam Malik menatap Flower yang sudah terlelap sambil mendekap selimut.
*
Sang surya nampak telah naik ke tempat peraduannya. Sinarnya yang terang membias masuk ke dalam kamar melalui kaca jendela yang sudah tidak tertutupi tirai. Flower yang sedang terlelap nyaman dalam tidurnya merasa terganggu. Perlahan kedua kelopak matanya pun terbuka dan matanya seketika menyipit saat sinar menyari langsung menusuk masuk ke dalam pupil matanya.
"Sudah pagi?" Gumamnya parau. Dilihatnya ke arah samping ranjang yang nampak kosong tidak ada Malik di sana.
"Kemana dia?" Gumam Flower bertanya-tanya. Flower pun bangkit dari atas ranjang lalu mencari keberadaan Malik ke luar kamar. Bisa saja saat ini suaminya itu sedang berada di luar kamar mengerjakan pekerjaannya seperti tadi malam.
Namun apa yang Flower harapkan tidak terwujud saat ia berada di luar kamar ia tidak menemukan keberadaan Malik. Pandangan Flower pun tertuju pada jam dinding yang menggantung di dinding.
"Sudah jam delapan pagi?" Tanyanya sedikit terkejut. Flower pun mulai menebak-nebak apakah Malik pagi ini sudah bekerja seperti biasanya. "Jika dia pergi bekerja kenapa dia tidak membangunkanku?" Gerutunya.
Merasa kering pada tenggorokannya, Flower pun memilih beranjak ke arah dapur untuk mengambil air minum. Dan betapa terkejutnya Flower saat berada di dapur ia melihat di atas meja makan sudah ada nasi goreng dan segelas susu di atas meja.
Flower pun mendekat ke meja makan lalu memegang gelas susu yang terasa sudah dingin. "Apa dia yang membuatkan sarapan dan susu ini untukmu?" Tanya Flower.
***