One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kamar yang salah


Dengan kepalanya yang terasa berat dan kesadarannya yang hanya tinggal beberapa persen, Jasmin keluar dari ruangan tempat pesta berlangsung dan memasuki lift menuju ke lantai satu.


"Huh, kepalaku sakit sekali." Gerutunya sambil memegang kepalanya. Sesekali Flower mengusap wajahnya untuk mengembalikan kesadarannya sepenuhnya.


Ting


Lift terbuka di lantai satu. Flower segera keluar dari dalam lift dengan langkah pelan karena kini ia tidak dapat melihat jelas jalan di depannya. Seorang security yang sedang berjaga pun segera menghampiri Flower saat melihat Flower yang tengah linglung dan membutuhkan bantuannya.


"Apa anda baik-baik saja, Nona?" Tanyanya sambil menahan tubuh Flower yang hendak terjatuh.


"Apa kau tidak lihat kepalaku terasa sakit dan pandanganku kabur!" Cecar Flower. Di tengah kesadarannya yang tinggal beberapa persen Flower masih bisa mencecar orang yang membuatnya kesal.


"Mari saya bantu menuju mobil anda berada, Nona." Tawarnya.


"Mobil?" Flower mengingat-ingat dengan apa ia datang ke tempat ini. "Pesankan taxi untukku!" Titahnya sedikit keras.


Securit mengiyakannya dan segera memesankan taxi online untuk Flower. Setelahnya ia membantu Flower keluar dari dalam resto dan menemaninya menunggu taxi online pesanannya datang.


"Taxinya sudah datang, Nona." Ucapnya dan berniat membantu Flower masuk ke dalam taxi.


"Aku bisa sendiri." Ucapnya lalu melangkah ke arah taxi dengan langkah tak beraturan.


Security yang melihatnya hanya bisa menghela nafas dan berharap Flower akan baik-baik saja sampai di tempat tujuannya.


Untung saja Flower masih bisa menyebutkan tempat penginapannya dengan benar hingga akhirnya kini ia telah berada di dalam hotel tempat ia menginap.


"Huh, Zaki sialan! Minuman itu membuat kepalaku sakit!" Gerutu Flower sambil menekan-nekan tombol lift.


Ting


Setelah pintu lift terbuka Flower segera masuk ke dalamnya dan menekan tombol lantai penginapannya berada.


"Maaf, Nona. Saya bukan Rey." Jawabnya lalu menjaga jarak dari Flower yang terlihat tengah mabuk terlihat dari wajahnya yang kacau dan aroma alkohol yang tercium sangat kuat.


"Lalu dimana Kak Rey?" Tanya Flower yang mulai hilang kesadaran dan akal sehatnya.


"Saya tidak tahu, Nona." Jawabnya.


Flower tak lagi mengajak pria itu berbicara karena kini kepalanya terasa semakin sakit dan pandangannya semakin tidak jelas. Untung saja pria yang tadi diajaknya berbicara memberitahukan pada Flower jika lift sudah terbuka di lantai yang Flower tuju hingga Flower segera keluar dari dalam lift.


"Kamarku... dimana kamarku?" Pandangan Flower semakin berputar dan kabur hingga ia tidak dapat membaca dan melihat dengan jelas nomor kamar yang tertera di depan pintu.


"309." Ucapnya sambil membaca nomer kamar yang tertera di depan pintu. Flower terus melangkah mencari satu persatu nomer kamar penginapannya hingga tibalah ia di depan pintu kamar 306.


"Ini 309 bukan?" Tanyanya sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Flower mencoba memastikan nomer kamar yang dibacanya namun karena pandangannya yang kabur membuatnya tak bisa lagi melihat dengan jelas.


"Ini pasti kamarku!" Yakinnya lalu membuka pintu kamar. "Apa aku lupa mengunci pintunya?" Tanya Flower saat pintu sudah terbuka sebelum ia membuka kunci kamar.


Brak


Baru saja masuk ke dalam kamar tubuh Flower sudah terjatuh akibat ia tidak bisa lagi menyeimbangkan berat tubuhnya.


"Siapa itu?" Tanya seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk melilit pinggangnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.