
"Hehehe." Flower tertawa pelan saat kasir menyebutkan total harga yang harus Malik bayar untuk belanjaannya.
"Kau tertawa?" Tanya Malik sambil mengeluarkan kartu dari dalam dompetnya.
"Aku menangis." Ketus Flower.
Malik tersenyum. Entah mengapa ia merasa senang melihat wajah sebal istrinya itu saat ini. Malik pun menyerahkan atmnya kepada petugas kasir.
"Terima kasih, Tuan, Nyonya." Ucap petugas kasir sambil mengatupkan kedua tangannya.
Malik dan Flower tersenyum seraya mengangguk secara bersamaan. Setelahnya Malik pun meminta tolong pada petugas toko untuk membawakan barang belanjaannya ke lantai dasar.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Flower setelah berada di luar toko.
"Terserah kau saja. Jika kau sudah lelah kita langsung pulang saja." Jawab Malik.
Flower menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kalau kita membeli beberapa kemeja untuk dirimu. Aku lihat kemejamu di dalam lemari sudah terlalu sering kau pakai." Tawar Flower.
Malik terdiam beberapa saat menimbang ajakan istrinya. "Apa kau benar tidak lelah?" Tanya Malim kemudian.
Flower menggeleng. "Aku masih kuat. Kau tenang saja." Jawab Flower.
"Baiklah. Kalau begitu ayo kita pergi." Ajak Malik.
Flower mengiyakannya lalu mengikuti Malik menuju toko baju khusus pria. Setelah berada di dalam toko baju, Flower nampak begitu bersemangat memilihkan beberapa helai kemeja untuk Malik. Malik pun menyerahkan semua pilihan kepada istrinya karena ia tahu selera Flower hampir sama dengan seleranya.
Flower pun memilih lima helai kemeja bewarna hitam, navy dan abu untuk Malik.
"Aku tahu kau tidak menyukai warna terlalu terang bukan?" Ucap Flower sambil menunjukkan kemeja yang ia pilih pada Malik.
"Iya. Pilihanmu sangat bagus. Sekarang ayo membayarnya." Ajak Malik.
Flower terdiam dan berfikir beberapa saat. "Bagaimana untuk kali ini aku saja yang membayarnya?" Tawar Flower.
"Kenapa begitu?" Tanya Malik bingung.
Malik langsung menggeleng mendengarkan perkataan istrinya. "Tidak perlu membayarnya. Kau bisa menyimpan uang itu untuk keperluan yang lain." Ucap Malik tegas.
"Tapi..." Flower memilih tak melanjutkan perkataannya karena tak ingin membuat Malik kesal kepadanya.
Akhirnya Flower pun membiarkan Malik membayar menggunakan atm miliknya sendiri. "Biarlah dia membayarnya sendiri. Lagi pula uangnya sudah cukup banyak bukan?" Kelakar Flower pada dirinya sendiri.
Tak berselang lama, Malik sudah selesai membayar barang belanjaannya dan mengajak Flower untuk pergi meninggalkan toko.
"Flower, tunggulah sebentar di sini. Aku ingin ke toilet sebentar." Ucap Malik setelah mereka berada di kursi yang berada tidak jauh dari eskalator berada.
"Emh, baiklah. Aku akan menunggumu di sini." Jawab Flower.
"Aku berjanji tidak akan lama." Ucap Malik dan mendapatkan anggukan kepala dari Flower.
Malik pun segera melangkah meninggalkan Flower karena sudah tidak sabar membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan. Flower pun segera duduk di atas kursi setelah kepergian Malik.
"Huft, rasanya kakiku ini terasa semakin berat untuk melangkah." Keluh Flower.
Sambil menunggu Malik kembali, Flower memilih memainkan ponselnya membalas pesan yang dikirimkan oleh Mom Rania. Saat ia sedang asik berbalas pesan dengan Mom Rania memamerkan barang apa saja yang baru saja ia beli, Flower dikejutkan dengan kedatangan seseorang berpakaian serba hitam.
"Siapa, ya?" Tanya Flower menatap sosok yang berdiri di depannya saat ini.
"Hai, Flower." Ucap orang itu dengan senyuman sinis di wajahnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗