
Melihat putrinya yang kesusahan membangkitkan Emila membuat Mom Rania turut membantu membangkitkan Emila hingga kini Emila berdiri kembali di depan mereka.
"Aku menyesal, Flower. Aku menyesal karena telah menyakitimu. Aku menyesal karena tidak seharusnya aku bersikap seperti itu kepadamu. Aku mohon kepadamu, Flower. Aku mohon untuk memaafkan aku." Emila mengatupkan kedua tangannya di dada.
Mendengarkan perkataan Emila yang meminta maaf padanya lebih dulu dibandingkan meminta untuk dibebaskan membuat hati Flower merasa tersentuh. Pun dengan Mom Rania yang dapat melihat ketulusan di mata Emila saat mengatakannya.
"Aku sudah memaafkanmu, Emila. Semua orang pasti pernah berbuat kesalahan dan sebagai sesama manusia kita tidak bisa menghujat seseorang hanya karena satu kesalahannya." Jawab Flower.
Emila menatap Flower dengan berderai air mata. "Sekali lagi maafkan aku dan terima kasih atas kebaikanmu." Ucap Emila.
Flower menganggukkan kepalanya. Mom Rania pun mengajak Flower dan Emila untuk duduk karena ia tidak ingin membuat putrinya yang sedang hamil besar terlalu lama berdiri.
"Nona Flower terima kasih karena telah berbaik hati mau memaafkan putri saya." Ucap Bu Asma dengan mata berkaca-kaca.
"Panggil Flower saja, Ibu." Ucap Flower untuk yang kesekian kalinya. Ia tidak ingin dianggap lebih tinggi derajatnya oleh Bu Adma.
Bu Asma menganggukkan kepalanya. "Dan terima kasih karena sudah bersedia datang untuk mengunjungi Emila di sini." Ucap Bu Asma kemudian.
Flower menganggukkan kepalanya. Pandangannya pun beralih pada Emila yang nampak tertunduk saat ini. Hati Flower merasa terenyuh melihat penampilan Emila saat ini. Wajah wanita itu terlihat sangat menyedihkan dengan baju khas tahanan yang melekat di tubuhnya yang nampak semakin kurus.
Emila terdiam dengan air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya. Rasa cintanya pada Malik dan tidak rela melepaskan Malik jatuh kepelukan wanita lain selain dirinya membuatnya jadi gelap mata hingga menghalalkan seluruh cara agar bisa mendapatkan Malik. Emila bahkan tidak memikirkan konsekuensi yang akan ia terima seperti saat ini.
"Untuk saat ini kami datang hanya untuk menjenguk Emila bukan untuk memberikan sebuah harapan." Ucap Mom Rania yang sejak tadi hanya diam. Mom Rania tidak ingin Emila dan Ibunya menjadi berharap jika kedatangan mereka saat ini untuk membebaskan Emila dari segala hukumannya.
Emilaa tertunduk. Ia memang tidak berharap banyak untuk kedatangan Mom Rania dan Fower saat ini. Melihat mereka datang saja ia sudah cukup senang karena ia bisa meminta maaf secara langsung pada Flower.
"Flower, sudah saatnya kita kembali." Ucap Mom Rania setelah melihat jam di pergelangan tangannya. Mereka hanya diberi waktu lima belas menit oleh Malik untuk bertemu dengan Emila.
Flower mengangguk mengiyakannya lalu berpamitan pada Emila dan Bu Asma untuk pergi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗