
Malik pun kembali duduk di posisi semula dan menatap wajah Dad William intens.
"Ada apa Daddy?" Tanya Malik.
"Jadi kapan kau akan mengajak Flower untuk pindah?" Tanya Dad William dengan wajah serius.
"Mungkin belum untuk saat ini, Dad. Flower masih terlihat nyaman dan aman tinggal di sini." Jawab Malik.
"Lebih cepat lebih baik. Jangan terlalu lama menyembunyikan sesuatu dari istrimu." Ucap Dad William.
Malik menganggukkan kepalanya. Ia mengerti maksud baik Dad William kepadanya. Tapi untuk saat ini ia belum bisa memberitahukannya pada istrinya karena takut istrinya itu tidak menerima hadiah darinya dengan sepenuh hatinya.
Mom Rania yang mendengarkan pembicaraan suami dan menantunya dibuat tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
"Kau tidak perlu mengerti. Cukup diam saja." Ucap Dad William lembut sambil mengusap kepala Mom Rania.
Mom Rania yang hendak bertanya pun langsung dibuat mengurungkan niatnya. Ia pun mengangguk mengiyakan perkataan suaminya dan tidak lagi banyak bertanya.
"Sekarang pergilah dan pikirkan kapan waktu terbaiknya." Ucap Dad William pada Malik.
Malik mengangguk lalu berpamitan menyusul Flower ke kamarnya.
Dan kini tinggallah Mom Rania dan Dad William di ruang tengah. Pasangan paruh baya itu pun melanjutkan kegiatan mereka dengan menonton acara di telivisi.
"Apa kita akan selalu tinggal bersama Flower dan Malik?" Tanya Mom Rania yang kini kepalanya sudah berada di pangkuan suaminya. Walau pun usia mereka tak lagi mudah tapi tak membuat keromantisan di antara mereka berkurang.
"Terserah kepadamu. Jika kau mau aku tidak keberatan dan jika kau rindu rumah kita bisa pulang." Jawab Dad William.
Mom Rania mendongak menatap wajah tampan suaminya.
"Kau sudah merasa putri kita aman saat ini?" Tanya Mom Rania.
Dad William pun mengangguk mengiyakannya. "Walau tidak sepenuhnya." Jawabnya.
Mom Rania tersenyum lalu memeluk pinggang suaminya. Bukannya tidak nyaman tinggal di rumah anak dan menantunya. Tapi ada kalanya di saat malam hari tiba Mom Rania tiba-tiba saja merindukan rumahnya dan ingin kembali melakukan aktivitas di sana seperti membantu membersihkan rumahnya, merawat tanamannya dan memasak untuk para pelayan di sana.
"Kau juga adalah ayah terbaik." Jawab Mom Rania lalu memeluk erat pinggang suaminya.
*
Satu bulan kemudian.
Pagi itu di dalam kamar Flower dan Malik, Flower yang sedang menyusui Baby nampak bingung melihat suaminya yang tidak menggunakan pakaian kerjanya yang sudah disiapkannya di atas ranjang.
"Kenapa kau memakai pakaian santai? Apa kau tidak bekerja?" Tanya Flower bingung.
"Tidak. Aku mengambil cuti hari ini." Jawab Malik.
"Kenapa kau mengambil cuti? Memangnya kau ingin kemana hari ini?" Tanya Flower.
"Aku ingin membawamu dan Baby jalan-jalan. Sudah hampir tiga bulan umur Baby aku masih sering sibuk bekerja dan jarang meluangkan waktu untuknya." Jawab Malik.
"Benarkah?" Flower dibuat senang mendengarnya.
Malik pun mengangguk lalu mengusap kepala Flower dengan sayang. "Setelah selesai menyusui Baby, bersiap-siaplah untuk pergi." Ucap Malik.
"Baiklah. Aku akan bersiap-siap setelah menyusui Baby." Jawab Flower dengan wajah yang sangat senang.
Malik mengangguk lalu ia pun berpamitan keluar dari dalam kamar karena ia berniat menghubungi seseorang agar tidak terdengar oleh Flower.
"Kami akan berangkat dalam waktu satu jam lagi. Tolong persiapkan semuanya dengan baik." Ucap Malik pada seseorang di seberang sana.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗