
"Bukannya tidak mau. Aku hanya tidak ingin jika kita terlalu sering melakukannya kepala bayi yang kini sudah mulai berada di bawah kita bisa terkena senjataku." Jawab Malik.
"Terkena senjatamu?" Ulang Flower.
Malik mengangguk lalu menjelaskan maksud perkataannya. Mendengarkan penjelasan dari Malik membuat Flower bergedik ngeri membayangkan bentuk kepala bayi mereka jika terkena senjata tajam suaminya.
"Tidak, tidak. Aku tidak mau Baby memiliki kepala yang tidak normal karena terkena senjatamu." Ucap Flower cepat.
Malik merasa senang di dalam hati karena Flower mulai terprovokasi dengan perkataannya. "Maka dari itu kita harus menjaga kepala Baby dengan baik mulai saat ini." Saran Malik.
Flower pun dengan cepat mengangguk mengiyakan perkataan suaminya. Niatnya yang tadinya ingin kembali melakukan kegiatan panas dengan Malik terpaksa diurungkannya karena tidak ingin karena keinginannya kepala bayinya terkena imbasnya.
*
Keesokan harinya, Flower nampak malas-malasan bangun dari tidurnya. Entah mengapa ia merasa sangat nyaman tidur di dalam pelukan Malik di kamarnya yang sudah lama tidak ia tempati. Malik yang sudah terbangun lebih dulu pun menjadi susah untuk beranjak karena Flower begitu erat memeluk tubuhnya.
"Flower... ayo bangun ini sudah pagi." Ucap Malik mencoba membangunkan istrinya. Ia terpaksa harus membangunkan istrinya jika tidak mau datang terlambat ke perusahaan pagi ini melihat waktu yang sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Flower pun terpaksa melepaskan pelukannya di tubuh Malik. "Kau ingin bersiap-siap?" Tanya Flower dengan parau.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Jika kau masih mengantuk maka tidurlah kembali. Aku akan membangunkanmu setelah siap nanti." Ucap Malik.
Flower mengangguk mengiyakannya lalu membalikkan tubuhnya membelakangi tubuh Malik.
Setelah menyelimuti istrinya kembali, Malik pun segera beranjak dari atas ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi. Untung saja tadi malam ia mengambil pakaian dari kamar Dad William hingga pagi ini tidak perlu repot mencari pakaian kerjanya.
Beberapa saat setelah Malik masuk ke dalam kamar mandi Flower memilih bangkit dari pembaringannya karena merasa matanya sudah tidak lagi mengantuk. Ia pun membereskan ranjangnya yang sedikit berantakan lalu meletakkan pakaian kerja untuk Malik di atas ranjang.
"Dimana Flower?" Tanya Malik heran. Bukannya istrinya itu melanjutkan tidurnya kembali tadi pikirnya.
Tak ingin terlalu khawatir pada istrinya karena mereka sedang ada di dalam rumah mertuanya, Malik pun memilih melanjutkan niatnya untuk memakai pakaiannya.
Sementara Flower yang tengah dicarinya kini merasa bingung karena tidak juga menemukan ponselnya yang hilang di atas sofa. "Bukannya tadi malam aku meninggalkannya di sini? Kenapa sekarang tidak ada? Apa Mommy yang membawanya?" Tanya Flower.
Melihat seorang pelayan baru saja keluar dari dapur membuat Flwoer segera menghampirinya dan mempertanyakan keberadaan Mommynya.
"Nyonya Rania baru saja kembali ke dalam kamarnya untuk mandi, Nona." Jawab pelayan setelah Flower bertanya dimana keberadaan Mommynya.
"Baiklah, kalau begitu Flow ke kamar dulu. Terima kasih." Jawab Flower.
Pelayan mengangguk mengiyakannya dan mempersilahkan Flower untuk naik kembali ke kamarnya berada.
"Agh, sudahlah. Lebih baik aku mempertahyakannya pada Mommy saat sarapan saja. Lagi pula saat ini Mommy pasti sedang tidak ingin diganggu." Ucap Flower pada dirinya sendiri.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.